DAN KAMU, AKU SUKA !

Anisa Fauzia
Karya Anisa Fauzia Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Agustus 2016
DAN KAMU, AKU SUKA !

Tiba-tiba, aku merasa sangat kehilangan, entah apa yang ada dalam hatiku, aku tak dapat jelaskan.

Aku berusaha cari perhatianmu dengan tingkahku.

“HP aku mana ya?” tanyaku,

Sahutmu “bukannya tadi kamu bawa? Masukin tas kali?”

“Akh, tidak adaaa… “ jawabku, meskipun sebenarnya aku sudah tau, bahwa hp ku aku simpan di dalam tas kecilku.

Dan kamu masih mencarinya.

Entah mengapa aku senang sekali melihatmu cemas, aku suka ekspresi wajahmu yang panik, seandainya aku tak punya rasa malu di hadapanmu, akan ku foto setiap moment special itu.

Aku suka saat kau menundukkan kepalamu, aku suka saat kamu menatapku, seaindainya ada alat dalam retina mataku yang mampu merekam setiap apa yang engkau kerjakan.

Dan aku tertawa kecil saat kamu masih mencarinya di sekitaran tasku, tas mu, dan bahkan di jaketku.

“kenapa?? Ada ya?” tanyamu memastikan dengan mengangkat kedua bahu mu.

Aku tertawa, dan kau tertawa. Aku tau kau agak kesal, tapi kau selalu menunjukkan tawamu dihadapanku.

Entah dari kapan dimulainya aku menyukai semua caramu. Aku suka caramu tertawa, aku suka cemasmu, aku suka caramu berpakaian, aku suka sikap kekanak-kanakanmu aku suka caramu berjalan, aku suka caramu terheran, aku suka caramu bertanya, aku suka caramu sedikit marah padaku saat aku tak menghiraukanmu, aku suka cara kau gelisah.

Dan dari sekian-sekian yang aku suka dari diri kamu, aku suka caramu mengkhawatirkanku, aku suka !

Hari menunjukan senjanya, aku melihat wajahmu di spion motor, kamu tampak serius mengendarai motormu, meskipun sedikit cemas karena terlalu sore, dan aku hanya tersenyum melihat wajah cemasmu.  

Bagiku ini bukan soal selera, ini cara pandang. Aku memandangmu sebagai sesuatu yang indah, entah bagaimana Tuhan menciptakanmu, yang pasti, aku suka kamu!!

“Kamu engga capek?” tanyaku.

engga, aku kuat kok” jawabmu.

Padahal jelas-jelas kamu kelelahan, tapi aku seolah tak mau tau, semakin kamu lelah karena aku, aku malah semakin merasa memilikimu.

“ini dimana?” tanyaku.

“jalan buah batu” jawabmu.

Kamu,, selalu cari jalan tercepat saat mengajakku pergi, entah kenapa, aku tak mengerti.

Semakin senja,

 

kamu hentikan laju kendaraanmu, dan aku pun bergegas turun dari kendaraanmu.

Aku tersenyum, untuk kesekian kalinya aku bertanya pada diriku sendiri harus aku katakan apa kepadamu.

“kalo kamu udah nyampe rumah, kabari aku segera ya” kataku.

“iya” katamu berlalu sambil menganggukkan kepalamu.

Di ujung jalan itu aku terus melihatmu, sampai kamu luput dari pandanganku.

Aku balik badan, dan ku ucap do’a untukmu, semoga kamu bahagia.

*kutulis ini, dan - boulevard –menemaniku.

  • view 250