Puan Maharani Setia Membangun Negeri

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 15 Oktober 2017
Puan Maharani Setia Membangun Negeri

Puan Maharani ternyata mempunyai semangat kerja tanpa lelah untuk mengabdi. Mengabdi untuk membangun dan menyejahterakan bangsa. Puan Maharani juga kerap menjadi “ujung tombak” Presiden karena sering kali mewakili Presiden untuk acara tertentu, dan kerap diberikan panggung untuk menjelaskan program kesejahteraan pemerintah, sebut saja seperti penyebaran beberapa “Kartu Sakti” sepeti KIP, KIS, PKH, dan lain sebagainya.

Puan Maharani adalah sosok menteri perempuan yang mempunyai etos kerja yang tinggi. Ini bukan hanya berbicara tentang peringkat kementerian, yang kadang subjektif dan tak substantive karena berdasarkan pada “gebrakan dan ketenaran”, tapi bahwa hasil kerjanya dapat dirasakan oleh masyarakat paling bawah. Sudah dicicipi oleh masyarakat yang membutuhkan.

Bagaimana menilainya?

Keberhasilan beberapa kementerian teknis, tentu saja tak bisa dilepaskan dari kontribusinya dalam melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian program untuk kepentingan pembangunan yang sudah dicanangkan.

Selalu ada kegiatan yang dilakukan oleh Puan Maharani untuk kepentingan bangsa ini. Dua hal yang tidak dilakukannya, dan itu mendapatkan penilaian “buruk” oleh masyarakat karena dianggap tidak bekerja, yaitu tidak membuat kebijakan yang fenomenal dan menggebrak dan sepinya dunia pemberitaan, dimana hari ini, tanpa media, sekelas menteri pun seperti “mati”. Padahal soal menggebrak, itu soal perspektif, dan soal pemberitaan, itu soal kepentingan yang berkait-kelindan.

Puan Maharani, dari Malaysia, ngurusin Asian Games 2018, lalu kunjungan ke Kalimantan (Menpawah, Sambas), setelah itu kerja koordinasi untuk pelaksanaan haji. Ikut rombongan Wapres untuk kepentingan OKI, PBB, atau ke Belgia. Berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya. Banyak hal yang sebenarnya dilakukan oleh Puan Maharani, tapi tak bisa melawan kerangka berpikir banyak orang masih terkooptasi dengan kebijakan yang “wah” dan media yang “terarah”.

Maka, dalam memandang sosok menteri Puan Maharani, kita tidak bisa hanya memandangnya sebatas kebijakan yang “nge-bom” saja, tapi bahwa Puan Maharani juga tanpa lelah bekerja. Bahkan, ia kerap kali mengenyampingkan kepentingan untuk berada di Jakarta, jika kunjungannya belum menemukan hasil atau ada hal-hal yang lebih urgen untuk diselesaikan. Tak perlu juga menjadi media darling, sebab itu tidak substantif dalam menunjang pembangunan.

Buktinya? Puan Maharani menjadi salah satu sosok perempuan Indonesia yang berpengaruh, bahkan di atas Susi Pudjiastuti yang beritanya sering “nge-bom”. Inilah faktanya!

  • view 122