Pesan Sederhana, Tapi Penuh Makna

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Inspiratif
dipublikasikan 21 September 2017
Pesan Sederhana, Tapi Penuh Makna

Secara komunikasi, Puan Maharani adalah sosok yang lebih menyukai penggunaan kalimat sederhana, dengan pesan-pesan yang sederhana pula. Bahasanya, tak banyak yang behiaskan kata-kata populer dan penggunaan istilah-istilah bahasa inggris yang yang njelimet. Bukan ia tidak bisa, tapi tidak terlalu suka, sebab dalam pembicaraan yang mengharuskan penggunaan kalimat ”kelas tinggi, Puan Maharani juga bisa melakukannya dengan baik.

Pola komunikasi semacam itulah yang menjadi ciri khas Puan Maharani, sederhana dengan tanpa melupakan detail. Artinya, kita kerap disajikan sebuah pemandangan dimana Puan Maharani memperhatikan sesuatu yang sifatnya kecil, detail, dan kadang tak banyak diperhatikan oleh orang lain. Termasuk bagaimana ia berpesan untuk persiapan rombongan Festival Budaya Europalia, untuk memerhatikan hal-hal kecil dan sederhana, yang kadang luput dari perhatian.

Padahal dari hal yang kecil itulah kadang bisa menyebabkan kekacauan dan rusaknya sebuah agenda. Terkait festival budaya tersebut, Puan Maharani berpesan:

‘’Perhatikan makanannya, kesehatannya, asuransinya, dan jangan lupa uang sakunya. Jangan sampai konsentrasi terganggu karena uang saku. Jangan anggap itu perkara remeh. Memang pesannya ibu-ibu banget ya, tapi jangan sampai pengalaman pahit dengan atlet-atlet kita di SEA Games terulang,’’ kata Menko Puan Maharani.

Pesan Puan Maharani memang sederhana, tapi penuh dengan makna sebagai upaya untuk sepenunya mempersiapkan diri dalam sebuah acara sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bagi sebagian orang yang nyinyir, mungkin berpikir, “pesan apaan, sih? Masa sekelas Menteri pesannya begitu?” Sah-sah saja berpikir seperti itu, apalagi bagi mereka yang diotaknya sudah penuh dengan kekacauan.

Tapi yang jelas, apa yang menjadi Puan Maharani justru itulah esensi sebenarnya dari persiapan sebuah agenda. Jangan sampai sesuatu rusak karena persiapan yang tidak matang, apalagi untuk hal-hal yang sebenarnya dianggap remeh. Padahal, tak ada yang bisa diremehkan dalam sebuah persiapan. Apa yang terjadi pada atlit-atlit di Sea Games mestinya menjadi sebuah pelajaran penting bagaimana memperlakukan delegasi negara ke dunia Internasional.

Dengan tanpa menafikan apresiasi yang besar terhadap para atlit di Sea Games lalu, tapi kealpaan untuk memerhatikan hal-hal yang dianggap remeh ikut mempengaruhi prestasi dan tak tercapainya target perolehan medali. Karena Festival Budaya Europalia di Brussel, Belgia ini membawa nama, kehormatan, sekaligus ingin “memasarkan” budaya Indonesia ke dunia Internasional, maka diharapkan agar tidak mengecewakan. Tidak boleh ada persiapan yang diremehkan, begitu kata Puan Maharani.

Artinya, kita melihat Puan Maharani sebagai sosok “ibu”, yang memerhatikan hal-hal terkecil bagi “anak-anaknya” sebagai bekal untuk perjalanan. Ini sebuah karakter yang luar biasa. Itulah barangkali kenapa Puan Maharani cocok untuk menempati pos Kementerian Koordinator, karena kemampuan koordinatifnya yang luar biasa.

  • view 325