Universitas Tertua di Dunia

Ani Disa
Karya Ani Disa Kategori Sejarah
dipublikasikan 24 Juli 2017
Universitas Tertua di Dunia

“Bila kau tak tahan menanggung lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan.” Demikianlah kutipan Imam Syafi’I, seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi'I yang mungkin kutipan tersebut tidak asing lagi ditelinga kita.

Ketika berbicara mengenai menuntut ilmu, tentu akan terbersit dalam benak kita tentang dunia pendidikan. Lembaga pendidikan dewasa ini sangat mutlak keberadaannya demi kelancaran proses pendidikan. Demi mendapat mutu pendidikan yang terbaik, banyak orang berjuang untuk mampu lulus dan mengenyam pendidikan di sekolah, kampus, ataupun lembaga pendidikan lainnya yang dianggap bergengsi.

Hingga saat ini, tak asing lagi di telinga kita tentang kisah si pemburu beasiswa yang mampu melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan mengenyam pendidikan di universitas- universitas bergengsi, misalnya Oxford University, Harvard University, Monash University, dan sebagainya. Tentu adalah hal yang sangat membanggakan ketika mampu melanjutkan pendidikan di universitas tersebut. Dunia boleh saja terpana dengan kewibawaan dan gengsi dari kampus- kampus tersebut. Bisa saja universitas seperti Harvard University , Oxford University dan lain sebagainya menjadi universitas yang paling bergengsi seantero jagad. Namun universitas- universitas tersebut bukanlah merupakan universitas tertua dan bukan dari situ perguruan tinggi bermula.

Tahukah anda tentang universitas tertua di dunia? Menurut UNESCD dan Guinnes Book of Record, ternyata universitas tertua di dunia di bangun pada masa peradaban islam dulu.

Universitas tertua tersebut bernama Al- Karaouine ( Al- Qarawiyyin ). Universitas Al- Qarawiyyin dibangun pada tahun 859 Masehi oleh seorang muslimah asal Tunisia bernama Fathimah Al- Fihri di Fes, Maroko. Dan lagi, universitas Qarawiyyin merupakan universitas pertama di dunia yang memberikan gelar kesarjanaan. Pada abad ke 14 M mahasiswanya mencapai 8000 orang.

Awalnya, Al- Qarawiyyin merupakan sebuah masjid. Namun seiring berjalannya waktu, Al- Qarawiyyin mengalami perkembangan hingga menjadi sebuah universitas tertua di dunia. Fathimah menggunakan warisannya untuk membangun sebuah masjid yang mampu menjadi tempat yang tak hanya sebagai tempat beribadah, sekaligus tempat pusat pengembangan kajian- kajian pengetahuan.

Al- Qarawiyyin pada saat itu menjadi sebuah tempat terjadinya hubungan akademis antara dunia islam dan Eropa pada abad pertengahan. Tercatat banyak kaum – kaum intelek muslim dan yahudi yang pernah belajar di universitas tersebut. Di antaranya adalah Ibnu Rushayd al-Sabti (w. 1321), Mohammed bin al-Hajj al-Abdari al-Fasi (w. 1336),Abu Imran al-Fasi (w. 1015), teoritikus terkemuka dari mazhab Maliki hukum Islam, Leo Africanus, seorang pengelana terkenal dan penulis, dan Rabbi Moshe ben Maimon. Selain itu,  banyak fuqaha (para ahli fikih) pernah menimba ilmu di unversitas itu juga, khususnya fuqaha malikiyah sebab mazhab maliki merupakan mazhab resmi di maghribi ini.

Selain itu, selama abad pertengahan, Universitas Al- Qarawiyyin berkembang menjadi pusat lembaga pendidikan terkemuka di Mediterania. Karena reputasinya yang sangat baik, bahkan Gerber, seorang Paus Silvester II dari Auvergne, pernah belajar di masjid Al- Qarawiyyin. Setelah itu, Gerber kemudian menjadi Paus Silvester II dan telah memperkenalkan angka Arab dan nol ke seluruh Eropa.

Al-Qarawiyyin memperoleh perlindungan politik kuat dari Sultan sebab terdapat banyak pilihan manuskrip yang disimpan di perpustakaan yang didirikan oleh Sultan Abu Inan Faris dari Dinasti Marinid pada tahun 1349. Di antara naskah yang paling berharga saat ini disimpan di perpustakaan adalah jilid dari yang terkenal Al-Muwatta dari Malik yang ditulis pada perkamen kijang, Sirat Ibn Ishaq, salinan Al Qur'an yang diberikan oleh Sultan Ahmad al-Mansur pada tahun 1602, dan salinan asli dari buku Ibnu Khaldun Al-'Ibar. 

Di universitas ini , tidak hanya mengajarkan tentang Al-Qur’an dah Fiqih(hukum) islam, adalah tata bahasa, retorika, logika, kedokteran, matematika, astronomi, kimia, sejarah,geografi dan musik.

Masjid Al-Qarawiyyin terus mengalami perkembangan pada bidang arsitekturnya. Awalnya masjid sekitar 30 meter dengan halaman dan empat lorong melintang. Perluasan pertama dilakukan pada 956, berdasarkan Khalifah Kordoba Umayyah, Abd-ar-Rahman III. Ruang sholat diperpanjang dan menara dipindahkan, mengambil bentuk persegi yang berfungsi sebagai model untuk menara Afrika Utara yang tak terhitung jumlahnya.

Di Fes terdapat sebuah tradisi, bahwa masjid lain baru mengumandangkan ajakan untuk shalat setelah Masjid Al-Qarawiyyin mengumandangkan ajakan untuk shalat.

Sebagian orang selama ini mungkin keliru dengan mengatakan bahwa universitas tertua di dunia adalah universitas Bolognia di Italia, namun pada dasarnya awal mula berdirinya universitas pertama di dunia ialah ketika di bangunnya Al-Qarawiyyin pada tahun 859 M, sedangkan university of Bolognia baru didirikan pada abad ke 11 dan disusul oleh berdirinya university of Paris dan di ikuti oleh Oxford University pada abad ke 12 M.

Universitas Al-Qarawiyyin merupakan penggambaran bagaimana umat muslim dulu memakmurkan masjid, dari masjidlah peradaban islam berkembang pesat. Tak hanya sebagai tempat beribadah saja, namun juga tempat untuk mengkaji islam dan ilmu-ilmu lainnya. Sebaliknya ketika melihat fakta saat ini, masjid sangat sepi. Wallahu  a'lam.



Pict source :
Photo by Hans Munk Hansen, in the David Collection, Copenhagen in  http://maghrebi-voices.swarthmore.edu/?p=460 
https://www.haikudeck.com/10-muslim-inventions-education-presentation-nYEsPrbTDI#slide2

  • view 178