Bosan Hidup (?)

Anis
Karya Anis  Kategori Motivasi
dipublikasikan 25 Maret 2016
(belum ada judul)

(belum ada judul)


Kumpulan artikel (sok) motivasi sebagai self-reminder.

Kategori

2.4 K Hak Cipta Terlindungi
Bosan Hidup (?)

Sesekali kita perlu merasa bosan pada hidup.? Perjalanan hidup yang kita lalui memang tidak selalu memberi apa yang kita inginkan. Beberapa harapan harus lenyap begitu saja. Pengorbanan besar kadang hanya berbuah kecewa. Kekecewaan itulah yang melahirkan kebosanan pada kehidupan yang dijalani sekarang.

Ada berapa hal yang sudah kita rencanakan? Berapa yang sudah terwujud dari rencana itu? Mungkin perbandingannya tidak seimbang. Kekecewaan yang dirasakan lebih banyak daripada manisnya keberhasilan. Berapa banyak biaya yang sudah kita habiskan? Berapa banyak yang kita dapatkan? Kalau dihitung matematis mungkin yang kita alami adalah kerugian.

Adakah penyesalan setelah semua perjalanan hidup itu terlewati? Ingin marah, protes, galau? Bisakah segala reaksi yang kita lakukan itu mengubah hasil yang sudah terjadi. Tentu tidak.

 

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari kehidupan meskipun itu sesuatu yang pahit. Bukankah kita tidak akan tahu rasa manis jika tidak dibandingkan dengan rasa pahit? Bukankah bahagia akan benar-benar terasa jika kita juga pernah merasa sedih? Bukankah kesehatan baru disadari begitu pentingnya saat kita sudah merasakan sakit? Bukankah kita akan merasa sesuatu itu benar-benar berarti saat sudah kehilangan? Sesuatu yang bertentangan menyadarkan kita tentang pentingnya mensyukuri hal-hal menyakitkan agar kita bisa menikmati hal-hal menyenangkan.

Mana yang lebih menyakitkan antara berusaha lalu mendapat kekecewaan atau tidak berusaha sama sekali agar tidak merasa kecewa? Mengetahui sebuah kebenaran lalu merasa tersakiti atau tidak akan pernah mengetahui suatu kejujuran itu? Maukah kita mengorbankan sesuatu untuk suatu hasil di luar hasil yang kita capai --hasil yang lebih rendah dari harapan. Apakah suatu usaha selalu berhasil sesuai harapan? Apakah suatu kebenaran (kejujuran) selalu menyenangkan? Tentu tidak. Beberapa di antaranya harus terjadi di luar harapan agar rasa yang kita alami menjadi lengkap :)

 

Orang bijak selalu mengatakan bahwa bukan masalah jatuhnya, tapi bagaimana kita bisa bangkit. Sangat idealis. Namun kita sering berdalih tentang ketidakmampuan untuk bangkit. Kita menjejalkan berbagai hal negatif dan pesimis dalam pikiran. Menolak semua nasihat baik orang yang ingin menguatkan. Sampai berapa lama kita akan bersikukuh pada pendapat diri yang tidak menguntungkan tersebut?

Hidup yang terus berada dalam keterpurukan itulah yang harus kita rasakan dengan bosan. Tidak bosankah hidup seperti itu saja? Tidak inginkah ada perubahan? Sampai kapan harus menikmati perjalanan hidup yang stagnan?

Kebosanan hidup di sini bukan ditujukan untuk mengakhiri hidup. Bosan hidup lalu bunuh diri? Apa kata dunia?  Mau mati dalam keadaan kalah? Bodoh sekali. Sesekali kita memang perlu mencaci diri sendiri. Menertawakan kebodohan. Menghina kecerobohan. Daripada menunggu hujatan dari orang lain, bukankah lebih baik 'nasihat pedas' itu datang dari mulut kita sendiri? Muncul dari hati kita sendiri?

 

Marahilah dirimu yang masih saja memelihara kemalasan. Cacilah dirimu yang masih saja mengulangi kesalahan yang sama. Hinalah dirimu yang belum bisa melepaskan kebiasaan buruk. Lakukan segala hal untuk protes pada dirimu sendiri.

Tanyakan pada dirimu, mau sampai kapan seperti itu? Mau berapa lama mengulur waktu untuk sampai pada 'kesuksesan'? Jika kau masih berpikir bahwa dirimu sukses, kau pasti yakin bahwa suatu saat waktu itu akan tiba. Jadi mau berapa lama kau tunda kesuksesanmu? Kecuali jika kau sudah tidak berharap lagi untuk keadaan yang lebih baik? Kau akan berpikir, buat apa hidup yang seperti ini.

Marahilah dirimu sampai terjadi pertentangan yang membuat 'kekuatan' dalam dirimu berkata, "Sudah cukup, aku akan buktikan kalau aku bisa! " Marahilah hingga tersulut semangat dan tekadmu. Marahilah hingga kau lelah melakukan itu pada dirimu. Lelah memarahi diri yang akan membuatmu lebih cepat dalam melangkah. Lebih cepat bergerak. Lebih jauh berlari. Lebih dalam segala usaha.

Inginkah kau membuat para setan senang dengan kalahnya dirimu? Setan tertawa melihat kegagalanmu. Ternyata hanya segitu pertahananmu?'  Mungkin begitu gumamnya. Maka anggaplah kamu sedang berperang dengan setan itu. Sesulit apapun, usahakan untuk terus melangkah. Teruslah bangkit untuk membuat setan jera dalam melancarkan aksinya. Teruslah bangkit sampai setan kelelahan melihatmu yang ternyata sulit dikalahkan.

Lebih baik gagal terhormat dengan mencoba banyak hal daripada gagal karena tidak pernah mencoba sekalipun, kan?

Segeralah merasa bosan dengan hidup yang begini-begini saja. Segeralah sambut kehidupanmu yang lebih ceria, lebih berarti dari sebelumnya. Segeralah.

 

*gambar dari sini.


  • Farrah Hanum
    Farrah Hanum
    1 tahun yang lalu.
    Segeralah merasa bosan dengan hidup yang begini-begini saja. Setuju.

    • Lihat 1 Respon

  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    My day is my everyday

    • Lihat 7 Respon