Kerja Antisipatif Puan Maharani Untuk Pelaksanan Haji

Anis Jaya
Karya Anis Jaya Kategori Inspiratif
dipublikasikan 03 April 2017
Kerja Antisipatif Puan Maharani Untuk Pelaksanan Haji

Meski pelaksanan haji masih lama, tapi pemerintah sudah sejak dini mempersiapkannya. Hal ini bukan saja langkah antisipatif serta menjadikan calon jamaah haji sebagai “pusat perhatian pelayanan”, tapi juga soal bertambahnya jumlah kuota yang diberikan kepada Indonesia, sebagai “oleh-oleh” khusus yang berikan Raja Salman ketika berkunjung kemarin. Tambahan kuota ini, tentu saja memerlukan persiapan khusus karena bukan hanya soal logistik semata, tapi juga soal pelayanan ibadah haji secara keseluruhan, terutama sekali soal kenyamanan sebagai sebuah keniscayaan.

Kuota haji tahun ini bertambah, antara lain karena renovasi di tanah suci sudah rampung dilakukan, sehingga jatah Indonesia kembali seperti semula yakni 211.000, dan ditambah hadiah dari Raja Salman bin Abdul Aziz sebanyak 10.000, sehigga total jamaah yang berangkat tahun ini mencapai 221.000.

Artinya, tak ada salahnya ketika pemerintah sedia payung sebelum hujan dalam mengantisipasi setiap permasalahan dan polemik yang bisa jadi muncul sehingga bisa diminimalisir melalui upayaantisipatif dari berbagaipermasalahan yang bias sajamuncul di kemudianhari. Secaradini, menjadipenting karena setiappermasalahan bias teruraisedikit demi sedikit, sehingga ketikapelaksanaan, tidakakanditemukanmasalah yang signifikan.

Kalau kita maumelihat data sejenak, memangbeberapa tahun terakhir, kita perlu mengapresiasi kinerja pemerintah dalam hal pelaksanaan haji ke Tanah Suci yang mengalamipeningkatan, baik dari segipelayanan dan kepuasanjama’ah, namuntetappentinguntukmelakukanpersiapansedinimungkin, sebagai arahan Puan Maharani karena Penyelenggaraanibadah haji memilikikompleksitastinggi, sehingga harusterusmematangkanpersiapan.

Berbagaikemudahan juga didapatkan, terutamabagicalon jamaah yang barumendaftar karena pendaftaranlebihsederhanamenjadiduatahap dari sebelumnyatigatahap. Selainitu, rute haji juga lebihefisien karena sudah dapatizinmendarattidakhanya di Jeddah tapisekarang juga di Madinah," ujarPuan.

Kemajuan lainnya, kata Puan, adalahsoalpeningkatankenyamananasrama haji, karena semua hotel bagi Jamaah Haji Indonesia setingkat hotel bintangtiga.Selainitu, jugasoalpengangkutanjemaahantarperhajian, di manatransportasi bus bisa stand by 24 jam, sehingga kalaudatangke masjid bisa terustetapstand by. Lebihlanjut kata Puan Maharani,progressoalkonsumsi juga sangatbaik karena sudah disiapkan jatah konsumsiitu 18 kali di Madinah dan 24 kali di Makkah. Sehingga, bagi Jamaah Haji Indonesia adamakanmalam, makanpagi dan makansiang.

Puanmenambahkan bahwa survei BPS menunjukkanadanyapeningkatanIndeksKepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun 2016 menjadi 83,83 ataunaiksebesar 1,16 point dibanding 2015 sebesar 82,67. Ada sembilankategorilayanan yang disurvei BPS kepada jamaah haji. Meliputilayananpetugaskloter, layanantransportasi, layananibadah, layanan bus antarkota, layananpetugas non kliter, layananlainnyaataulayananumum, layanankatering, layananpemondokan, dan Layanan Bus Armina.

Itulahkomitmenpemerintah, yang dalamhal ini disampaikanolehPuan Maharani, terkaitkomitmenpersiapandakkesiapanuntukpelaksanaan haji 2017. Hal itudisampaikanPuan Maharani dalamRapatPersiapanPenyelenggaraan Haji tahun 2017 yang dihadiriMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, MenteriKesehatanNila F. Moeloek, MenteriPerhubungan Budi KaryaSumadi, dan sejumlahpejabat di beberapakementerian/lembagaterkait.

Artinya, memangkerjatersebutsecarateknisadalahtanggungjawabKementerianterkait, terutamakementerian agama, tapisecarakoordinasi dan secaraumum, Puan Maharani ikutbertanggungjawab, karena Kementerian Agama adalahkementerian yang secaratanggungjawab, beradadalamgariskoordinasinyasebagaiMenko PMK.

  • view 58