Diz(cra)zy Motivation

Anis
Karya Anis  Kategori Motivasi
dipublikasikan 26 Maret 2016
Becoming Stronger

Becoming Stronger


Kumpulan artikel (sok) motivasi sebagai self-reminder.

Kategori Non-Fiksi

2.7 K Hak Cipta Terlindungi
Diz(cra)zy Motivation

Seberapa lama sebuah motivasi bisa hinggap di diri kita? Seberapa lama ia bisa menguatkan, menyemangati, mendorong untuk menghilangkan kemalasan, dan bentuk motivasi lainnya? Satu tahun, sebulan, tiga hari, satu jam, atau hanya beberapa menit? Atau bahkan lebih lama dari itu? :)
Dan jawaban diplomatisnya adalah,... tergantung diri seseorang itu! Yah, memang.
?
Akhirnya saya searching tentang lamanya motivasi bisa bertahan. Sebuah link?mengantarkan saya dan menemukan kalimat berikut.
Naik turunnya motivasi terjadi begitu saja tanpa bisa dikendalikan. Banyak orang ingin sekali punya motivasi yang senantiasa di puncak. Mereka tidak pernah mau sedetik pun merasa loyo. Tapi itu adalah keinginan yang 100% tidak mungkin.
Benar sekali, dari duluuuu (sejak kapan dulunya?) saya bertanya pada diri sendiri, bagaimana agar semangat bisa stabil dan dinamis? Bagaimana agar tidak down (terlalu lama)? Saya simak tulisan berikutnya, (jangan ikut tertawa ya :D)

Harga emas, saham, minyak dan kurs mata uang asing selalu naik turun setiap saat. Tidak mungkin stabil. Begitu pula dengan motivasi, kadang kita merasa semangat, kadang kala kita merasa tidak bersemangat.

Itu adalah hal biasa. Coba lihat grafik aktivitas otak yang dipasang pada pasien yang kritis. Alat tersebut dinamakan Elektroenselofalograf (EEG) yang merekam aktivitas otak. Kalau Anda melihat grafik naik turun dengan suara tin?tin?tin, berarti pasien masih hidup. Tapi kalau grafiknya lurus dengan suara tiiiiiinnnnn panjang, berarti sudah tak bernyawa. Jadi, selagi kita masih hidup, naik turun itu adalah hal biasa.

Ahaha... terkadang perumpamaan memang lebih mampu menjelaskan daripada kata-kata biasa, maupun kata-kata ilmiah :|

Saat itu saya jawab sendiri pertanyaan tsb dengan menyamakannya dengan keadaan iman yang bisa naik dan turun (ada di hadits ya?). Kalau iman saja bisa naik turun, apa lagi motivasi... Mungkin butuh ?perawatan? sehingga motivasi tidak naik turun. Beberapa di antaranya bisa anda simak di sini?atau di sana.

Saya teringat dengan sebuah kalimat yang (kalau tidak salah), jangan sampai kita surplus motivasi minus action. Yah, benar sekali. Terlalu banyak memakan dan menelan motivasi tanpa bisa menerapkannya itu rasanya ?menyakitkan? (hiperbolis!). Over motivated less action -_-

?

Bolehkah saya katakan bahwa motivasi itu positif? Positif dalam artian bahwa motivasi menunjukkan dan mengarahkan pada jalan ?positif?. Atau adakah motivasi negatif? :|

Mungkin kita juga sudah tak asing lagi dengan respons dari beberapa orang yang tampaknya ?anti-motivasi?. Pernyataan seperti, ?Hal itu gak semudah kata-kata itu...?, ?Iya sih, tapi...?, ?Semua itu tergantung pada...? dan lain-lain. Eh, ada kata tapi. Berapa kali kita berdalih saat nasihat menyapa?

Salah satu motivasi yang menurutku ?menakjubkan? adalah tentang kekuatan pikiran.Positive thinking, pemulanya. Pernah mendengar kalimat ?Anda adalah seperti yang Anda pikirkan?? :) Saat pikiran negatif lebih mendominasi, maka tindakan kitapun juga bernilai negatif (negatif di sini bukan dalam artian dosa). Negatif tindakan seperti pesimis, putus asa, marah salah tempat (marah yang tepat, ada kan? :))

Kata tapi adalah salah satu bentuk dalih. Dalih ada 3 macam. Dalih usia, dalih kemampuan, dalih kesehatan. Apakah kita merasa terlalu muda atau terlalu muda untuk melakukan suatu hal? Apakah kita merasa kemampuan kita masih kurang untuk melakukan sesuatu? Dan apakah kita beralasan sakit karena benar-benar sakit? Atau hanya karena afirmasi positif yang kurang? Berapa kali kita memberi toleransi pada diri sendiri hingga akhirnya menghambat hal-hal yang seharusnya bisa segera dilakukan?

Eits, kalimat di atas ?hanyalah? teori. Setumpuk kata motivasi takkan berarti apa-apa tanpaaction. Ya, absolutely. Mungkin ketika membacanya, anda setuju, netral, atau bahkan menolak. Itu wajar. Jawaban diplomatis untuk hal ini (lagi-lagi) adalah ?Kembali pada diri sendiri?. Habis sudah perdebatan jika jawaban pamungkas itu dipakai.

Dan akhirnya, ini adalah perpanjangan dari status kemarin,

Jangan terlalu banyak mengonsumsi "nutrisi" motivasi.
#StrangeAdvice
*diz(cra)zy

Solusinya hanya satu, tanyakan pada diri sendiri. Seberapa besar tekad dan niat? Lalu, lakukan!

Terakhir, ada titipan kutipan:?

?Menurut Ilmu Fisika, tekanan berbanding lurus dengan gaya.
Jadi kalau Anda merasa hidup Anda banyak tekanan, mungkin karena Anda kebanyakan gaya.? (Safir Senduk)

Seseorang memberi penjelasan lain:?

P = F / A.

Jika P>> maka F>>

Usaha sama dengan gaya dikalikan jarak perpindahan.
Apabila Anda merasa bahwa Anda sudah berusaha tapi tidak ada perubahan, berarti Anda cuma gaya.

?

Surabaya,??1 Oktober 2013


  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Yap. Bagiku motivasi itu bulshit. Karena yg mengebdalikan diri kita adalah kita sendiri. Q gak pernah percaya sama motivasi. Kalu dirimu?

    • Lihat 1 Respon