Komitmen Kebangsaan Puan Maharani

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Politik
dipublikasikan 19 Mei 2017
Komitmen Kebangsaan Puan Maharani

Puan Maharani adalah sosok menteri yang mempunyai komitmen kebangsaan yang kuat. Dalam banyak kesempatan, kita bias melihatnya menyampaikan dan meminta untuk merawat dan menjaga tugas kebangsaan kita dengan kembali pada nilai-nilai luhur Pancasila, kebhinnekaan, toleransi, NKRI sebagai harga mati, dan perilaku berkeadaban melalui saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Termasuk, Puan Maharani kerap menyitir tentang pentingnya gerakan revolusi mental untuk menjadikan Indonesia semakin kuat dan hebat. Hal tersebut secara konsisten disampaikan dalam berbagai pertemuan dan lawatan. Tentu saja selain tugasnya sebagai menteri, juga sebagai bagian penting dari mencegah semakin suburnya paham-paham radikal, ekstrim, dan intoleran yang akhir-akhir ini mengkhawatirkan.

Apa yang dilakukan Puan Maharani bisa dimaknai sebagai usaha untuk menjadikan semua pihak ikut bertanggung jawab atas keberlangsungan bangsa ini. Tak bisa usaha untuk mengawal bangsa ini hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi memerlukan keterlibatan dari semua pihak, elemen, dan entitas bangsa yang bahu-membahu, bekerja sama, dan bergotong royong untuk melawan setiap gerakan yang ingin merusak keutuhan dan persatuan bangsa ini. Sehingga tidak aneh ketika Puan Maharani melakukan kunjungan ke berbagai organisasi massa untuk mengajak bersama-sama pemerintah menjaga Indonesia.

Beberapa waktu lalu, untuk menggalakkan toleransi antar umat, Puan Maharani berkunjung ke PBNU dan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk kepentingan toleransi dan bekerja sama dalam konteks gerakan revolusi mental. Beberapa hari yang lalu juga, Puan Maharani melakukan kunjungan ke PP Muhammadiyah untuk kepentingan yang sama, toleransi dan semangat menjaga pluralisme kebangsaan.

Tentu bukan tanpa alasan Puan Maharani mengunjungi dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini. NU dan Muhammadiyah, meski kerap berbeda dalam pandangan keagamaan, tapi kedua tidak diragukan lagi sebagai organisasi berbasis massa yang konsisten dan mempunyai komitmen kuat untuk menjaga NKRI. Kelompok Islam yang moderat, damai, dan representasi dari konsep rahmatan lil ‘alamin, dan diakui atau tidak, keberlangsungan keislaman Indonesia dipengaruhi oleh kedua ormas tersebut. Keduanya, akan selalu menjadi benteng tangguh yang akan mengawal keberislaman dan keindonesiaan kita.

Artinya, dalam konteks ini dapat kita pahami komitmen Puan Maharani, sebagai Menko PMK, bersama-sama dengan NU dan Muhammadiyah adalah bagian penting dari proses melanjutkan komitmen kebangsaan, merawat dan menjaga NKRI, dan kebhinnekaan untuk melawan segala bentuk perilaku dan paham radikal, ekstrim, serta intoleran.