Puan Maharani: Indonesia Harus Berdikari Secara Ekonomi!

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Politik
dipublikasikan 09 April 2017
Puan Maharani: Indonesia Harus Berdikari Secara Ekonomi!

Urgensi berdikarinya –berdiri di atas kaki sendiri atau mandiri– sebuah bangsa tak perlu dipertanyakan lagi, karena hanya dengan perekonomian yang berdikari, sebuah bangsa akan menjadi bangsa yang mandiri, kuat dan tahan, dan tentu saja hebat. Ketidakmampuan sebuah Negara untuk berdikari secara ekonomi, akan mengembalikannya pada masa-masa penjajahan oleh bangsa lain. Oleh karena itu, kita sering mendengar istilah dijajah secara ekonomi.

Tentu saja dijajah secara ekonomi mempunyai efek yang tidak kalah mengenaskannya dibandingkan dengan dijajah secara fisik karena sektor ekonomi menjadi leading sector yang akan menentukan maju dan tidaknya sebuah Negara, bahkan hidup tidaknya sebuah Negara. Ekonomi yang hancur, akan mendatangkan dampak buruk terhadap Negara. Sehingga menjadi penting untuk berdikari secara ekonomi dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada untuk sebanyak-banyaknya demi kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang menjadi renungan dari Puan Maharani sehingga dengan sadar ia menggagas pentingnya untuk berdikari dan mandiri secara ekonomi bagi bangsa Indonesia sehingga Indonesia menjadi lebih hebat.

Bagaimana berdikari secara ekonomi menurut Puan Maharani?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, pertama, Indonesia harus berdaulat dalam pangan, energi, keuangan, dan bidang maritim. Berdaulat dalam arti seutuhnya, bahwa semua bidang tersebut benar-benar hanya dikuasai oleh Indonesia dan menghasilkan sebanyak-banyaknya keuntungan untuk Indonesia, bukan untuk Negara lain. Kedaulatan, bukan lagi ketahanan. Pangan dan energi yang berdaulat, akan menjadikan Indonesia yang kaya mendapatkan banyak manfaat dari kekayaannya. Begitu pula dengan kedaulatan dalam hal keuangan, maritim, dan pertahanan.

Terlebih Indonesia sebagai Negara maritim, penting untuk menunjukkan kedaulatannya. Penting untuk menjadikan kekayaan maritim sebagai kekuatan, yang beberapa tahun terakhir ini, diaplikasikan oleh pemerintahan dalam sebuah kebijakan kembali pada laut, tidak lagi memunggunginya. Sebab disitulah, potensi kekayaan Indonesia bisa dikembangkan. Adanya tol laut dan aturan tegas tentang kekayaan laut Indonesia menjadi bagian penting untuk menegakkan supremasi Indonesia di mata dunia tentang kedaulatan Indonesia.

Kedua, reformasi pajak. Reformasi pajak, tentu berkait-kelindan dengan peran vital pajak untuk menopang kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa pajak, Negara akan mati. Sehingga pengelolaan pajak harus benar-benar baik, tanpa praktik-praktik korupsi dan pungutan liar yang menyengsarakan. Menyedihkan ketika pajak dijadikan oleh oknum tertentu untuk memperkaya diri, sehingga perlu untuk melakukan reformasi, baik dari pengelolaan, integritas, target capaian, serta penggunaannya. Perolehan pajak yang rendah, apalagi bermasalah, akan menjadikan Indonesia sebagai Negara miskin, yang untuk menghidupiya, harus pontang-panting hutang ke Negara lain.

Ketiga, sistem jaminan sosial. Jaminan sosial adalah pelayanan, untuk memastikan kehadiran Negara bagi seluruh rakyatnya. Hari ini, kita berbahagian karena pemerintah sangat peduli terhadap jaminan sosial yang menjadi amanah undang-undang untuk dilaksanakan. Dalam banyak kesempatan, kita bisa melihat bagaimana “Kartu Sakti” yang menjadi andalan Jokowi-JK bukan lagi menjadi jargon semata yang tidak berimplikasi di dunia nyata. Puan Maharani selalu hadir disitu, untuk memastikan dan menjamin, bahwa seluruh warga yang pantas, dapat menerima manfaat dari dari program tersebut.

Artinya, dalam konteks berdikari secara ekonomi, ketiga hal tersebut penting diupayakan untuk membuat Indonesia Hebat di masa yang akan datang. Puan Maharani adalah salah satu menteri yang mempunyai pemikian dan kerja cemerlang untuk mewujudkan itu. Ide dan gagasan besar Puan Maharani untuk Indonesia begitu luar biasa, karena bersesuaian dengan kontes yang dihadapi bangsa ini.

Puan Maharani begitu serius memikirkan dan bekerja untuk merubah nasib bangsa ini, terutama berkaitan dengan bidang ekonomi sebagai sumber utama.

  • view 78