Kreasi, Apresiasi, Inspirasi

Anis
Karya Anis  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 April 2016
Kreasi, Apresiasi, Inspirasi

 

Mengikuti thumbnail pada postingan redaksi beberapa hari yang lalu, ada satu hal yang bisa kita jadikan renungan: create or die. Rasanya memang benar, bahwa eksistensi seseorang akan diakui setelah ia menghasilkan sesuatu, melakukan sesuatu, bukan hanya diam bin pasif.

Kehadiran inspirasi.co yang memperkenalkan diri sebagai platform media sosial semi-blog semakin menambah ruang bagi para kreator dalam berkarya. Terbukti dalam waktu sebulan pascalaunching, sudah ada lebih dari 10.000 kreator yang mendaftar, dan 10.000 lebih karya yang terposting.* (selanjutnya kreator kita sebut dengan inspirator, ya).

Sebagai pembuka, kita bisa simak penjelasan dari Bapak CEO berikut.



  

Di inspirasi.co, setidaknya ada tiga ruang yang menurut saya, bisa kita tempati.

 

1. Ruang Kreasi (Karya)

Di sini, para inspirator bisa menciptakan (create) karya sesuai dengan keinginannya. Tinggal pilih lima bidang yang tersedia: tulisan, goto, grafis, video, dan audio. Jika kita buka halaman awal inspirasi.co, sebenarnya di sana ada enam bidang, yang terakhir adalah kolaborasi. Hanya saja notice kolaborasi masih available soon.

Keinginan untuk berkarya tidak melulu karena minat, hobi, atau passion. Ketika kamu merasa butuh ‘pelampiasan’ –istilah yang sering saya gunakan untuk menggantikan kata ‘menumpahkan isi pikiran’— kamu bisa berkarya di sini. Tidak masalah jika hanya menuliskan curahan hati, harapan, atau mimpimu. Atau mungkin kamu berkarya untuk sekadar eksis dengan mengejar viewer banyak melalui postingan yang kontroversial ataupun membahas isu terkini. Namun, tidak jarang juga mereka yang membahas tema seperti ini memang memiliki kapasitas dalam bidang tersebut.

Apapun alasanmu untuk berkarya, pastikan karyamu terposting. Karena karya yang baik bukanlah karya yang selalu sempurna, tapi yang berani dipublikasikan oleh sang inspiratornya. 
Kalau masih bingung juga kenapa kamu harus berkarya, monggo dibaca ini.

 

 

2. Ruang Apresiasi

Setiap karya akan memiliki tempat berpulangnya masing-masing.
Entah itu dibaca, di-like, dikomentari, dipromosikan, di-share, atau diterbitkan penerbit dan terpajang di toko buku.

Pernyataan tersebut pernah saya sampaikan saat mengomentari sebuah postingan yang menyampaikan surat kepada inspirasi.co. Beliau menyebut istilah lack of appreciation.

Bagaimana memancing agar orang mengapresiasi karya kita?
Hal yang paling utama, pastikan bahwa karyamu bagus. Bagi yang sudah ‘punya nama’, maka gak perlu repot-repot untuk mengundang apresiasi orang lain. Para fans akan datang dengan sendirinya. Namun, ketahuilah bahwa mereka yang ‘punya nama’ itu dulunya juga berjuang, berjuang, dan berjuang dalam ‘membangun nama’-nya.

Jadi bagaimana solusi bagi pemula?
Kuncinya: SALING mengapresiasi.

Di sini, ada beberapa inspirator yang berpegang pada istilah ‘balas dendam’. Maksudnya, jika ada yang mengapresiasi karyanya, ia juga ingin ‘membalas’ dengan mengapresiasi karya orang lain.
Mungkin lebih tepatnya ini mengikuti filosofi give and receive. Ketika kamu memberi, maka nantinya kamu akan menerima. Mirip konsep sedekah yang kita percaya dalam kitab suci, kan? *kok jadi ke sini nyambungnya?

Ngomong-ngomong soal apresiasi, jika kata ini diartikan secara luas –tidak hanya sebatas pujian atau sanjungan positif– maka kritikan pun termasuk apresiasi. Karena apresiasi adalah kepedulian, kritik dan saran pun termasuk kepedulian. Terutama kritik pedas dan renyah. *ehhh, emang kripik.

