Puan Maharani: Saya Indonesia, Saya Pancasila

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Tokoh
dipublikasikan 31 Mei 2017
Puan Maharani: Saya Indonesia, Saya Pancasila

Sebagai Kementerian yang secara khusus ditugaskan untuk membangun manusia-manusia dan kebudayaan Indonesia, Puan Maharani sadar betul, bahwa dalam konteks membangun itu, Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa tidak bisa dialpakan dari setiap proses tersebut, karena menjadikan Pancasila sebagai sumber dan rujukan, berarti mengembalikan nilai-nilai Pancasila sebagai “ruh” dalam proses kehidupan yang toleran, tenggang rasa, tepo seliro, gotong royong, dan berkeadaban.

Hal ini menemukan momentumnya ketika besok, tanggal 1 Juni, dalam setiap tahunnya diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila berdasarkan pidato yang disampaikan oleh Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI dengan judul “Pancasila”.

Maka, kembali pada Pancasila sebagai nilai dalam kehidupan menjadi sebuah keniscayaan setiap kita, terutama ketika kondisi bangsa tak henti-hentinya diselingi perselisihan dan perbedaan yang mestinya bisa dikomunikasikan.

Maka untuk tujuan itulah, Puan Maharani, mengadakan #PekanPancasila, sebagai sebuah upaya untuk merayakan Pancasila sebagai sesuatu yang final sekaligus perlunya kembali pada Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Sebagai upayan untuk ke arah itu, Puan Maharani secara tegas mengumandangkan “Saya Indonesia, Saya Pancasila”.

“Saya Indonesia, Saya Pancasila” sebagai sebuah spirit yang ingin ditularkan oleh Puan maharani kepada segenap rakyat Indonesia, bahwa sebagai anak bangsa yang lahir dari rahim Indonesia, Pancasila menjadi konsensus yang tak bisa ditolak apalagi diubah.

Bukan hanya “daya magis” dari Pancasila yang luar biasa sehingga mampu menyatukan segenap perbedaan yang ada, tapi sekaligus sebagai sebuah kesadaran purna, bahwa untuk membangun manusia Indonesia, budaya, dan bangsa, Pancasila harus dijadikan pondasi dasarnya.

Semangat itu pun ditularkan kepada para anak-anak, pelajar, pemuda dalam rangkaian #PekanPancasila. Hal ini tampak ketika salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan menghadirkan Praktisi Anak, Kak Seto, untuk memberikan penjelasan tentang segala hal yang berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila di depan anak-anak. Kak Seto menyampaikan, bahwa anak Indonesia harus kreatif, cerdas, hormat kepada yang lebih tua, memiliki persatuan dan kasih sayang sesama manusia. Dengan interaksi khas dan dibumbui dongeng, anak-anak yang hadir merasa sedang. Terutama karena ada hadiah dan doorprizenya.

Tidak hanya itu, upaya #Pekan Pancasila melalui “Saya Indonesia, Saya Pancasila” dapat dibaca sebagai upaya kreatif dan inovatif dari Puan Maharani untuk mengisi Hari Lahir Pancasila dengan sesuatu yang berbeda, bermanfaat, dan berkah (terutama bersamaan dengan ramadhan) dengan tanpa mengurangi tujuan utamanya yaitu untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

Kreatif, inovatif, dan terbuka menjadi ciri khas kerja Puan Maharani sebagai menteri.

  • view 56