Menimbang 3 Kandidat tentang Al Maidah 51

Anick Ht
Karya Anick Ht Kategori Politik
dipublikasikan 11 Oktober 2016
Menimbang 3 Kandidat tentang Al Maidah 51

Ahok kepleset. Itu sudah pasti. Terlepas bahwa secara akademis dan pemikiran Islam bisa dianggap benar dan mencerahkan, namun secara politik, jelas dia merugi. Mungkin Ahok juga paham, ada sekian banyak tafsir terhadap ayat Al Maidah 51. Mungkin dia berpihak pada satu tafsir yang bukan mainstream, dan tentu itu sah. Mungkin dia juga tahu, ada sekian orang, yang memang menggunakan ayat Alqur’an untuk mempersuasi orang lain dalam kaitannya dengan pilihan politik.

Tapi jelas dia merugi. Dia mungkin salah baca peta, dan tak sensitif. Ia tak sempat menyangka bahwa kepleset sedikit saja pada saat-saat seperti ini, akan mudah sekali digunakan untuk menyerang balik. dan jelas itu berdampak elektoral. Dalam hal ini poinnya negatif. Bahkan setelah ia meminta maaf. Ya lumayan lah, berkurang sedikit poin negatifnya setelah ia meminta maaf.

Anies kepleset. Itu sudah pasti juga. Ia bermain di genderang isu SARA dengan sangat tidak cantik. Ia menyalahkan Ahok sedemikian rupa, dan mendukung pemolisian terhadap Ahok yang belum tentu salah itu. Pada saat yang sama, ia mengajak menjadikan Pilkada ini sebagai festival gagasan yang penuh dengan kesejukan dan keceriaan. Ia tidak berhasil mengambil jalan sejuk dan bijak. Di tengah harapan kelompok kelas menengah bahwa kehadiran Anies di tengah kelompok ideologis Islam akan memoderasi ideologi itu, justru Anies masuk dan terbawa suasana ke arah “sana”. Anies agak gagal di langkah pertama. Banyak kelas menengah yang akhirnya “mencabut” dukungan dan harapan. Maka poin Anies dalam hal ini adalah negatif.

Dalam kondisi saling kepleset seperti ini, Agus Harimurtilah yang nampaknya berhasil mengambil momentum untuk meraih poin positif. Lucunya memang, ia mewarisi tradisi “prihatin” dari ayahnya. Namun cara dia mengambil sikap atas polemik yang terjadi cukup bijak, dan berbias positif. Sambil meminta untuk menghentikan polemik tak produktif ini, Agus mencuri poin dengan framing negara majemuk, dan himbauan kepada masyarakat untuk berpikir secara jernih, rasional, dan cerdas. Saya kira poinnya positif belaka.

Sungguh, pertarungan yang asyik. Selamat ngopi...