Bukankah lebih baik berkata jujur meski pahit? Bukankah kita lebih senang jika ada orang yang berani menyampaikan kekurangan karya kita dibanding selalu dipuji –dan kita tidak tahu kesalahan, alias tidak ada proses pembelajaran untuk perbaikan.

Jangan sakit hati kalo dikritik EyD ada yang salah, foto yang ada bagian buramnya, grafis yang kurang tebal goresannya, audio yang suaranya kemrusuk, video yang kurang jelas gambarnya. Percayalah, sesungguhnya para pengkritik itu perhatian. Mungkin bisa disamakan dengan keberadaan haters :D

 

Tidak hanya itu, dari tim redaksi juga memberikan apresiasi buat para inspirator. Tiap Selasa dan Jumat, dipilih satu karya terbaik untuk masing-masing dari lima kategori karya. Tiap minggu juga dipilih inspirator mingguan.


Selain itu, juga ada honor untuk pencapaian viewer tertentu. Minimal 10K. Banyak ya? Sudah adakah yang mencapainya? Kalo tidak salah penerima honor pertama adalah Pak Denny JA. Dan beberapa hari ini, tulisan Mbak Yualeny Valensia sudah berhasil memperoleh 9.6K viewers, hampir 10K, padahal belum ada dua minggu di-publish. Kereeen.

 

 

3. Ruang Inspirasi

Sesuai tagline yang diusung, Mari Berkarya Mari Menginspirasi, maka diharapkan karya-karya yang lahir di sini bisa menginspirasi pembaca. Hasil kreasi yang dicipta sepenuh hati oleh para inspirator pasti akan mampu menyentuh hati pembaca atau viewer-nya pula. *lebay, ya? :D. Ini sudah hukum alam.

Karena dengan berkreasi maka kita bisa berbagi. Berbagi itulah yang merupakan inti menginspirasi. Entah menginspirasi dari karya yang dihasilkan, ataupun menginspirasi dari sang inspirator sendiri.

Mungkin ada yang ‘iri’ saat melihat inspirator tertentu yang begitu rajin berkarya tiap hari. Nah, kamu yang merasakan seperti ini harusnya iri positif. Wujudkan irimu dengan berkarya juga. Bagikan apa yang ada di pikiranmu. Jangan hanya disimpan di file komputer atau buku memori usang. Buatlah pengaruh lebih besar dengan karya yang sudah kamu ciptakan itu.
Dunia akan berubah dengan karyamu. Atau dengan kata lain, karyamu akan mampu mengubah dunia. Sama aja, ya :D

 

Apa sih fungsi sebuah karya?

Menurut saya yang sok tau ini, setidaknya ada tiga hal.
Pertama, edukasi. Bisa berupa pesan moral, agama, etika, tata krama, dan hal-hal yang mendidik.
Kedua, informasi. Bisa berupa pembahasan isu terkini, laporan kegiatan, catatan harian juga bisa mungkin :D
Ketiga, entertain. Mencakup segala hal yang bisa membuat tersenyum, tertawa.

Sekian, ini review saya.

 

 


 

Menjadi anggota inspirasi.co

 

Agak panjang jika saya harus menceritakan sejak kapan mengetahui nama inspirasi.co.
Jadi, saya mulai dari tanggal 22 Januari 2016 aja, ya.  Pada tanggal itu saya langsung mendaftar begitu inspirasi.co diluncurkan. Beberapa hari sebelumnya iseng buka, isinya 80% masih on process :D

Meskipun di bulan Januari sudah terdaftar, postingan pertama kali saya adalah di pertengahan Februari. Apa yang saya posting?
Nih
. Iya, itu edisi valentine. Nyoba posting :D

 

Waktu itu rame-ramenya #ParadeLombaInspirasi, tapi saya gak ikutan. Kenapa? Karena saya cuma pengen nulis random. Eh, bukan. Aslinya, karena saya gak niat dan males nyari bahan tulisan. Alasan lainnya… karena saya  pesimis dengan para inspirator lainnya. Apalagi bagi kamu yang kenal Pemimpin Bayangan III, beliau rajin banget posting. Dan tulisannya panjaaaaaaang.

