BAPAK RIDWAN KAMIL DAN KEBANGKITAN YANG RENDAH HATI

Anisa Fauzia
Karya Anisa Fauzia Kategori Inspiratif
dipublikasikan 30 Agustus 2016
BAPAK RIDWAN KAMIL DAN KEBANGKITAN YANG RENDAH HATI

MACAN ASIA SINGA AFRIKA

Konon, orang bilang pemimpin yang baik ialah dia yang mampu mengubah semua dialektikanya menjadi nyata melalui orang-orang yang dipimpinnnya.

Satu hal yang membuat saya kagum pada pemimpin-pemimpin di dunia ini ialah ketika lisan dan tindakannya mampu mempengaruhi dunia, Pengaruh inilah yang membawa perubahan dan dampak besar bagi kemajuan peradaban, entah itu melalui agama, ekonomi, sosial politik, budaya dsb.

Itulah yang terjadi saat Nabi  kita tercinta Muhammad SAW memimpin umat, Tiada lain dan tiada bukan ialah membebaskan diri dari kebodohan dan kegelapan melalui keimanan, niat tulus dan cinta kasih, tiada pemimpin yang paling tinggi derajatnya selain baginda rasul. Meski tantangan dan hambatan datang menimpa, tapi dakwah dan kepemimpinannya di terima umat, sholawat untuk rasul...

 

Islam tentu memiliki sisi rasionalistik yang begitu kuat, Sampai saat ini, peninggalan dan ajaran rasul masih nampak, Jika diluaran sana masih banyak pemimpin yang lalai pada amanahnya, disini masih ada pemuda-pemuda yang menginsyafi tentang kebangkitan yang rendah hati.

Adalah sang Proklamator Bapak Soekarno pernah berujar, "Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, Beri aku 10 Pemuda, maka akan ku guncang dunia!" Saya rasa, disinilah kekuatan yang mendasar pada majunya sebuah peradaban, tonggak pemuda inilah menjadi anak panah bagi kemajuan suatu zaman,

Islam begitu memuliakan pemuda, Banyak sekali ayat dalam Al-qur'an yang menceritakan kisah pemuda, salah satunya termakjub dalam surat Al-buruj, menceritakan tentang kisah seorang pemuda yang tegar keimanannya dan membuat orang-orang disekitarnya beriman sehingga membuat murka sang penguasa. Inilah kebangkitan yang mampu mengubah dunia.

Selain itu, Assabiquunal awwaluun (orang-orang yang pertama kali beriman kepada rasul) diantaranya adalah pemuda.

Barangkali, itu pulalah yang mendasari seorang Bapak Ridwan Kamil yang dengan tegak dan tegapnya menggerakan para pemuda menyuarakan tentang misi-misi perjuangan menjadikannya bagian dari solusi, menggerakkan jiwa-jiwa yang mati suri menolak pembaharuan demi kemaslahatan umat, yang mengetuk sampai kedasar hati. pesona itulah yang mungkin membuat Bapak bisa diterima oleh banyak hati.

Teringan perkataan Winston Churhill "Saya tidak bisa memberikan apa-apa kecuali dasar, perjuangan, air mata dan keringat" inilah perkataan yang mengubah suatu peradaban di Inggris, begitu arif sang pemimpin berkata.

Lain Winston Churhill, lain pula sang kaisar pertama bergelar The Emprorer of French, pemimpin Perancis di masanya, ya dialah Napolein Bonarte dia berujar, “Aku akan pergi, namun kalian semua, sahabat-sahabatku, teruslah melayani Prancis. Kesejahteraan bangsa ini merupakan satu-satunya hal yang kupikirkan”.

Begitu banyak pemimpin yang mengubah suatu peradaban dengan cara dan yang telah dilakukannya.

Bapak Ridwan Kamil, ditangan Bapak lah kebangkitan yang rendah hati kami harapkan, tiada yang lebih membanggakan saat kita bersatu padu menderu derapkan langkah menuju peradaban yang lebih baik.

Umar bin Abdul Azis, seorang pemimpin dimasanya, Bapak mengingatkan saya kepada sang Khalifah, begitu banyak aspek kehidupan yang diperbaharui, lewat lisan beliau pulalah beliau berujar dalam pidatonya selepas menerima bai'at sebagai seorang pemimpin :

 “Wahai manusia, tiada nabi selepas Muhammad saw dan tiada kitab selepas al-qur'an, aku bukan penentu hukum malah aku pelaksana hukum Allah, aku bukan ahli bid’ah malah aku seorang yang mengikut sunnah, aku bukan orang yang paling baik dikalangan kamu sedangkan aku cuma orang yang paling berat tanggungannya dikalangan kamu, aku mengucapkan ucapan ini sedangkan aku tahu aku adalah orang yang paling banyak dosa di sisi Allah”

Teladan inilah yang saya lihat dari Bapak, Kesederhanaan dan ketawadhuan Bapak membuat Bapak istimewa dari yang lain.

Menjadikan pemuda bagian dari solusi bagi saya adalah cara tepat untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik, menggerakkan pemuda tanpa memandang dari mana ia berasal, menyatukan dalam beberapa gerakan melalui pemguatan karakter kebangsaan yang peduli dan kritis, agar sang Macan Asia Singa Afrika kembali menggaungkan suaranya.

Ini bukan sekedar semboyan, ada cita-cita bangsa yang ingin diraih, ada amanah umat yang harus ditunaikan.

Semoga Allah mengistiqomahkan Bapak.

Hatur Nuhun.

 

Diujung senja.

Bandung, 29 Agustus 2016