Acara TV tak Bermutu, Kita Bisa Apa?

angkasa raya
Karya angkasa raya Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Februari 2016
Acara TV tak Bermutu, Kita Bisa Apa?

Tanpa saya perlu berpanjang lebar mengeluhkan televisi yang kian hari berisi hal-hal tak berisi, semua orang pun tahu. Bahkan saya curiga, pihak-pihak yang terkait seperti penyelenggara acara dll pun tahu, mereka tahu tapi tidak mau tahu, karena mereka tahu? harus apa supaya rupiah yang? tetap mengalir deras. Dan hanya itu yang mereka pikir mereka perlu tahu.

Jadi daripada kesal sendiri atau mengajak orang-orang ikutan kesal, mungkin ketidakbermutuan apa yang disajikan TV adalah suatu pertanda yang harus kita sikapi.? Bagi sebagian besar masyarakat, TV adalah alat penghibur yang cukup ampuh, sisanya ingin memperoleh informasi baru dari TV. Tapi zaman sekarang, sosial media bisa lebih cepat menyebarkan isu dari segala topik sebelum tiba ke layar tv, secepat gerakan kedua ibu jari. Jadi persoalan informasi, fungsi TV sebetulnya bisa digeser oleh sosial media, toh kini keduanya sama; sama-sama tidak bisa dipertanggungjawaban, sama-sama memiliki subyektifitas yang tinggi, sama-sama memangku kepentingan pihak tertentu.

Nah urusan hiburan, sebetulnya anak-anaklah yang paling dirugikan. Tidak seperti anak generasi 90an yang menghabiskan hari minggu dengan sederet jadwal film kartun yang sudah pasti menghibur dan memang ditunjukan untuk anak-anak, sementara sekarang, acara tv hari minggu dan hari biasa tidak jauh berbeda; acara gosip, musik dan ftv atau sejenisnya. Anak-anak yang merugi inilah yang harus diberikan kompensasi.

Tapi jangan-jangan acara TV memang tidak bermutu agar para dewasa memutar otak, mencari hiburan pengganti yang lebih masuk akal (bukannya mematikan akal) anak-anak. Memberikan hiburan melalui buku bacaan bisa jadi salah satu solusi. Menanamkan budaya membaca selain memperluas pengetahuan juga membiarkan imajinasi mereka tak terbatas. Sayangnya, memang tidak semua anak begitu beruntung memiliki orang tua yang bisa (dan mau) mendampingi anak-anaknya untuk mendapatkan hiburan yang layak. Maka barangkali, hal ini PR kita juga, bukan hanya orang tua atau siapapun yang bisa dijadikan kambing hitam. Iyah, memang ini PR kita semua. Ada banyak hal yang sebetulnya dapat kita lakukan ketimbang memusingkan acara TV.

Tekan tombol power off, selesai urusan TV, lalu mulai pusingkan solusinya. Taman bacaan? Taman bermain bersama? Peragaaan seni atau drama? Atau apapun, apa saja, yang bisa kita lakukan selain mengeluhkan.

  • view 175