Puan Maharani: Pemimpin Masa Depan

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Politik
dipublikasikan 04 April 2017
Puan Maharani: Pemimpin Masa Depan

Baru-baru ini, kita "dikejutkan" dengan pernyataan Megawati Soekarnoputri untuk pensiun dari partai, tentu saja dalam posisinya sebagai pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan [PDIP]. Dibilang mengejutkan karena sosok Megawati masih belum bisa dilepaskan dari partai berlambang banteng itu, namun dalam posisi sebaliknya, pernyataan ini mengandung beberapa implikasi penting, diantaranya; pertama, akhirnya kita harus kembali para teori lama, bahwa regenerasi itu sangat penting dalam sebuah organisasi, termsuk partai. Karena partai yang tidak melakukan regenerasi, ia akan menemukan ajalnya, cepat atau lambat. Itulah kenapa dalam setiap partai, selalu ada istilah kaderisasi.

Kedua, dalam konteks kekinian, pernyataan Megawati ini menemukan momentumnya, terutama ketika kita melihat fakta yang tak terbantahkan, bahwa banyak kader-kader PDIP yang bagus dan mempunyai prospek di masa-masa yang akan datang. Bukan hanya Jokowi, yang berhasil dididik oleh PDIP dan sekarang menjadi Presiden RI ke-7, ada juga Ganjar Pranowo, Risma, dan sederet nama lain. Artinya, stock PDIP untuk "beradu" kader, tidak bisa diragukan lagi. Termasuk juga pemimpin-pemimpin muda potensial yang mempunyai kiprah menjanjikan dalam dunia politik masa depan.

Ketiga, pernyataan tersebut membuat publik bertanya-tanya, siapa sosok yang bisa menggantikan Megawati di tubuh partai penguasa itu? Tanpa ada komando dan arahan, semua mata mungkin langsung tertuju pada sosok Puan Maharani, yang sedari jauh memang seakan-akan sudah dipersiapkan oleh Megawati untuk menggantikannya. Sejak lama Puan Maharani sudah diperkenalkan dengan kerasnya politik di Indonesia oleh sang ibunda. Sehingga pengalaman politik yang didapatkannya, membuat Puan Maharani sebagai calon potensial untuk menggantikan Megawati, selain, tentu saja atas pertimbangan genetis dan keturunan.

Apakah Puan Maharani benar-benar layak menjadi pengganti Megawati? Tentu saja jawabannya, iya. Sangat layak. Bukan saja karena sosok Puan Maharani adalah trah penerus dari keluarga Soekarno, tapi juga, bahwa Puan Maharani sudah lama malang melintang dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Dengan posisi-posisi dan jabatan yang pernah diembannya, tak sulit rasanya untuk memantaskan Puan Maharani sebagai pengganti Megawati, terutama dengan posisinya saat ini sebagai Menteri Koordinator, yang bisa dikatakan sukses memimpin kementerian dan membangun komunikasi antar kementerian yang ada di bawah tanggung jawabnya.

Puan Maharani adalah sosok yang dipersiapkan untuk menjadi orang lapangan, inilah keunggulan lain jika dibandingkan dengan calon potensial lain seperti Prananda Prabowo, misalnya. Prananda lebih dipersiapkan sebagai sosok yang berada di balik layar, sementara Puan Maharani dibiarkan dewasa oleh pangalaman melalui politik praktis. Tentu keduanya mempunyai daya tempur yang berbeda, dan Puan Maharani lebih cocok untuk menggantikan Megawati karena politik itu memerlukan hal-hal praktis yang bisa dilakukan oleh orang berpengalaman. Apalagi, jabatan sebagai ketua umum partai, bukanlah sebuah posisi yang "aman", karena harus berurusan dengan lawan politik yang "serba canggih".

Dalam internal partai-pun, tidak akan terjadi gejolak yang berarti ketika Puan Majarani tampil menjadi penerus Megawati karena selama ini Puan Maharani menjadi sosok yang "aman" dan "nyaman" di partai. Tak pernah ada masalah yang berarti antara Puan Maharani dengan kader lain. Apalagi, Puan Maharani adalah sosok yang paham betul luar-dalam tentang PDIP dan telah melalui proses kaderisasi yang semestinya, hingga menjadi ketua tim pemenangan dalam beberapa pemilu, termasuk Pilpres 2014, dimana PDIP dan partai koalisi lainnya berhasil mengantarkan Jokowi-JK menjadi pemenang.

Artinya, Puan Maharani, ketika benar menjadi sosok yang menggantikan Megawati dalam kancah perpolitikan Indonesia, adalah sebuah keputusan yang tepat karena Puan Maharani adalah sosok representasi pemimpin masa depan yang ideal. Cerdas, pekerja keras, berintegritas, dan berpengalaman.

  • view 85