Kamu dan Polusi

Anis
Karya Anis  Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Maret 2016
Kamu dan Polusi

Hai, kemana kamu selama tiga hari ini? Lagi-lagi menghilang tanpa kabar. Tidak bisakah kamu memberi sedikit pemberitahuan agar aku tidak mengkhawatirkanmu?

Aku tahu, kamu pasti akan menjawab ingin mengasingkan diri dari polusi (lagi). Apakah kamu tidak pernah menganggapku sebagai angin segar yang bisa menghilangkan polusi di sekitarmu? Apakah aku tidak cukup mampu untuk menghapus sedih dan dukamu? Ah, kamu pasti masih sulit percaya dengan orang lain, termasuk aku.

Adakah kamu berpura-pura bahagia selama ini? Aku terlalu lemah untuk mampu membaca setiap gerak dan ekspresimu. Aku bukan pembaca ekspresi wajah orang, memang. Mungkin aku harus sedikit bersabar untuk dapat 'memasuki rahasia' dalam dirimu. Ya, kamu misterius. Sok misterius, tepatnya.

Hingga kini, aku masih belum mengerti mengapa kamu sering menyebut kata polusi. Apakah tetanggamu sering membakar sampah sehingga menimbulkan asap? Apakah di daerahmu sering dilakukan fogging? Apakah banyak perokok aktif? Banyak kendaraan yang seenaknya meninggalkan polusi di rumahmu? Aku tahu pasti bukan polusi yang itu, kan.

Hei, dengarkan aku sebentar saja.

Ada aku di sini. Aku siap mendengarkanmu, menyimak setiap kata yang kauucap. Membaca setiap tulisan yang kaubuat. Tulisan yang kaubilang menjadi pelampiasanmu itu. Tulisan yang tidak ingin kaupublikasikan. Aku boleh membacanya, kan? Tidakkah kamu mengizinkanku, seseorang yang berusaha ingin membantumu, untuk tahu apa yang kausembunyikan? Bukan maksudku untuk memaksamu. Aku hanya ingin memberikan opsi. Kamu tidak sendirian. Ada aku. Ada dia. Ada mereka. Tidak baik menyimpan keluh atas suatu permasalahan sendiri. Sesekali kamu perlu tempat untuk membaginya.

Percayalah, ketakutanmu akan orang lain tidak akan seburuk perkiraanmu. Cobalah berbagi. Jangan sering menyendiri. Aku takut itu akan menjadi penghambat pada suatu saat nanti. Toh pada akhirnya, kamu akan menyadari bahwa sikap itu tidak seharusnya kamu pertahankan.?

Aku tidak tahu harus menuliskan apa lagi di sini. Kuharap kamu segera membaca pesanku ini. Pun semoga kamu segera kembali, menjelaskan kemana saja selama tiga hari ini. Menjelaskan tentang rahasiamu yang masih sulit kuterka. Semoga tidak ada lagi polusi yang menganggu 'pernapasan' hidupmu.

Aku tunggu kabarmu, segera.

?

Salam,

?

seseorang yang peduli padamu

?

?

?