Kerja Pasti; Membaca Sisi Lain Gaya Puan Maharani

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Tokoh
dipublikasikan 04 Juli 2017
Kerja Pasti; Membaca Sisi Lain Gaya Puan Maharani

Bagi sebagian kita, mungkin, meyakini betul, bahwa kerja seseorang tidak bisa dinilai dari semata gebrakan yang dilakukan. Satu sisi, tentu saja akan terlihat sangat “wah”. Tapi pada sisi yang lain, gebrakan itu akan menjadi basi tanpa konsistensi. Untuk apa mengeluarkan kebijakan yang menggebrak tapi setelah itu programnya “mati”? Atau untuk apa kebijakan mengguncang ketika justru menjadi bahan gunjingan karena dianggap “salah jalan”? Artinya, kurang benar ketika melihat kinerja hanya dari gebrakan (yang biasanya satu-dua saja).

Berbeda dengan Puan Maharani yang lebih memilih melakukan kerja-kerjanya dengan lebih “tenang” sebagaimana alur yang sudah disepakati, karena sebagai Kementerian yang tidak mengurusi hal-hal teknis, tentu kerja Kemenko tidak bisa serta merta disamakan dengan Kementerian (atau Menterinya) yang bergulat dengan hal-hal teknis di lapangan.

Membandingkan kerja Kemenko dengan Kementerian Teknis adalah sebuah kekeliruan yang nyata karena kita tidak bisa membandingkan kerja Puan Maharani dengan Susi Pudjiastuti, misalnya, atau mungkin dengan Khafifah. Membandingkan Kemenko, harus dengan sesama Kemenko-nya, seperti Kemenko Polhukam, Kemenko Kemaritiman, atau yang lainnya. Itu adil namanya.

Meski begitu, Puan Maharani melakukan kerja pasti, sekaligus pasti kerja. Koordinasi antar Kementerian yang menjadi tugasnya berhasil dilaksanakan dengan baik. Banyak apresiasi yang diberikan kepada Kementerian Koordinator yang dipimpinnya, termasuk apresiasi terhadap Kementerian yang berada di bawah garis koordinasinya, sebut saja seperti Kemensos, Kemenkes, Kemendikbud, Kemenpora, dan Kementerian atau lembaga lainnya.

Maka, meski sepi dari hingar bingar dan selalu menjadi pembicaraan orang-orang, Puan Maharani dapat bekerja dan melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Sosok perempuan yang semangat meski selalu diterpa dengan isu miring atau diserang dengan negasi yang tidak mendasar. Kemiskinan bisa ditekan dan pengangguran bisa ditekan, angka kesenjangan sosial dapat diperbaiki.

KIP, KIS, PKH, dan lainnya dapat tersebar dengan baik ke beberapa daerah dan pelosok-pelosok negeri. Revolusi Mental terus menerus dikembangkan. Persiapan Asian Games 2018 berjalan sesuai yang diharapkan. Termasuk juga revitalisasi SMK, Kampung KB, dan komitmen serta konsistensi Puan Maharani untuk menjaga NKRI melalui perlawanan terhadap segala bentuk tindakan intoleran dan sewenang-wenang, radikalisme dan ekstrimisme. Perbaikan dalam bidang olah raga, kepastian kesehatan rakyat melalui program bantuan yang bermanfaat.

Puan Maharani memilih untuk kerja-pasti, dan pasti kerja. Meski dianggap sepi dengan gebrakan, tapi Puan Maharani konsisten untuk menyelesaikan yang sudah direncanakan dengan hasil sesuai yang sesuai harapan. Tentu saja dengan tanpa melupakan urgensi kreativitas dan inovasi nyata.

  • view 101