Kepedulian Puan Maharani Terhadap Kesehatan (Calon) Jama’ah Haji!

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Politik
dipublikasikan 27 April 2017
Kepedulian Puan Maharani Terhadap Kesehatan (Calon) Jama’ah Haji!

Satu diantara banyak hal yang menjadi permasalahan klasik dalam pelayanan bagi (calon) jama’ah haji Indonesia adalah persoalan kesehatan. Padahal, kesehatan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap (calon) jama’ah haji. Tanpa kesehatan yang purna, bisa jadi (calon) jama’ah haji dikatakan sebagai orang yang tidak masuk dalam kriteria manistatha’a (mempunyai kemampuan). Kemampuan dalam konteks itu, tidak bisa hanya dimaknai dengan kemampuan finansial, tapi juga kemampuan fisik alias kesehatan.

Itulah yang menjadi dasar berpikir Puan Maharani untuk melakukan kerja sebagai bentuk kepeduliannya kepada Jama’ah Haji dalam hal kesehatan. Sehingga, ketika selesai melaksanakan rapat tentang kesiapan haji 2017 di Madinah, Puan Maharani melakukan kunjungan langsung untuk memastikan persediaan obat-obatan, ruang perawatan (termasuk ruang gawat darurat). Segala persiapan harus dipikirkan sedemikian rupa, terutama ketika jumlah (calon) jamaah haji ditambah, sehingga diperlukan usaha yang lebih ekstra.

Puan Maharani begitu peduli terhadap pelaksanaan haji untuk tahun ini karena selain untuk memastikan seluruh persiapan, juga penting untuk diingat, bahwa jumlah kuota tahun ini bertambah. sehingga persiapan ekstra perlu diperhatikan, termasuk bagaimana memastikan kesehatan para (calon) jamaah haji tetap terjaga, sejak berangkat hingga pulang kembali ke tanah air. Palayanan purna harus diberikan kepada para calon tamu Allah.

Puan Maharani juga menyampaikan agar para calon jamaan haji mengetahui dan memastikan kesehatan masing-masing untuk kemudian melakukan berbagai cara agar kondisi kesehatan serta stamina tetap prima. Rasa lelah dalam melaksanakan ibadah akan muncul, dan kesehatan tubuh mutlak diperlukan.

Sehingga, sebagai bentuk kepedulian Puan Maharani untuk kesehatan para (calon) jamaah haji, ia memeriksa langsung fasilitas kesehatan yang dipersiapkan. Puan Maharani meninjau fasilitas Klinik Haji Indonesia yang sebelumnya merupakan Balai Pengobatan Haji Indonesia didampingi oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Fasilitas kesehatan itu menyediakan 75 tempat tidur rawat, 20 tempat tidur UGD, dan 80 petugas kesehatan haji. Adapun sifat pelayanannya adalah pelayanan dasar dan emergensi.

Lantai 1 Klinik Haji Indonesia dimanfaatkan untuk ruang rawat psikiatri, ruang rawat laki-laki dan perempuan. Selain itu terdapat juga ruang penunjang seperti radiologi, laboratorium gizi, poli gigi dan ruang linen. Sementara untuk lantai 2 dipergunakan untuk depo obat dan alat kesehatan, dan ruang kerja petugas sanitasi, surveillance, dan siskohatkes. Guna memberikan pelayanan maksimal, Klinik Haji Indonesia dilengkapi dengan delapan ambulans dan 80 petugas. Tentu kalau dibandingkan dengan jumlah (calon) jamaah haji di Indonesia yang banyak, fasilitas itu belum mencukupi, tapi tetap diharapkan dapat memberikan pelayanan yang purna kepada para jamaah.

Hal-hal yang kurang dari fasilitas kesehatan itu, sebisa mungkin akan ditambah. Begitulah kepedulian pemerintah untuk menjadikan pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dengan pelayanan kesehatan yang memadai. Puan Maharani memulai usaha itu dengan kerja nyata, ketika melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi.

  • view 36