Ngeluh Terus?

Anis
Karya Anis  Kategori Motivasi
dipublikasikan 28 Maret 2016
(belum ada judul)

(belum ada judul)


Kumpulan artikel (sok) motivasi sebagai self-reminder.

Kategori

2.3 K Hak Cipta Terlindungi
Ngeluh Terus?

Mengapa kita lebih sering membicarakan keluhan dibanding menyampaikan terima kasih?


Seolah hidup adalah tahapan mengeluh.
Setelah selesai satu urusan, kita mengeluhkan urusan lain yang akan dihadapi.

Ngeluh mau masuk sekolah mana,
ngeluh tentang ujian yang makin sulit,
ngeluh tentang guru yang pelit nilai,
ngeluh soal masuk perguruan tinggi,
tes seleksi yang sulit,
saingan banyak,
biaya mahal.

dan saat sudah diterima...
ngeluh pelajaran yang berat,
ngeluh tugas yang numpuk,
ngeluh dosen yang killer,
ngeluh tentang layanan yang kurang,
hingga akhirnya
ngeluh dengan nilai yang tidak memuaskan,
ngeluh dengan tugas akhir...
--belum lagi keluhan dengan keluarga dan urusan pribadi.

selanjutnya...
ngeluh tentang pekerjaan,
ngeluh tentang kenyamanan kerja,
ngeluh tentang gaji.?

Mengapa harus mengeluhkan sebuah proses?
Bukankah proses bisa kita 'ubah'?
Bukankah sebuah proses bisa diupayakan agar hasilnya lebiiiiiih baik daripada bayangan buruk kita?
Mengapa menakutkan hasil sesuatu yang sebenarnya kita bisa mendapatkan yang paliiiiiing baik?
Asal mau berupaya, sebuah peroses memang menjadi jalan untuk mencapai keinginan terbaik kita, kan?

Mengapa kita tak membicarakan tentang lebih banyak terima kasih, lebih banyak syukur?


Bersyukur bisa menyelesaikan satu tahap urusan, sehingga bisa melanjutkan tahapan lainnya.
bersyukur bisa lulus sekolah, setelah begitu keras menghadapi ujian,
bersyukur bisa masuk perguruan tinggi, setelah bersaing dengan banyak pendaftar,
bersyukur bisa mendapat nilai baik, setelah belajar dengan keras karenasebelumnya sempat mendapat nilai buruk,
bersyukur bisa sampai pada tahap penyelesaian tugas akhir,
bersyukur bisa lulus dari dunia pendidikan formal,
bersyukur bisa mendapat kerja, setelah beberapa kali melamar pekerjaan.

Bersyukur karena masih bisa mengucap terima kasih atas kemurahan-Nya.

 

Pun sebenarnya, mengeluh juga harus disyukuri.
Mengeluh kepada tempat berkeluh yang tepat.
Mengeluh karena kita perlu tempat bersandar, bersujud, dan mengadukan segala hal.
Mengeluh karena kita perlu tempat me-mulang-kan semua rasa --rasa bahagia, rasa kecewa, rasa sedih, rasa cemas dan harap.
Meski terkadang di antara kita lebih sering menyampaikan rasa sedihnya dibanding rasa bahagianya.

Entahlah...

*diambil dari kegelisahan seseorang yang sering mengeluh dan belum bisa lebih banyak berterimakasih.

 

Surabaya, 7 November 2015