rahasia hidup ; mencintai dan tak membenci

Anietta Ramadhani
Karya Anietta Ramadhani Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 17 Februari 2016
rahasia hidup ; mencintai dan tak membenci

*terinspirasi dari postingan temen di path tentang pasiennya seorang Bapak yang menceritakan kisah hidupnya yang inspiratif*

 

singkat cerita, hidupnya, hidup dengan mencintai dan tak membenci...

 

Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan segala rasa yang disertakan.

sedih senang, cemas tenang, hingga benci dan cinta.

mana yang disarankan?

tentu yang baik : senang, tenang dan cinta.

tapi tau tak mengapa Tuhan menyertakan perasaan yang tak nyaman dan tak mengenakkan itu?

agar kita belajar, dan tetap memilih yang baik.

ya, yang baik.

kata baik mencerminkan semua hal yang positif.

Tuhan memberikan kita hati.

"Bila ruang (hati) itu baik, maka baiklah seluruh tubuh kita. pun apabila ruang itu buruk, buruklah semua diri kita"

kenapa yaaa, terkadang masih merasakan benci akan suatu hal?

kenapa yaaa, tak bisa mencintai sepenuh hati?

saya yakin masih banyak orang yang sama dengan pertanyaan itu. termasuk saya.

sabar dan ikhlas. itu penawarnya.

selama hidup, hal yang paling sulit untuk dipelajari adalah sabar dan ikhlas. tapi bukan lantas berhenti belajar.

ada yang mengatakan,

 

"Sabar itu ilmu tingkat tinggi.

belajarnya setiap saat,

ujiannya sering mendadak,

sekolahnya seumur hidup"

 

bagaimana cara menumbuhkan sabar?

untuk sekarang, jawabannya yang paling tepat adalah dengan mencintai dan tak membenci.

mungkin, memang tak mudah mencintai sesuatu. menyayangi tanpa ada alasannya.

kalaupun mencintai dirasa masih terlalu susah, paling tidak jangan membenci.

Rasa benci lama kelamaan akan menjadi penyakit hati yang menggerogoti jiwa.

Merusak seluruh sistem dalam tubuh.

 

Ganti rasa benci menjadi cinta. Ubah dunia dengan menebarkan rasa cinta terhadap sesama.

Rasakan apa yang kita dapat dari menumbuhkan rasa cinta. yang tulus tentunya.

Alangkah indah bila hati ini penuh rasa cinta, rasa kasih, rasa sayang. Energi yang keluar dari diri kita akan bernilai positif.

Sungguh menyenangkan bila menebar kehangatan pada sekitar.

Hidup akan tentram dan jauh lebih indah dengan mencintai dan tak membenci.

Jiwa akan tenang, badanpun akan sehat.

Semoga kita semua dipenuhi rasa cinta kasih dan terhindar dari sifat membenci..

Agar seluruh kebaikan kembali pada diri kita,

 

atas semua yang saya ucapkan di atas, sungguh saya belum berhasil.

tapi saya akan terus belajar dan mencoba, mencintai dan tak membenci..

bukankah Tuhan menganjurkan kita untuk saling menyayangi dan mengasihi, kan?

 

 

Minggu, 14 Februari 2016

-orang yang sedang belajar mencintai dan tak membenci-

  • view 180