Olenka 7

Olenka 7

Anick Ht
Karya Anick Ht Kategori Project
dipublikasikan 19 Agustus 2016
Olenka, Generasi yang Hilang

Olenka, Generasi yang Hilang


Sepenggal kisah pergulatan antara tradisi, modernitas, dan agama.

Kategori Puisi

1.9 K Hak Cipta Terlindungi
Olenka 7

Olenka,

kau datang lagi padaku dengan segenggam yakin

setumpuk buku di tangan

 

Ini tuntunan Islam

dari hidup hingga mati

dari bangun sambut matari

hingga tidur jelang mimpi

 

Ini tuntunan Islam

kita muslim

saya, Puang[20], semua warga Tanah Toa

 

Ini tuntunan Islam

budi dan adab ada di sini

bukan borong karama

apatah batu tagentung

 

Tiada muslim setengah, Puang

tiada muslim Patuntung

muslim muslim

Patuntung Patuntung

 

Mari sambut surga, Puang

surga sebenar surga

bukan fatamorgana

bukan surga antah

 

adalah tugas saya, Puang

membawa serta Puang

dan semua Tanah Toa

menuju gerbang Tuhan

sebenar Tuhan

bukan Tuhan palsu buatan

bukan Tuhan beku pualam

bukan Tuhan antah

 

adalah tugas saya, Puang

sampaikan kebenaran

walau sekata seayat[21]

 

tak seperti biasa, Olenka

takkan kuterdiam mengangguk

pilu dan lara ini

terlalu panjang

 

Olenka,

kau mulai lacur

rasa benar sendiri

 

takkan kuterdiam mengangguk

resah sayat jiwa ini tak terperi

 

Olenka,

kau mulai lacur

anggap kami sebagai hitam

di antara putihmu

anggap kami sebagai najis

di antara sucimu 

  

Olenka,

sila kau pergi dari hadapku

dari pelataran leluhurmu ini

anggap saja kau tlah tuntaskan

tugas kenabianmu

 

Olenka,

aku memaafkanmu

sebagai keniscayaan zaman

 

Olenka,

aku harus mengangguk

hilang satu generasi

 

Tapi Olenka,

sebut saja Tuhanmu

kami akan sebut Tuhan kami

To Rie Akra’na

 

Kami akan sembah Ia

dengan cara kami sendiri

di sini.

 

=====

20 Dalam bahasa Bugis, “Puang” memiliki 2 (dua) makna, yaitu; 1) Ketika kata “Puang” itu diarahkan kepada Sang Khaliq, maka kata “Puang” berarti Tuhan, biasanya orang menyebut “Puang Allah Ta’ala”, 2) Jika kata “Puang” itu diarahkan kepada Makhluk maka kata “Puang” berarti Tuan, merupakan sapaan penghormatan kepada seseorang yang dianggap lebih tua ataupun sudah tua. 

21 Kalimat ini merujuk kepada sebuah hadits yang sangat populer dari Shahih al-Bukhari: “Ballighu ‘anny walau ayatan”  yang diartikan dengan “Sampaikanlah olehmu dariku meski hanya satu ayat (Alqur’an).”

 

Catatan akhir:

Penulis berterima kasih kepada Syamsurijal Adhan yang telah melakukan riset mendalam berjudul “Islam dan Patuntung di Tanah Toa Kajang: Pergulatan Tiada Akhir”, dalam Hak Minoritas; Dilema Multikulturalisme di Indonesia (Jakarta: The Interseksi Foundation dan Tifa Foundation, 2005). Sebagian besar data dalam catatan kaki puisi esai ini menggunakan data dari riset tersebut. Sebagian dikutip secara langsung seperti ditulis oleh peneliti tersebut, sebagian lain diambil data dan diolah ulang redaksinya oleh penulis.

  • view 290