Tanyamu

Anindya Rahmana Fitri
Karya Anindya Rahmana Fitri Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Maret 2016
Tanyamu

Aku hampir lupa rupamu
Padahal ia memenuhi setiap ruang pikiranku dahulu
Aku sulit mengingatmu
Diantara ruam-ruam perih
Di belantara malam berteman sepi
Aku menemukanmu kembali
Atau engkau yang akhirnya mencari?

Kini aku dapat mengecap kembali
Pahit peluhmu, asin air matamu, manis jiwamu
Namun ada satu rasa yang baru
Aku kurang tahu, kurang ingat, atau mungkin indera pengecapku sudah lama mati rasa
Aku mengecap hambar dalam tatapmu
Aku rasakan tawar dalam lengkungan bibir yang pernah aku rindu menggebu-gebu

Aku tak pernah menyangka dari tawar bibirmu lahir pertanyaan yang lebih dalam aku dapat mengartikannya sebagai pernyataan?
yang jua menjelma sebagai hantu masa lampau
Hampir sekarat aku dibuatnya
Hampir tercabut nyawamu setengahnya

Pertanyaan itu pun berhasil memantikkan sepercik asa dalam sukma yang paling nyata aku rasa
Tak lagi malu-malu senyum itu mengembang menyatukan jiwa raga kini dan jiwa raga dahulu
Saat dunia berdendang riang
Saat melodi berharmoni melantunkan sebuah nama
Saat pertama kali aku mengenal cinta

Benarkah pengakuan yang engkau damba?
Satu dekade kita lalui dengan jalan berbeda.
Benarkah selama itu pula engkau masih menerka-nerka?
Ah, mungkin hanya terkaanku saja.

Aku sembunyikan harapan
Aku sarukan kebenaran
Aku bumbui dengan gurauan
Semua dalam sebuah jawaban
Ah, akan aku biarkan engkau memaknainya.
Ya, semoga.

Bandung, 26 Maret 2016

  • view 126