Saudariku, Yuk Berhijab !

Ani Disa
Karya Ani Disa Kategori Project
dipublikasikan 23 September 2016
Seuntai Nasihat Untuk Saudariku

Seuntai Nasihat Untuk Saudariku


Saudariku, kedudukan seorang wanita sangat mulia dalam islam. Islam dengan segala aturannya bukan untuk mengekang kebebasan, tetapi untuk menjaga iffah dan izzah seorang wanita. Nabi SAW bersabda; "Sebaik-baik perhiasan dunia adalah seorang wanita yang sholehah"(HR.Muslim)

Kategori Acak

870 Wilayah Umum
Saudariku, Yuk Berhijab !

Saudariku, Yuk Menutup Aurat !!!

Islam adalah dien yang sempurna dan sangat mulia, sebab Islam sebagai agama Rahmatan Lil ‘Alamiin yang dimana Islam mengatur kehidupan manusia mulai dari ia bangun tidur hingga ia tertidur kembali. Islam juga adalah agama yang sangat memuliakan wanita sebab islam memerintahkan wanita untuk menjaga kehormatan dan kemuliaannya dengan cara menutup aurat.

Jilbab Memuliakan Wanita

ketika membaca sirah (kisah) Nabi Muhammad SAW, sebelum beliau hadir ditengah-tengah umat manusia dengan membawa risalah islam, wanita seakan-akan tak ada harganya lagi. Kaum perempuan dipaksa menjadi pemuas nafsu bejat laki-laki dan bahkan seorang bayi akan dibunuh hidup-hidup ketika bayi tersebut adalah perempuan. Namun hal yang sangat berbeda ketika Rasulullah SAW hadir menyiarkan islam, posisi wanita sangat dimuliakan.

Rasulullah SAW bersabda;

  اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

 “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

 خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285)

Salah satu cara memuliakan wanita ialah dengan menutup aurat. Mari kita mengambil sebuah contoh. Bayangkan ketika kita berada di warung makan dan sang penjual menjual dua jenis kue, satu dibungkus kemasan dan satunya tidak. Pertanyaannya adalah kue manakah yang akan dihinggapi lalat? Kue yang dibungkus kemasan atau kue yang tidak dibungkus? Tentu saja jawabnnya Kue yang tidak dibungkus kemasan.

Sebagai muslimah, kita diperintahkan untuk menutup aurat salah satu alasannya adalah agar kita mampu terlindungi dari tindakan kejahatan yang mungkin saja akan membahayakan. Mari kita membayangkan satu contoh kasus lagi! Bayangkan ketika ada dua orang wanita melewati perkumpulan pemuda yang nongkrong dijalan, wanita pertama berpakaian tidak menutup aurat dan wanita kedua menutup aurat dengan sempurna. Pertanyaannya adalah manakah yang lebih mudah diganggu ? tentu saja perempuan yang jalan sambil mempertontonkan auratnya.

 Nah, sama halnya dengan melaksanakan shalat, seorang wanita diwajibkan untuk menutup aurat. Ketika suatu perkara dikatakan wajib, maka ketika ditinggalkan akan mendapatkan DOSA. Namun hal miris yang biasanya terdengar ditelinga kita “aku belum siap pake hijab, pengen hijabin hati dulu baru deh hijabin tubuh”. Hal ini tentu merupakan sebuah pemikiran keliru yang tertanam dibenak kaum muslim. Sebab kita diperintahkan untuk menutup aurat ketika telah baligh bukan ketika telah baik. Tentu istilah “Nobody Perfect” bukan lagi istilah asing bagi kita. Yah, tak ada yang sempurna dan sejatinya manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Artinya adalah di dunia ini semua manusia pasti pernah berbuat salah, maka ketika kita menunggu diri untuk menjadi baik dulu lalu kemudia menutup aurat, maka kapankah aurat kita bisa tertutupi secara sempurna?

Nabi SAW. bersabda, “Wahai anakku Fatimah! Ada pun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya di dalam neraka adalah mereka yang tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya”. (HR Bukhari dan Muslim)

Jangan jadikan akhlak burukmu sebagai penghalangmu untuk menutup aurat namun jadikanlah jilbab yang kalian kenakan sebagai pengingat diri agar mampu menghindari perbuatan buruk yang akan dilakukan. Memperbaiki akhlak dan menutup aurat keduanya harus dilakukan bersamaan. Jangan tunggu sampai dirimu baik lalu ingin berhijab sebab ajal tak ada yang tahu, jangan sampai kain kafan yang akan melimbungkus tubuh nanti justru menjadi hijab pertama dan terakhir kalinya. 

Jilbab Adalah Bukti Cinta Kepada Orang Tua

Sebagai seorang anak, birrul walidain (taat kepada kedua orang tua) adalah sebuah kewajiban. Berkat kasih sayang dan cinta dari mereka seorang anak tentu menempatkan orang tua di posisi tinggi ketika ditanya perihal siapa orang yang dia sayangi. Sama halnya dengan seorang istri, tentu tak lupa menyebut nama suami ketika ditai oleh orang lain tentang siapa yang ia cintai. 

Namun cinta sejatinya tak hanya cukup lewat ucapan di bibir saja. Perlu sebuah tindakan untuk membuktikan cintanya. Jika mengaku cinta, tentu tidak akan tega seseorang membiarkan orang yang disayanginya terseret kedalam neraka.

Sama halnya dengan wanita, salah satu bukti cinta yang bisa dilakukannya adalah dengan cara menutup aurat secara sempurna, Mengapa demikian?

Rasulullah SAW bersabda: 

عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ:

 

(صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)

 

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Salah satu amalan yang tak akan putus bagi orang tua adalah do'a anak yang shaleh(ah). Menjadi anak yang shaleh(ah) artinya taat kepada perintah Allah SWT. Salah satu bukti ketaatan yaitu dengan menutup aurat secara sempurna. Maka wanita, yuk buktikan  cintamu dalam ketaatan ! :)

 

Wallahu a'lam bish shawab

Source(pict): motivasi-info.blogspot.com

  • view 193