Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 26 Agustus 2016   13:26 WIB
Vin... SEMUA KAN CIE-CIE PADA WAKTUNYA

Konon, orang bilang, "semua akan indah pada waktunya", sebenarnya aku sepakat dengan argumen ini, ketika kita percaya bahwa Allah akan berikan semua yang terbaik kepada kita di waktu yang tepat.

 
Namun, pernahkah kita sadari, bahwa sebenarnya apa yang terjadi pada kita hari ini adalah buah dari apa yang pernah kita harapkan dimasa lampau?
 
Pernah suatu ketika, di jalan yang entah dimana dan menuju kemana, bersama rintik hujan, 
sepeda motor pinjaman orang, kita berboncengan.
Kala itu usia kita masih sangat muda, aku kira 17 tahun, saat baju putih abu masih kita kenakan, lengkap dengan jilbab panjang khas sekolah kita yang bernuansa islami.
 
Tak biasanya, di jalan kamu diam, aku hanya melihat kamu dari kaca spion motor, mata sipitmu berkedip perlahan karena rintikan air hujan, dan bibir merah tebalmu masih membisu.
tiba-tiba. "saaa... nanti kalo kita lulus mau jadi apa?" ujarmu bertanya padaku.
 
Rasanya ini wajar, kecemasan remaja yang punya segudang mimpi, tak hanya untuk dirinya sendiri, tapi untuk sesama. namun sayang, waktu dan keadaan membuat kita terpatah sejenak mengejar mimpi, lantas kita bermain dengan mimpi tersebut dan kelak harus terbangun mewujudkannya satu persatu.
 
Kamu masih ingat? kala kita di uji dengan cemooh orang, tak dipercaya dan dikucilkan, tak dihiraukan, saat dimana kita punya mimpi besar membawa misi dan mempengaruhi orang sekitar bersama asa dalam dada. Inilah jiwa muda yang aku rindukan, bernafas keyakinan pada Allah, bergerak dengan rindunya  kemaslahatan orang sekitar, lantas kita melangkah meski akhirnya kita terpatah orang.
 
Kamu masih ingat? kala kita dipandang melanggar jalan yang biasa orang sekitar lakukan, saat kita dipandang bahwa -anak nakal dan aneh- yang sebenarnya kita hanya punya mimpi untuk "pembaharuan".
 
Namun rasanya semua kini terjawab perlahan, saat kita saling berpisah dan mengubur mimpi, sama misi, beda rasa. bunga yang tadinya melayu karena ketidakberdayaan air untuk menyirami diri kini mulai merekah, saat dimana kita memandang dunia lebih terbuka.
 
Meski mimpi sewaktu muda sirna dimanakan usangnya kata keji yang mengkredilkan nyali, setidaknya, kita pernah melangkah untuk mengubah dunia !!
 
INGAT, KITA PUNYA MIMPI BESAR, SUKSES MULIA MENGUBAH DUNIA.
 
Rasanya, kukira kita beda dengan anak muda seusia kita dulu, saat hampir semua anak di kelas kita melangkah dengan pilihan yang sudah dipilih kebanyakan orang, kita sebaliknya, memilih sesuatu yang tak lazim orang pilih.
 
Konon, kata orang, "semua kan indah pada waktunya" kan berubah "semua 'kan cie-cie pada waktunya"
saat aku dan kamu saling menemukan "Dia" yang Allah takdirkan untuk kita. #eeaaaa.....

Karya : Anisa Fauzia