Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 19 April 2017   13:38 WIB
Jangan Salah Kaprah Menilai Puan Maharani!

Jangan Salah Kaprah Menilai Puan Maharani!

 

Salah kaprah adalah sebuah istilah untuk menunjukkan kesalahan yang “diampuni” dan dikaprahkan karena banyak orang yang meyakini kebenarannya meski belum tentu merupakan sebuah fakta. Salah kaprah, biasanya bukan hanya muncul dari pikiran subjektif, tapi juga muncul sebagai bagian dari kebiasaan nyinyir yang terus-menerus dihembuskan karena, biasanya, sebagai ekspresi kekecewaan.

Itulah yang dialami Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Meski dalam banyak data dinyatakan bekerja, berprestasi, dan meningkat, tapi berita yang muncul (terutama di medsos) adalah kejelekan dan pesimisme berlebihan terhadap Puan Maharani, terutama karena selalu dikaitkan dengan titipan dan nama besar Ibunya, Megawati Soekarnoputri. Sehingga, hal itu mengaburkan objektivitas dan kejernihan penilaian yang sebenarnya terhadap Puan Maharani.

Kemudian, yang terjadi adalah penilaian yang salah kaprah karena hanya berlandaskan opini-opini subjektif dan “sesat” tentang Puan Maharani. Dimana-mana, salah kaprah selalu benar karena dikaprahkan sebagai bukan bagian dari kesalahan. Salah yang secara konsisten dan secara massif dilakukan, akan menjadi kebenaran pada akhirnya. Itulah yang perlu dihentikan!

Artinya, mari secara jujur melihat Puan Maharani sebagai menteri yang bekerja. Puan Maharani adalah sosok representasi perempuan Indonesia, yang mampu mengabdikan dirinya untuk membangun dan demi kemajuan bangsa. Dalam banyak kesempatan, tentu kita bisa melihat kiprahnya. Bukan hanya soal program kerja, tapi juga soal kebijakan yang secara koordinatif berhasil menciptakan hasil yang signifikan untuk membangun Indonesia.

Ide dan gagasan Puan Maharani tentang Indonesia Hebat, misalnya, menjadi bagian penting dari konsepnya untuk berkiprah dan mengabdi untuk bangsa. Itu dilakukan dengan perannya dalam menciptakan kebijakan. Keberhasilan KIS, KIP, PKH, dan beberapa program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat adalah bagian dari usahanya untuk menghadirkan Negara secara langsung di hati masyarakat. Dan nyatanya, Puan Maharani, hampir selalu, hadir dalam setiap pembagian kartu-kartu sakti tersebut.

Kita juga bisa melihat perannya dalam pelaksanaan revolusi mental. Memang belum tampak, tapi usaha menuju ke arah itu menjadi semakin nyata. Puan Maharani juga begitu konsisten dalam melakukan tugasnya untuk ikut menyukseskan gelaran Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Indonesia, Jakarta dan Palembang. Dalam beberapa kesempatan, Puan Maharani sering memimpin dan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait (terutama kementerian yang ada di bawah garis koordinasinya) untuk memastikan berbagai program yang sudah diagendakan, sehingga menjadi kesuksesan bersama.

Tulisan singkat ini, tentu saja tak mungkin untuk menjelaskan apa saja kerja dan prestasi Puan Maharani sebagai menteri, tapi bagaimanapun, terlepas dari segala kekurangannya, ia telah melakukan kerja keras untuk ikut membangun dan mengabdi terhadap bangsa. Jadi, sepertinya tak perlu lagi untuk salah kaprah menilai Puan Maharani, karena Puan Maharani telah bekerja!

Karya : Anis Jaya