Puan Maharani; Srikandi Kesehatan Indonesia

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Kesehatan
dipublikasikan 21 Agustus 2017
Puan Maharani; Srikandi Kesehatan Indonesia

Seperti diketahui, Puan Maharani adalah sosok menteri yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat. Puan Maharani adalah srikandi kesehatan Indonesia, yang memperjuangkan serius memperjuangkan kesehatan untuk rakyat Indonesia.

Kesehatan, adalah bagian terpenting dari pembangunan manusia sebagai tugas utama Kementerian yang dipimpinnya. Kesehatan menjadi salah satu prasyarat penting, selain pendidikan tentunya, untuk menjadikan masyarakat Indonesia lebih berkembang, maju, dan sejahtera.

Komitmen untuk kesehatan ini tampak ketika Puan Maharani menggagas Gerakan Masyarakat Sehat, dengan Kampung KB menjadi program unggulannya. Puan Maharani, dalam kunjungannya ke berbagai tempat dan daerah, kesehatan menjadi persoalan yang diutamakan. Sebut saja ketika berkunjung ke daerah terdampak gempa, atau ketika mengunjungi persiapan pelaksanaan haji ke Arab Saudi beberapa bulan lalu. Puan Maharani juga pernah membagikan alat kesehatan ke beberapa lembaga dan kementerian untuk memastikan, bahwa menjadi sehat itu penting.

Pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pemberian Bantuan Makanan Tambahan (BMT), termasuk juga yang baru-baru ini digalakkan, yaitu penanganan gizi buruk dan penyakit stunting.

Seperti diketahui, saat ini diketahui sekitar 37 persen atau kurang lebih 9 juta anak balita di Indonesia mengalami masalah stunting (Riskesdas 2013, Kemenkes). Baseline data prevalensi stunting pada tahun 2014 adalah 32,9% dengan target 2019 sebesar 28,0 persen dan capaian tahun 2016 adalah 26,1%. Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya (merdeka.com). Stunting tidak hanya diartikan sebagai kerdil karena kekurangan gizi kronis semata, karena ia akan berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit dan penurunan produktivitas.

Sehingga tidak aneh ketika pemerintah begitu serius untuk menangani penyakit ini, bahkan sampai menghabiskan dana sebesar Rp. 60 triliun, yang diperoleh dari “sumbangan” berbagai kementerian dan lembaga terkait. Rp. 60 triliun merupakan angka yang cukup besar. Tapi semua mafhum, bahwa ini bukan persoalan angka semata, tapi persoalan kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Angka sebesar apapun, akan menjadi kecil jika berkaitan dengan pembangunan manusia. Bukankah sejatinya semua nilai dan angka yang tertera di APBN Negara adalah untuk kepentingan rakyat?

Untuk itulah, dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dihadiri oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Puan Maharani menerangkan konsep penanganan atau penyelesaian gizi buruk dan stunting. Menurut Puan Maharani, kerangka penanganan stunting terbagi menjadi dua yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. "Kedua hal ini membutuhkan kerjasama antara pemerintah pusat dengan peran Pemda dalam bentuk edukasi dan sosialisasi, makanan tambahan, suplemen, imunisasi, infrastruktur air bersih, infrastruktur sanitasi dan bantuan keluarga miskin," papar Puan. Sehingga, dengan kerjasama semua pihak dan gotong royong, kasus stunting dapat ditekan, atau mungkin tidak akan lagi.

Dalam konteks ini, bersama segenap usaha dan ikhtiar yang dilakukannya melalui tindakan koordinatif untuk kesehatan Indonesia, tidak salah ketika Puan Maharani layak menjadi Srikandi Kesehatan Indonesia.

  • view 170