Komitmen Puan Maharani Untuk Para TKI Bermasalah di Arab Saudi

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Politik
dipublikasikan 15 Juni 2017
Komitmen Puan Maharani Untuk Para TKI Bermasalah di Arab Saudi

 

Beberapa waktu yang lalu ketika melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi untuk memastikan persiapan pelaksanaan ibadah haji, Puan Maharani juga mengunjungi secara langsung saudara-saudara para TKI bermasalah (overstay/undocumented) di tempat penampungan.

Ketika itu, Puan Maharani merasa terenyuh ketika mendengarkan langsung keluh-kesah mereka karena ada yang puluhan tahun tidak pulang dan tidak berkomunikasi dengan keluarganya; ada yang sekian lama tidak digaji; dan ada yang mengalami kekerasan. Tidak hanya itu, kenyataan bahwa para TKI bermasalah itu adalah mayoritas perempuan, membuat Puan Maharani semakin prihatin.

Puan Maharani juga sempat menanyakan bagaimana pelayanan di tempat penampungan, terutama tentang kesehatan mereka. Pada akhir kesempatan yang menyedihkan itu, Puan Maharani sempat menyerukan “pulanglah, daripada hidup terlunta-lunta di negeri orang lebih baik hidup bahagia bersama keluarga tercinta”.

Kalimat tersebut disampaikan, bersamaan dengan program amnesti yang diberikan oleh pemerintah Saudi Arabia terhadap warga asing yang mempunyai masalah keimigrasian, kependudukan, dan ketenaga-kerjaan untuk kembali ke negaranya dengan biaya mandiri tanpa dikenai denda dan tidak masuk dalam daftar cekal (blacklist). Puan Maharani juga berkomitmen untuk membantu dan melakukan pendampingan terhadap mereka, asal mau pulang ke Indonesia.

Komitmen itu kemudian direalisasikan Puan Maharani secara nyata. Bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, BNP2TKI, dan Kemenakertrans, Kemenko PMK melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak menerima pemulangan para TKI program amnesti Kerajaan Arab Saudi 2017 di Pusat Informasi Pelayanan dan Pengaduan TKI, bandara Soekarno Hatta.

Berbagai koordinasi dan kerjasama telah dilakukan Kemenko PMK, karena tentu saja ini bukan hanya persoalan TKI bermasalah saja, tapi sudah masuk pada ranah kemanusiaan. Program amnesti ini menjadi momentum bagi para TKI yang bermasalah untuk pulang ke Indonesia dengan tanpa masalah, sekaligus tidak dianggap sebagai orang bersalah oleh Arab Saudi sehingga tidak dicekal.

Dalam konteks ini, kita bisa membaca Puan Maharani sebagai pajabat negara yang peduli terhadap nasib saudara-saudaranya di negeri rantau. Setelah bertemu dan mengetahui langsung kondisi di lapangan, Puan Maharani merasa bertanggung-jawab dan perlu ikut membantu menyukseskan program ini. Setidaknya, apa yang diketahui secara langsung oleh Puan Maharani, menjadi modal untuk membuat kebijakan dan strategi kerjasama yang memungkinkan para TKI bermasalah itu bisa pulang ke Indonesia.

“Meski bermasalah, para TKI tersebut tetaplah rakyat Indonesia, saudara kita!” tegas Puan Maharani ketika itu.

  • view 37