Asa Yang Tak Pernah Mati

Aniqotul Ummah
Karya Aniqotul Ummah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Januari 2016
Asa Yang Tak Pernah Mati

Kutempuh hari ke hari yang tak pernah ku tahu apa di dalamnya, ku coba masuk ke permukaan namun selalu luput tuk merenungi hari-hariku yang panjang. Ku ingin larut pada kedalamanmu, bukan hanya sekedar menyebut Asma-Mu. ?

Dalam kegelisahan yang menghimpit, ada sesuatu yang sulit ku palingkan. Rasanya aku sering tak sanggup diam lama berhadapan dengan-Mu. Engkau selalu trsisih dan aku memburu sesuatu yang menggoda perasaanku. Aku merengguk kehidupan tapi tak menghayati inti kehadiran langkahku adalah perjalanan kehilangan. ?

Aku baru membaca permukaan, tak pernah tenggelam lebih dalam aku terpaku pada kekuatan yang nyata. Aku terus berjalan, menempuh hari-hari harapan, belum juga nampak ujung bayang-bayang. Jalan penuh liku, mendaki dan menurun di atas tebing-tebing begitu mencekam. ?

Banyak yang kudapati, banyak yang kutemui, banyak yang ku pelajari, banyak yang bertanya-tanya. Kemanakah tujuan anda ?Kee ujung segala? masih jauhkah ?entahlah?apa bekal anda ?keyakinan?, apa yang anda cari ?wujud perjalanan?, apakah itu?Entahlah?. Akan tercapai ?mudah-mudahan?. ?

Di bawah lindung pohon aku bersandar, tercenung menghitung jejak langkah dan sisa harapan. Bumi yang luas, bumi yang hening, langit yang bening. Gejolaknya adalah untaian renungan. Bumi langit adalah hamparan kerinduan. Daun-daun kering berguguran, jatuh ke bumi.

  • view 143