Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 11 Januari 2018   19:37 WIB
Suka dan duka menjalani bisnis online

Suka duka menjalani bisnis online

Aku menjalani bisnis online sudah 1 tahun lebih dan hanya fokus di bisnis sepatu. Aku mendapatkan bisnis ini karena waktu itu aku sedang fundraising untuk kepergianku mengikuti acara World Interfaith Harmony Week 2017 di Singapura dan Malaysia yang dilaksanakan oleh komunitas Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia, yang akhirnya di pertemukan dengan seseorang yang mengajakku untuk menjadi partner di bisnis ini. Melalui wasilah bisnis ini, aku bisa memenuhi kebutuhan untuk mengikuti acara tersebut. Mulai dari tiket, passport dan lain-lain. Intinya, melalui bisnis ini aku bisa menggapai salah satu mimpiku, yaitu pergi ke Luar Negeri.

Oke, mari kita menuju ke pembahasan utama, yaitu suka duka menjalani bisnis online. Sebelum sharing tentang suka atau bahagia nya menjalani bisnis online, aku mau sharing tentang duka nya dulu ya. Biar kesannya seperti “Kesedihan pasti akan berganti dengan kebahagiaan”. Hehehe

Kepedihan menjalani bisnis online. Setelah aku memiliki pekerjaan di bisnis online ini, aku merasa 24 jam itu tidak cukup. Waktuku terpusat untuk melayani chat konsumen di beberapa aplikasi jual beli online, misalnya Shopee, Bukalapak dan Tokopedia. Hampir setiap hari aku merasa bosan, jenuh dan stres. Apalagi kalau harus melayani konsumen yang bawel, komplain dan banyak tanya. Aargh rasanya seperti migrain setiap harinya. Yaa mungkin kalau aku hanya fokus menjalani bisnis ini, no problem for me, aku bisa menanganinya. But, aku juga harus kuliah, berorganisasi dan mengikuti aktivitas di Pesantren. Ketika aku harus memperhatikan seorang dosen yang sedang menjelaskan suatu mata kuliah di kelas, di samping itu juga, aku harus fast respond membalas chat konsumen. Dari situ pikiranku selalu bercabang. Aktivitas balas chat konsumen itu berlanjut sampai jam 7 malam karena setelah sholat isya aku harus mengikuti pengajian di pesantrenku. Dan dilanjut kembali jam 9 malam sambil mengerjakan tugas-tugas kuliah atau pekerjaan lainnya.

Selain balas chat, aku juga harus upload produk-produk baru di aplikasi jual beli online tersebut. Dan menurutku, itu membutuhkan waktu yang benar-benar luang dan ketelitian. Karena kalau sampai salah harga, bisa-bisa fatal.

Dan menurutku, bisnis online juga ada kelemahannya. Diantaranya, smartphone harus tetap connect ke internet. Bayangkan ketika aku berada di satu tempat yang sulit untuk connect ke internet. Konsumen yang bertanya, yang pesan produk, ataupun yang lainnya aku tidak bisa melayaninya. Juga, aku harus selalu stay dengan smartphone dan memastikan smartphone ku baterai nya aman (Jadi, sedia selalu power bank). Karena setiap hari aku tidak terlepas dari smartphone, seringkali aku di bilang apatis oleh teman-temanku. Sediih.. hiks hiks.

Yang membuat merasa terkekang adalah ketika aku sedang liburan, di perjalanan, atau mengikuti sebuah acara, aku tetap harus stay untuk melayani chat konsumen yang kadang-kadang buat jengkel dan bunyi notifikasi itu sesuatu yang tak ingin aku dengar. Rasanya, mau tak lempar aja tuh smartphone.

Dan ketika ingin membaca satu buku atau menulis,  membutuhkan waktu beberapa hari,  bahkan beberapa minggu. Tapi sekarang, ada orang-orang yang hadir menginspirasi ku untuk lebih suka membaca dan menulis. Hehe..

Sampai saat ini, baru itu yang menjadi dukanya bagiku.

Oke, setelah sharing tentang kepedihnya, kita sambung ke cerita yang bahagianya. Bisnis online, menurutku suatu pekerjaan yang bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun. Mengapa? Karena cukup bermodal smartphone, acces internet yang bagus dan baterai handphone yang aman, maka bisnis online itu dapat dikendalikan. Menjalani bisnis online juga sangat mengasyikkan tanpa harus kehujanan, kepanasan, kelaparan, kehausan, dan kecapean. Karena bisa di lakukan sambil makan, minum, tidur-tiduran, duduk santai atau dalam kondisi apapun.

Untuk menjadi seorang admin kek aku, cukup bermodalkan kejujuran dan pintar merayu. Maksudnya bukan merayu orang lain untuk gabung di bisnis ini lalu aku dapat uang, tapi yaa yang pasti merayu konsumen supaya tertarik untuk membeli produk yang dijual. Khusus bagiku yang belum terlalu pandai merayu seseorang jika bertatap muka, maka bisnis online ini aman dan cocok bagiku. Karena tanpa harus bertatap muka dan tanpa bicara langsung dengan konsumen. Jadi, aku bisa mengeluarkan kemampuan merayuku dan bisa berpikir dahulu untuk membalas chat konsumen yang komplain atau yang bertanya-tanya tentang produk itu.

Penghasilan yang ku dapat juga sangat cukup untuk memenuhi kebutuhanku. Yaa minimal, aku bisa membeli kebutuhan kuliah, travelling, mengikuti sebuah acara atau shopping dengan menggunakan uang yang aku punya. Bisa di bilang, sedikit meringankan beban orang tua.

Jika dibandingkan dengan mereka yang harus bekerja dari pagi hingga malam yang stay di toko, pabrik atau mereka yang harus kehujanan, kepanasan demi mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya. Ya aku sangat bersyukur, bisa bekerja tanpa harus kepanasan, kehujanan dan stay di suatu tempat. Aku bisa melakukannya ketika aku di kampus, di kost teman, di kamar, di bis, dalam posisi duduk, tiduran, atau dalam kondisi dan situasi apapun.

Dalam berbisnis, menurutku kita akan mendapatkan penghasilan sesuai dengan kualitas kinerja kita dalam mengelola bisnis itu. Ya selebihnya, di sini akan di uji kesabaran, ketelitian, kejujuran, dan tahan ngantuk. Hehehe..

Satu hal lagi, karena aku sering terlihat sedang mengetik untuk balas chat konsumen, jadi teman-temanku mengira kalau aku terlalu sibuk balas chat si doi, ehh. Padahal sebenarnya, aku sedang berjuang untuk merayu para konsumen. Wkwkk

So, meskipun aku merasa kalau tantangannya itu lebih banyak, tapi aku mencoba bertahan menjalani bisnis ini. Karena tidak semua orang bisa dapat kesempatan baik ini dan apa salahnya juga memanfaatkan smartphone yang aku miliki untuk mendapatkan penghasilan tambahan daripada hanya digunakan untuk stalking media sosialnya si doi, ehh.. Hehehee..

Karya : Anisa Ladhuny