Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 16 Juni 2017   01:25 WIB
Pembelaan Puan Maharani Terhadap Reny Wahyuni

Seperti diketahui, berita tentang penolakan Reny Wahyuni, pasien BPJS yang ditolak di 7 rumah sakit sekaligus (RS Ananda Bekasi, RS Anna Medika Bekasi, RS Mekar Sari, RS Bakti Kartini, RS Bella, RS Hermina, dan RSUD Kota Bekasi) menjadi viral. Bukan hanya karena Reny Wahyuni akhirnya diterima di RS Koja, Jakarta Utara, dan anak yang dilahirkannya meninggal, tapi juga tentang (lagi-lagi) negeri ini berkutat dengan aturan, bukan kemanusiaan. Dan negara, akan selalu menjadi “sasaran tembak” yang mematikan karena ulah dari Rumas Sakit yang “tidak berperasaan” itu.

Ini bukan satu-satunya, tapi dalam sejarah berdirinya BPJS yang diharapkan akan memudahkan masyarakat untuk berobat, kerap kali terjadi penolakan oleh Rumah Sakit. Pada akhirnya, rakyat menjadi korban.

Menanggapi hal ini Puan Maharani, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, tegas menyatakan keprihatinannya atas kasus yang menimpa Reny Wahyuni ini. Puan Maharani akan menggunakan posisi dan jabatannya untuk meminta klarifikasi langsung dari Dirut BPJS, serta akan mengkoordinasikan tindak lanjutnya ke Kementerian Kesehatan. Tentu saja ini juga persoalan Puan Maharani, terutama dalam statusnya sebagai Menko, Kementerian Kesehatan adalah salah satu Kementerian yang berada di bawah garis koordinasinya.

Dalam konteks ini, jelas pembelaan Puan Maharani terhadap rakyat, terutama dalam hal kesehatan. Menolak rakyat untuk berobat dengan fasilitas yang diberikan oleh negara, tentu merupakan sebuah kekeliruan. Toh, meskipun nanti tidak bersalah secara aturan dan perundang-undangan, tapi secara kemanusiaan, Rumah Sakit tersebut telah mengabaikan kesehatan seseorang.

Puan Maharani serius menanggapi permasalahan ini karena (lagi-lagi) akan menjadi preseden yang buruk bagi yang lainnya. Maka Puan Maharani akan melakukan klarifikasi terkait masalah ini. Menurutnya, kalau hanya alasan belum bayar BPJS, sebenarnya ada mekanisme pelayanan terlebih dahulu untuk situasi darurat. Inilah yang disayangkan oleh Puan Maharani, karena seharusnya, sisi humanitas lebih didahulukan ketimbang sisi aturan, apalagi sisi materi.

Maka, membaca pembelaan Puan Maharani terhadap Reny Wahyuni ini, sekali lagi kita disajikan fakta di sisi mana Puan Maharani berdiri, yaitu di sisi rakyat yang mesti dibela. Artinya, Puan Maharani peduli terhadap kasus dan penderitaan rakyat kecil. Kita tentu masih ingat ketika beberapa waktu yang lalu Puan Maharani bersama Presiden memberikan bantuan langsung terhadap Muhammad Ali. Bantuan tersebut tentu tidak bisa menjangkau setiap orang dan setiap saat, tapi setidaknya, kita tidak bisa menafikan pembelaan Puan Maharani terhadap rakyat kecil yang menderita, apalagi “dideritakan” karena hanya mekanisme dan aturan yang ribet!.

Karya : Anis Jaya