Puan Maharani dan Konsep Gotong Royong

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Politik
dipublikasikan 29 Mei 2017
Puan Maharani dan Konsep Gotong Royong

Gotong royong adalah budaya bangsa yang harus dilestarikan karena ia lahir dari pergulatan kehidupan sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan luhur dan “nilai universal” bagi heterogenitas bangsa ini. Sebagai makhluk sosial, gotong royong seharusnya menjadi ruh dan energi dari setiap pekerjaan.

Dengan gotong royong, semua pekerjaan akan menjadi lebih ringan karena saling membantu, saling bekerjasama, saling memerhatikan, dan saling mengevaluasi; bekerja bersama-sama, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing.

Itulah pesan Puan Maharani ketika memberikan arahan terkait persiapan Asian Games 2018, sebuah “gawe” besar yang tidak hanya mempertaruhkan prestasi bangsa, tapi sekaligus marwah dan martabat Indonesia di mata dunia internasional. Dalam kesempatan itu, menafikan rasa lelah karena baru saja datang dari kunjungan kerja, Puan Maharani ingin memastikan perkembangan dari persiapan yang bisa dilaporkan.

Puan menginginkan, agar progres dari seluruh agenda yang sudah ditentukan, segera dilaporkan. Harus ada rerembukan dan perbaikan sebelum diajukan ke Wapres Jusuf Kalla. Sehingga, perlu ada komitmen untuk bekerja bersama dengan semangat gotong royong agar helatan akbar ini bisa terselenggarakan dengan baik da sukses; baik penyelenggaraan dan prestasinya.

Tidak hanya kali ini Puan Maharani mementingkan gotong royong untuk dijadikan energi dan sumber kekuatan dalam setiap pekerjaan. Dulu, ketika Puan Maharani diberi kesempatan untuk berbicara di forum PBB, ia juga menekankan pentingnya melakukan kerja gotong royong, bekerja bersama, terutama bagi negara-negara berkembang untuk dpat mencapai target yang diinginkan dalam MDGs, misalnya. Menurutnya, semua negara harus melakukan kerja gotong royong, saling membantu, sehingga bisa maju bersama-sama. Tak ada negara yang tertinggal di belakang punggung.

Artinya, ini bukan hanya menjadi bagian penting dari konsep Revolusi Mental dimana gotong royong menjadi bagian pentingnya, tapi sekaligus menjadi komitmen Puan Maharani untuk mengembalikan semangat gotong royong ditengah gerusan individualisme, hedonisme, permisifisme yang mengkhawatirkan. Karakter dunia global meniscayakan alpa terhadap nilai-nilai luhur yang sudah lama digunakan, termasuk nilai-nilai “ketimuran” dan hidup berkeadaban.

Semangat ini penting untuk dikembangkan sehingga menjadi sebuah nilai bersama, terutama karena gotong royong menjadi kunci dari keberhasilan koordinasi dalam sebuah kerja. Konsep gotong royong harus dikembalikan lagi untuk menjadi ruh. Maka, Puan Maharani, dalam setiap rapat dan koordinasinya, selalu menekankan pentingnya saling membantu, kerja sama dan sama kerja, dan gotong royong semua pihak untuk bersama-sama melanjutkan komitmen untuk menyukseskan agenda yang sudah direncanakan.

  • view 54