Kamu Menghilang dari Radarku !

Anisa Fauzia
Karya Anisa Fauzia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Agustus 2016
Kamu Menghilang dari Radarku !

Sebenarnya, aku tak pernah suka perpisahan, dan setiap kali saat aku harus pisah darimu, sebenarnya ingin aku hentikan waktu. cukup! disini! aku, dan kamu! tiada jarak !

 

"Aku pamit pergi ya" katamu di bandara itu sambil menunggu pesawat yang akan kau tumpangi take off.

 

Sebenarnya aku ingin mencegah kepergianmu untuk lanjutkan hidupmu di Jepang. Meski aku tau, kamu pergi dengan berjuta asa, mimpi dan harapan yang ingin kamu raih.

 

Ku anggukkan kepalaku dan pejamkan mataku, di iringi derasnya air mata yang tak mampu aku tahan. "iya" kataku singkat.

 

"Kamu jangan nangis, satu atau dua tahun lagi kita pasti ketemu kok, aku gaK akan pergi untuk selamanya, ini demi kebaikan kita, hidup itu harus berkembang" ujar mu sambil memegang kedua bahuku. karena memang, aku lebih pendek dari kamu.

 

Aku pun mengangkat wajahku, ku tatap matamu dengan pipi yang di basahi air mataku.

tiba-tiba, aku teringat semua kenangan bersamamu, saat kita habiskan waktu bersama, dan air matakupun semakin deras, mata sipitku semakin tenggelam, hidungku kemerahan, bibir atas ku mengginggit bibir bawahku, ku tutup bibirku dengan tangan kananku, bahuku berguncang, dan..... untuk kesekian kalinya, kamu akan pergi.

 

Suara peringatan pesawatmu sudah siap untuk kamu naiki, kamu balik badan, dengan langkah perlahan kau tinggalkan tempat perpisahan kita, dengan koper yang kau bawa di tangan kananmu, jaket ditangan kirimu. kamu berlalu.

 

Disudut jendela kaca bandara aku lihat pesawat yang kamu naiki terbang di langit biru itu, semakin kecil, semakin kecil dan kamupun luput dari pandanganku.

 

Aku tau waktu-waktuku akan terasa semakin lama karena tiadanya kamu di sisiku, akupun paham betul aku harus melangkah maju, seperti katamu dulu -hidup harus terus berkembang-

 

Satu minggu pertama, kamu hubungi aku, aku senang tiada tara, kamu bilang, kamu senang disana, kamu banyak teman baru dan pengalaman baru, aku ikut senang, meskipun sebenarnya aku benci ketika kamu bahagia dan tak ada aku di sisimu.

 

Minggu berganti minggu, dan hari ini, tepat satu tahun, kupikir akan sama seperti minggu pertama, rupanya aku salah,, jarak memang bukan hanya hitungan matematika, yang bisa di ukur sekian kilo kita terpisah, ini soal perasaan, kamu menghilang dari radarku yang sebenarnya dari hitungan minggu pertama.

 

Aku mengerti rasanya mencintai, pun juga menunggu, aku paham betul kamu sedang berjuang, dan kuharap kamu bahagia disana, namun, jikalau boleh aku meminta, hubungi aku disini, sekejap saja dari waktu-waktu panjangmu,

 

Aku tak perlu kamu cinta, cukup kamu paham, saat kamu menghilang dari radarku, saat itu pula do'aku menggema di angkasa.

untuk kamu, yang pernah singgah,...

 

See more my blogg : Anisa-fauzia.blogspot.co.id

  • view 214