#Jangan Lupa Bahagia

#Jangan Lupa Bahagia

Anisah Mahardiani
Karya Anisah Mahardiani Kategori Inspiratif
dipublikasikan 23 Oktober 2016
#Jangan Lupa Bahagia

 

Seumpama bianglala yang berputar dari atas ke bawah, maka roda kehidupan juga begitu. Kadang di atas, kadang di bawah. Namun, jika sudah berada di atas, aku ingin selalu menikmati kesejukannya. Meninggikan namaNya. Mengabarkan keiindahan dan kesempurnaan yang Ia ciptakan pada seluruh penjuru kota. Walau pada nantinya, aku akan turun dari bianglala  dan meninggalkannya.

 

Menikmati Masalah

 Apakah kita pernah merasakah kondisi sangat terhimpit dan tertekan? Masih suka mengeluh? Atau barangkali kita masih suka meluapkan amarah pada orang lain saat permasalahan menimpa kita? Yup, memang ada kalanya kita di titk jenuh. Hilang kendali dan lupa diri adalah hal yang manusiawi. Saat itu, bagi kita semuanya seolah tak masuk akal. Mengapa ? Bisa jadi karena akal kita tak masuk ke dalamnya. 

Ibarat makan burger, pasti terasa lezat saat seluruh bagiannya dimakan secara bersamaan. Beda lagi ceritanya kalau kita makan roti, sayuran, dan dagingnya secara terpisah. Meskipun komposisinya masih sama, menikmati selapis demi lapis membuatnya seperti ada yang kurang. Hambar, tidak sedap, dan tidak menyatu. Roti burger yang melapisi atas bawah, saat ditekan lalu  dilahap bersama warna-warni isinya adalah cara yang paling asik untuk makan burger. Betul apa betul???  Eits, jangan lupa berdoa dulu sebelum makan ya agar terasa lebih nikmat. Hap, nyam-nyam.

Segala hal yang diawali dengan mengingat Allah, akan terasa penuh berkah. Karena, ketika ketika kita mengingat Allah niscaya Allah akan ingat pula kepada kita. Yakinlah, Allah tidak pernah ingkar janji.

 

Merasa jadi manusia yang paling sedih, itu "egois" namanya.

Seringkali keadaan yang terhimpit serba sulit menjadi sarana agar kita bisa semakin dekat denganNya. Mungkin saat ini, kita sedang lupa diri akan tujuan hidup. Lupa akan tugas kita sebagai manusia. Pelajaran yang paling mahal adalah mencari hikmah yang hilang. Berkali-kali kita diminta untuk memikirkan segala yang terjadi di muka bumi ini. Ayat-ayat Allah tersebar di seluruh alam semesta. Nah, pertanyaannya sekarang, adakah kita termasuk orang-orang yang berakal?

Hidup ini gampang-gampang susah Mas Bro. Gampangnya ada 2 kan? Bersama kesulitan ada kemudahan. Dan bersama kesulitan pasti ada kemudahan . Dalam surat cintaNya, sudah dijelaskan bahwa kesulitan pasti bergandengan dengan kemudahan. Jadi, kalau permasalahan melanda, hati sedang gulana, boleh-boleh saja sih. Tapi ingat, sedihnya sebentar saja. Semua pasti ada hikmahnya.

Misalnya nih, ada yang sedang punya inceran orang yang disuka. Eh ternyata, sudah keduluan orang lain yang menyatakan cinta pada orang yang kita taksir dan pacaran dengannya.  Percayalah, pasti ada hikmahnya.  Allah sedang menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak baik. Yakinlah, Allah tidak ingin melihat kita bersikap dzalim kepada diri sendiri dan orang lain.

Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik, dengan syarat : kita juga MAU berubah menjadi lebih baik. Memantaskan diri adalah hal yang paling tepat. Kita harus segera  MOVE UP.

Kalau merasa kita sendiri lah yang punya masalah? Itu egois namanya. Bahkan, banyak sekali orang-orang di sekitar kita yang punya masalah yang lebih berat, tapi tetap tegar menghadapinya. Makin kenceng amalannya. Tetap banyak kontribusi dan karyanya. Dan perjuangannya akan selalu dikenang sepanjang masa oleh penduduk bumi dan langit. 

 

Jangan lupa mikirin mati enak

Singkat saja. Bagaimana cara agar kita mudah untuk bersyukur? Menurut hemat penulis, yaitu dengan mengoptimalkan potensi diri yang kita miliki. Rupanya masih belum jelas ya? Intinya, dengan melakukan hal yang Allah sukai, insyaAllah itu semua akan membuat Allah ridho dan bangga kepada kita. Karena sesuai fitrahnya, manusia menyukai kebaikan dan cinta kedamaian. Dan aturan Allah telah disiapkan untuk membuat hidup kita mulia. Kalau hidup ingin serba enak, jangan lupa mikirin mati enak juga ya. Semoga kita bisa khusnul khotimah semuanya. insyaAllah, Aamiin.

Dengan izin dan ketetapan dariNya, pada masanya nanti aku akan benar-benar kembali.  Walau begitu, aku tak ingin menyesalinya sedikitpun. Bila mata hatiku turut menjadi saksi terhadap nikmat yang Engkau berikan, semoga jiwa dan ragaku turut bersyukur atas segala kasih-sayang yang Engkau curahkan.

 

Mari kita melihat lebih dekat. Bukankah kebahagiaan yang Allah berikan luasnya tak sebatas layar kamera? Yuk, jangan lupa bersyukur. Jangan lupa bahagia.

AM, pada Oktober bahagia.

  • view 448