 

Waktu demi waktu terlewati.. bersamamu.. *ehh
Hari demi hari semakin rajin buka inspirasi.co. Tujuannya sih nyari inspirasi, kali aja bisa jadi bahan ...
Interaksi dengan beberapa inspirator juga makin sering.  Cieeee (duh, masih musim virus ‘cieee’ sekarang. Harap maklum)

 Baiklah, saya kenalkan beberapa inspirator yang sering saya jumpai akhir-akhir ini.

Ada Bu Vera (karena memang sudah jadi ibu :D), Mbak Ade yang selalu kocak, Mbak Ayin yang lagi hobi pake ‘cieeee’. Lalu Mbak Cha, desainer yang suka nulis sastra. Ada mbak Jihan, Mbak Putri, Mbak Sara, Mbak Siluet Hitam Putih (Shinta), Mbak Rovita, Mbak Anisa, Mbak Iir Harpiah, Mbak… siapa lagi ya? yang belum kesebut, mohon maafkan si amnesia ini.

Ada juga temen deket saya nih: Mbak Sya’diyah dan Mbak Sa’diyah. Semoga abis ini mereka rajin berkarya :D

Dari barisan pria ada...

Pak Dinan yang kali ini menjadi inspirator mingguan. Pak Erwin yang kemarin jadi inspirator mingguan. Trus pasangan duet grafis mingguannya, pecandu kopi.

Ada bapak yang suka janjiin Pop Mie (kalo ini gak usah dikasih warna biru, tau kan ya :D). Pak Berkarya yang rajin berkarya soal science di balik air mata, patah hati, dan galau. Pak Dicky sang kurator puisi para inspirator. Pak Guru Solihin yang suka main rima (sajak puisi).

Pak Fatio yang katanya pengen jadi ahli pembaca thumbnail. Ada Pak Mas Irfan yang suka main benang (gak jadi manggil ‘Pak’, takut dilempar gulungan benang). Pak Oby yang katanya awet tua. *ups, afwan yaa akhi. Mataa nata'allam lughotal arobiyyah ma'an? #NgasalArabic :P

Ada Bagus yang sering gaje :D. Pak Dani yang rajin berbagi virus membaca dan menulis. Pak Fahri yang setia mempromosikan visitcianjur.com, yang pake grafis nama tempat berawalan Ci-

Ada juga kakak kita Hudzaifah Nuh yang tinggal di Mesir, sering update tentang bangunan bersejarah di sana. Nambah lagi, kakak host kita Bayu yang udah tiga kali bikin postingan 'isi putih' (mungkin dikiranya hemat tinta kali ya #candaaaa), tapi pas komen panjang banget gitu :P

Tidak ketinggalan, ada juga akun fiktif seperti Komentator, Polisi Bahasa, dan Humoria.

 

Akhir kata, saya ingin menyampaikan sesuatu.

Untuk teman-teman inspirator di sini,
Teruslah Berkarya, Teruslah Menginspirasi.

Untuk inspirasi.co,
Thanks, you have inspired and always inspiring us!


 

Kalau ada yang request dicantumin namanya, boleh :D
*tadinya mau ditulis jadi dua bagian, tapi... sekali-sekali posting tulisan panjang.
 

Surabaya, 13 April 2016 1.05


  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Baca lagi komeng2nya malah jadi pusing... *Bingung pilih akua ato mi ijon... ^_

  • Dani Kaizen
    Dani Kaizen
    1 tahun yang lalu.
    .

  • Ibnu Muhidin
    Ibnu Muhidin
    1 tahun yang lalu.
    wah tulisannya bagus mbak, Syukron

    • Lihat 9 Respon

  • Bayu Rizky Prahadian
    Bayu Rizky Prahadian
    1 tahun yang lalu.
    keren lampunya beli dimana ?

    • Lihat 9 Respon

  • Dani Kaizen
    Dani Kaizen
    1 tahun yang lalu.
    asyiiik....ada nama saya disebut => Pak Dani yang rajin berbagi virus membaca dan menulis............
    .
    .
    *kayaknya lebih enak dipanggil Mas......hehehe.... :-)

    • Lihat 14 Respon