Puan Maharani: Bekerja, Islam, dan Cerdas

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Politik
dipublikasikan 22 April 2017
Puan Maharani: Bekerja, Islam, dan Cerdas

Kita perlu memulai dengan logika pertanyaan sederhana, apakah benar Puan Maharani, yang sudah menjabat sebagai menteri selama lebih dari dua tahun ini tidak bekerja? Tidak berbuat apa-apa? Tentu saja tidak benar dan tidak mungkin! Aneh saja kalau ada menteri yang seperti itu, dan Jokowi pasti akan segera menggantinya, sebaik dan semanis apapun keuntungan politik yang ditawarkannya.

Artinya, ketika benar dipertahankan, Puan Maharani bertahan karena ia mempunyai kinerja dan modal komunikasi yang baik. Puan Maharani, meski cenderung agak muda secara usia adalah orang politik yang kenyang pengalaman dalam konteks perpolitikan di Indonesia. Kemampuan komunikasi dan “lobisasinya” sudah teruji.

Sehingga, aneh saja ketika ada orang yang mengatakan, bahwa Puan Maharani tidak bekerja dan hanya penghias Kabinet Kerja, apalagi hanya dianggap sebagai titipan semata!. Inilah yang justru muncul di permukaan. Kalau kita mau sedikit kepo di Google, ketika menaruh nama Puan Maharani di mesin pencarian itu, yang muncul adalah Puan Maharani Masuk Kristen, Puan Maharani Murtad Gara-gara Duladi, Puan Maharani Menteri Bodoh, dan konotasi negative lain yang sebenarnya sangat terasa aneh.

Puan Maharani bekerja, dan itu nyata. Ia bekerja keras untuk memajukan Indonesia. Dedikasi dan pengabdiannya untuk bangsa bisa dilihat dari keberhasilannya dalam mengupayakan penyaluran dan bantuan kepada rakyat Indonesia. Kesuksesan KIS, KIP, PKH, tentu menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari peran Puan Maharani, dengan tanpa menafikan menteri-menterinya. Revolusi mental, persiapan Asian Games 2018, konsep Indonesia Hebat, dan lainnya adalah bagian dari kerja Puan Maharani yang tak bisa dilupakan begitu saja.

Puan Maharani Islam, itu fakta. Ia tidak pernah murtad, apalagi berpindah agama. Ini tidak mau membicarakan agama, tapi fakta harus disampaikan secara sempurna. Berita yang menegasikannya ternyata adalah berita abal-abal. Tapi kenapa tetap konsisten teratas di Google? Lucu saja. Puan Maharani juga cerdas, terutama dalam mengejawantahkan pesan dan keinginan Presiden. Kemampuan itulah yang alpa dari bidikan masyarakat karena lebih tertarik dengan sisi negatif saja. Jadi, yang mengatakan Puan Maharani adalah menteri bodoh, itu sama sekali tak beralasan.

Apakah kita mengharapkan Puan Maharani menjadi sosok yang booming seperti menteri lain? Tentu saja tak harus, dan tak perlu. Kenapa? Karena tugas menteri coordinator tidak bisa disamakan dengan tugas menteri yang sifatnya teknis sehingga berkaitan langsung dengan kebijakan teknisnya. Tak bisa membandingkan kinerja Puan Maharani dengan menteri Susi, misalnya. Tidak bisa, karena meski sama-sama menteri tapi berbeda dalam struktur kabinet. Itulah yang perlu dipahami.

Puan Maharani itu menteri cerdas. Bekerja keras, menuju tuntas. Kalau tidak cerdas, ia tak mungkin menjadi menteri. Kalau tidak cerdas, tak mungkin ia bekerja dan berprestasi sebagai menteri. Kalau tidak cerdas, ia tak mungkin mampu menerjemahkan instruksi Presiden dengan baik. Jadi, sesederhana itu.

  • view 129

  • Anis Jaya
    Anis Jaya
    7 bulan yang lalu.
    Namanya saja tai, ya otaknya pasti berisi itu! Korup? Buktinya mana? Yang jelas, ya, bukan yang omong kosong! Kalau ada, saya pengen tahu datanya, lalu kita ketemuan dimana.

  • tai gedi
    tai gedi
    7 bulan yang lalu.
    pencitraan apa lagi ni
    korup gitu kok dibilang islam