Kajian Kitab Al-hikam

nona anisa
Karya nona anisa Kategori Agama
dipublikasikan 18 Februari 2017
Kajian Kitab Al-hikam

Ilaa hadhroti syekh Ibn 'Athoillah as Sakandari, wa hadhroti syekh Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab. Al fatihah

مَتى جَعَلَكَ في الظَّاهِرِ مُمْتَثِلاً لِأَمْرِهِ، وَرَزَقَكَ في الباطِنِ الاسْتِسْلامَ لِقَهْرِهِ، فَقَدْ أَعْظَمَ المِنَّةَ عَلَيْكَ.
“Ketika Alloh menjadikan dzohirmu (jasadmu) melaksanakan perintah-Nya, dan menjadikan bathinmu pasrah pada kehendak-Nya, maka Dia telah memberi karunia yang sangat besar kepadamu”

Budaya umat islam indonesia, baru merasa mendapat anugrah/nikmat besar kalau bisa mendapatkan mobil, dapat hadiah uang tunai 500 juta, ada orang kaya yang shodaqoh motor, foto bareng pejabat atau artis, sukses kampanye dan semisalnya

Akan Tetapi dari hikmah di atas kita fahami bahwa nikmat terbesar yang sebenarnya adalah badan bisa ibadah, qalbu mampu berserah.

Perjuangkanlah agar jasad ini dapat melaksanakan ibadah, baik yang fardu maupun yang sunat. Kemudian Gembleng qalbu supaya dengan ibadah-ibadah yang telah dilakukan jangan ada keinginan diberi imbalan, jangan ada keinginan agar mudah mengatur Tuhan. Tapi justru harus semakin meningkatkan kepasrahan kita kepada-Nya.

Disaat kita terus berupaya meningkatkan ibadah kita, namun kehidupan belum sejahtera atau do’a-do’a kita tak kunjung diijabah, pasrah saja kepada-Nya, “silahkan ya Alloh, terserah pada-Mu”. Jangan pernah menjadikan ibadah-ibadah kita sebagai “senjata” untuk memaksa Alloh agar memenuhi keinginan kita. Malu seharusnya kita kepada-Nya. Untuk menebus nikmat berkedip saja tidak cukup dengan ibadah selama 500 tahun. apalagi ibadah yang baru 40 atau 50 tahun itu juga banyak bolongnya, banyak kekurangannya.

 
 

  • view 69