belajar itu seperti mengayuh sepeda, terus, istirahat hanya bila lelah :)

Anietta Ramadhani
Karya Anietta Ramadhani Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 01 Februari 2016
belajar itu seperti mengayuh sepeda, terus, istirahat hanya bila lelah :)

Belajar dari sekitar. Dari apa yang nampak di pandangan saya, dan terekam dalam ingatan saya.
belajar tak melulu tentang bangku dan papan tulis, pun tak selalu tentang seragam sebagai lambang.
semakin dewasa makna belajar bagi saya berubah.
belajar memberikan arti proses saya mengerti akan suatu hal, memahami, dan bila perlu mengajarkannya kembali pada orang lain agar memberikan umpan yang positif.
saya mencoba belajar dalam arti luas. belajar bersabar, belajar mengerti, belajar memahami, dan berbagai macam proses belajar lainnya.

Saya mencoba mengerti dengan memanfaatkan kelima indera yang Tuhan anugerahkan pada diri saya.
Dengan mata. saya melihat. memperhatikan dan mengamati hal hal baru maupun hal yang sempat terlewatkan. saya amati detail, apa dan mengapa, hingga terekam dalam otak.
Dengan telinga. saya mendengar semua suara suara di sekeliling saya. mendengar perkataan yang terlontar dan tertangkap oleh kuping saya, lalu dengan otak saya menyaringnya. mana hal hal positif bagi diri saya yang perlu saya dengarkan dan akan membekas di hati saya.
Dengan mulut. memang benar adanya lirik lagu yang berkata "memang lidah tak bertulang. tak terbatas kata kata" kita dapat mengucapkan kata kata apapun yang kita mau dari mulut kita. baik maupun buruk. bersyukur karena Tuhan memberikan kita otak dan hati nurani yang Ia sinkronkan dengan mulut, sehingga, setidaknya kita diberi kesempatan berpikir untuk memilah kata yang pantas terucap dari lisan kita. sehingga, tidak ada orang yang tersakiti atau terluka karena ucapan kita.
Dengan hidung. Saya bisa merasakan betapa nikmat menghirup aroma hujan di kala gersang, aroma petrichor sehabis hujan, dan aroma nasi goreng atau bakso yang menggugah selera untuk menghangatkan sambil menikmati dingin.
Dengan lidah. Saya dapat merasakan lezatnya masakan ibu di rumah, yang selalu saya rindukan sebagai anak rantau. yang membuat saya rindu rumah. yang selalu membuat saya tau kenapa harus pulang.

?

?

Belajar dari pengalaman. Ini yang sulit dan masih harus selalu dipelajari dengan mengindahkan rasa bosan. Pengalaman yang baik, memberikan dampak positif pada diri kita, entah itu menjadi semangat, motivasi, atau kenangan yang menyenangkan dan mengingatkan kita bahwa hal baik harus terus dilakukan secara kontinyu . Pengalaman yang buruk memberikan pelajaran bahwa pasti ada hikmah dibalik setiap peristiwa. Mengajarkan untuk jauh lebih bersabar dalam doa. Mengajarkan utuk lebih berhati hati dalam bertindak dan melangkah. Yang pasti, meminta kita untuk meyakini bahwa di setiap kesulitan, pasti akan ada kemudahan. Ada pelangi sehabis hujan. Ada senyuman setelah tangis panjang. Ada lega setelah lelah. Sesuai janji-Nya.

?

Ada lain lagi cara belajar yang saya gemari sekarang. Dengan mengamati lingkungan sekitar, keadaan sekeliling saya, orang orang di dekat saya, gaya bicara, tutur kata, tindak tanduk dan unggah ungguhnya. Dari cara mereka berkata kata, dari cara mereka mengutarakan pendapat, dan mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran mereka. sangat cerdas!

'' Menikmati berjalan di belakang, bukan semata ikut ikutan, tapi saya perhatikan langkah dan gerak. cara melangkahkan kaki, cara menaruh setiap pijakan. memberikan kesan tegas, pasti, serta tau kemana arah tujuannya dan menerka apa yang ada dalam pikiran''

Saya suka memperhatikan detail. Mencoba mencerna sampai inti. Dari apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan itu, apa maknanya. Ketika saya bertemu orang baru, mencoba berbicara, lalu mengobrol, dilanjutkan dengan bertukar pikiran, memperhatikan bagaimana cara bicaranya, gerak tubuhnya, sinar matanya, saya coba pelajari. Terkadang first impression berbeda dengan apabila kita sudah mengenal orang secara lebih dekat. Pribadi baru yang saya temui. Entah pribadi itu cocok atau tidak dengan saya. Semua akan terasa bila kita coba untuk mengenal lebih dekat. Bila cocok, maka akan menjadi akrab. Bila kurang cocok, maka akan menjadi hal yang 'seperlunya saja'.
?

Saya juga belajar membuat orang lain senang, membuat orang lain menerima akan kehadiran saya. Belajar untuk membuat orang lain di sekitar saya selalu tertawa gembira, tanpa perlu ada amarah. Saya belajar menyenangkan hati orang lain, walau ga mudah. Belajar berusaha mentransfer energi positif ke orang lain, membawa ke hangatan di setiap saya mengulurkan tangan. Tentunya, semua itu masih dalam tahap belajar.

?

Dari keseluruhannya, saya belajar untuk lebih mensyukuri setiap yang Tuhan beri untuk saya. Bersyukur masih diberi kesempatan bertemu orang orang baik, belajar banyak darinya, mempelajari isi dalam pikiran mereka, mengamati bagaimana suatu hal memiliki makna dari kacamata mereka. bersyukur proses belajar ini disupport dengan berbagai macam bentuk dukungan. Memang Tuhan Maha Baik Hati.?

?

?

?

?

Keep long life learning :)

Dilihat 223