Jeda

Anis
Karya Anis  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 04 April 2016
Jeda

Jeda


*belajar nulis :(

Kategori Cerita Pendek

5.3 K Hak Cipta Terlindungi
Jeda

 

Malam membeku. Udara dingin semakin menusuk permukaan kulit. Aku sengaja tidak memakai jaket kali ini. Kubiarkan hembusan udara dingin menerpa kedua lenganku. Kunikmati rasa dingin ini sebagaimana aku menikmati sikap dinginmu tadi sore. Kamu tidak secerewet biasanya. Dan kamu enggan menjelaskan alasan perubahan sikapmu.

Aku menunggumu di sini. Sekarang. Sesuai waktu yang telah kita janjikan seminggu sebelumnya. Aku tahu bahwa wanita begitu detail dalam mengingat sebuah janji. Apalagi janji yang diberikan pada seorang lelaki untuk bisa lunas dibayar pada waktunya. Tidak boleh terlambat. Aku selalu datang lebih awal dari waktu yang kau jadwalkan. Aku sudah tahu bahwa kali ini kau tidak akan datang. Namun aku akan tetap menunggumu. Mungkin saja ada bayangan dirimu yang tertangkap oleh indera lihatku.

Hampir setahun jarak antara kini dengan kali pertama aku mengenalmu. Sepanjang waktu itu pula aku masih tidak mengerti mengapa wanita enggan untuk menyampaikan langsung apa yang diinginkannya. Selalu penuh kode dan teka-teki. Padahal kau tahu aku tidak suka membaca bacaan fiksi tentang detektif seperti hobimu itu.

Waktu setahun belum cukup untukku memahamimu. Karenanya jika boleh aku minta, bantulah lelaki yang yang tak pandai membaca ini untuk memahamimu. Membaca setiap maksud yang tak pernah kauucapkan secara langsung. Membaca arti tatapan mata, gerak tangan dan kaki, juga nada bicaramu.

Malam ini kamu pasti sendiri. Pun aku sendiri menunggumu di sini. Di tempat yang sudah kamu pilih sendiri, namun kamu mengingkari. Aku masih menepati janjiku karena kamu bilang lelaki keren itu bukanlah yang pandai berjanji dengan kata-katanya, namun cukup membuktikannya dengan tindakan. Malam ini aku sudah membuktikannya. Aku sudah datang meski tanpa kamu. Dan aku tidak ingin menganggumu meski dengan pesan singkat –yang pasti takkan kau balas. Kita sama-sama sendiri malam ini, merenungi tentang keegoisan diri dan meredam amarah masing-masing.


 

*sumber thumbnail: ini


  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    *Menghela napas*

    *Layak promo.

    • Lihat 6 Respon

  • novi elkarim
    novi elkarim
    1 tahun yang lalu.
    Baguuuuuusss...

  • B.R. Karya 
    B.R. Karya 
    1 tahun yang lalu.
    Wahh ini.. Saya baru baca....

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    hahaha~~~ imanjinasi yang liar terkadang membuat kita bangkit untuk menulis lebih liar, mantaflah. jangan lupa mampir ya ke tulisan saya

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    Dan aku luluuuhhhhhhh~~~

    • Lihat 5 Respon