Dua Pilihan

Anis
Karya Anis  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Maret 2016
Jeda

Jeda


*belajar nulis :(

Kategori Cerita Pendek

5.5 K Hak Cipta Terlindungi
Dua Pilihan

 

Dua hari berlalu penuh kegalauan. Lisa masih belum bisa membuat keputusan. Pernyataan seorang lelaki bertubuh kurus itu membuatnya sulit tidur dua hari ini. Sholat istikharah yang dilakukannya semalam belum bisa membuat gadis itu menemukan jawaban yang tepat atas keraguannya.

Dia mengakui keberanian lelaki itu. Setahun bekerja di tempat yang sama, membuat Lisa cukup mengenalnya. Siapa yang tak mau menjadi pasangan lelaki yang sudah mapan? Tapi kenyataan tak semudah itu. Wanita lebih sering memainkan perasaannya, melebihi logika.

Salah satu hal yang menahan Lisa untuk mengiyakan kata-kata lelaki itu adalah Reza. Sosok lelaki satu jurusan di kampusnya dulu itu kembali terbayang saat kegalauan ini menghampiri. Dulu, dia sering berbagi cerita banyak hal pada lelaki satu angkatan tapi setahun lebih muda dari dirinya itu. Namun untuk masalah satu ini, ia enggan untuk meminta pendapat. Selain memang tak pernah membahas tentang perasaan cinta, ada alasan lain yang membuatnya tidak ingin memberitahukan masalah ini padanya.

 

Apakah yang membuat laki-laki begitu cepat menyimpulkan bahwa sebuah perasaan yang dimilikinya adalah cinta? Hanya mengandalkan pandangan matakah? Tentu tidak. Tapi lelaki cungkring itu mengatakan bahwa bukan pandangan pertama yang membuatnya jatuh cinta. Beberapa bulan setelah Lisa bekerja di kantor itu, barulah dia bisa melihat ada yang berbeda dari wanita berkerudung itu. Sesuatu yang tidak dimiliki oleh mantan-mantannya dulu.

 

Apakah masih menjadi tabu bagi seorang wanita untuk menyatakan perasaan pada laki-laki yang dicintanya? Ah, kata orang ini sudah zaman emansipasi. Wanita menyatakan cinta lebih dulu pun tidak apa-apa, katanya.Bukankah dulu Nabi dilamar oleh Khadijah? Pikiran Lisa berkutat pada alasan ini. Namun sampai detik ini pun, ia tidak yakin bahwa perasaan yang dimilikinya adalah cinta.Apakah sebuah kenyamanan dalam berteman bisa menumbuhkan perasaan cinta?

 

Tinggal sehari lagi. Lisa masih menimbang banyak hal untuk menerima atau menolak lelaki itu. Ia sudah bertanya pada beberapa teman wanita di kantornya. Tidak ada satupun yang akan menolak jika lelaki itu hendak mempersunting salah satu dari mereka. Tapi ada satu wanita lagi yang belum ditanyainya, wanita yang penting dalam hidupnya: ibu. Haruskah ia bertanya pada ibunya, sementara ia sendiri sudah tahu jawaban yang akan terucap?

 

 “Setelah agamanya yang baik, pilihlah yang sudah mapan. Ingatlah cerita bapakmu yang pernah ibu ceritakan dulu,” kata Ibu dengan pandangan menerawang jauh ke masa lalu.

“Kalau cuma ada satu pilihan yang taat agama tapi belum mapan, gimana Bu?” tanya Lisa ragu.

 “Sepertinya kamu akan memiliki beberapa pilihan nantinya,” goda ibunya dengan tawa kecil.

 

Obrolan beberapa waktu lalu itu membuat Lisa termenung kembali. Kisah tahun pertama pernikahan ibunya membuatnya terlempar pada imajinasi jika ia berada pada posisi wanita yang melahirkannya itu. Tidak terbayangkan bagaimana rasanya mendapati belahan jiwa tanpa kabar sekian tahun. Lima tahun berlalu dan ternyata si lelaki sudah berlabuh ke lain hati. Janji membangun tangga menuju surga-Nya yang diucapkan di awal pernikahan, lenyap sudah. Kesetiaan menanti sang imam hanya tinggal kesia-siaan. Ibu melepaskan kepergian lelaki itu dengan keluarga barunya, istri dan seorang anak perempuan yang masih digendong.

 

Cinta memang menjadi pondasi dalam hubungan pernikahan. Dan bagi wanita, dicintai mungkin lebih baik daripada mencintai. Tapi mengapa Lisa masih berat memutuskan masalah ini?


*bersambung
entah kapan disambungnya :/
gambar dari sini.


 

 Surabaya, 6 Januari 2016


  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    So, kenalin aku dg Lisa donk

    • Lihat 1 Respon

  • B.R. Karya 
    B.R. Karya 
    1 tahun yang lalu.
    Jangan kebanyakan mikir. Si Lisa mending bilang 'iya' aja,,, daripada gak ada cowok lagi yg mau wkwkkw *yg nulis cerita tuh sapa?*

    • Lihat 1 Respon