Kepada Kawans...

Anick Ht
Karya Anick Ht Kategori Politik
dipublikasikan 31 Maret 2017
Kepada Kawans...

Kawans,

Entah mengapa aku merasa harus bicara sama kalian semua. Bangunan keresahan ini telah memuncak sehingga perlu dikeluarkan agar tak menjadi bisul yang menggerogoti tubuhku sendiri. Tumpukan rasa sesak ini telah sedemikian tinggi sehingga aku tak bisa lagi bernafas secara lapang nan nyaman.

Kalian dulu begitu manis-manis, saling sapa dan canda. Saling berbagi energi positif yang membuat hidup makin riang. Sesekali saling ledek namun tetap sambil senyum mengembang. Sesekali saling ejek namun dalam suasana ngopi bareng. Tak ada istilah pecah kongsi, unfriend, maupun group left. Kita tetap kawan.

Hari ini aku menyaksi kalian semua sudah sedemikian jauh: memperlakukan kawan sendiri bagai musuh bebuyutan; menganggap saudara sendiri bagai penjahat kambuhan; merespon tetangga sendiri sebagai pesakitan; bahkan mencaci orang-orang yang dituakan seperti layaknya pelaku perampokan.

Kawans,

Mungkin kalianlah yang paling rasional. Paling sah menyusun ribuan argumen untuk menentukan pilihan. Argumen orang lain tak sekokoh fakta yang kalian paparkan. Mungkin juga kalianlah yang paling sah merumuskan masa depan seperti apa yang seharusnya kita perjuangkan.

Mungkin benar kalianlah yang paling suci. Agama kalian menuntun kalian untuk melakukan proses seleksi sebelum menjatuhkan keputusan. Keyakinan kalian membuat kalian harus mempertahankan sesuatu yang tidak mungkin dilawan oleh rasionalitas macam manapun.

Namun kawans,

Janganlah kaukotori segunung argumen kalian itu dengan memutus perkawanan, dengan mencaci yang tua dan harus dituakan, dengan membalas ujaran kebencian dengan ujaran yang sama sebangun. Seringkali kau menudingkan jarimu pada mereka-mereka yang ada di seberang sana sebagai para penebar benci dan produsen kebohongan, janganlah tudingan ini sampai berbalik pada kalian hanya karena kalain merasa jalan kalianlah yang lebih benar.

Jangan jugalah kaukotori kesucian niat kalian membela sesuatu yang kalian yakini sebagai kebenaran dan perjuangan agama kalian itu, dengan segala caci dan benci. Sudahilah itu semua. Justru manusia lain akan memahami kesucian niat kalian itu, jika kalian juga menyampaikan niat tersebut dengan kesucian dan kejujuran tindakan.

Kawans,

Dunia ini berjalan, dan kalian semua sedang hidup, tidak dalam logika benar dan salah belaka. Ada juga yang disebut dengan baik dan buruk. Kadangkala, orang salah yang baik lebih baik daripada orang benar yang buruk.

Kawans, semoga aku masih kawan kalian, di baris manapun kita berada.

  • view 116