My (Love) Story ?

My (Love) Story ?

Rasyd El-Farizy
Karya Rasyd El-Farizy Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 11 Oktober 2017
My (Love) Story ?

Ada yang bilang cinta itu sederhana, sesederhana hujan yang turun dari langit. Yang lain, bilang cinta itu rumit, serumit menyelesaikan soal – soal matematika. Sederhana ataupun rumit, cinta tetaplah cinta. Ada berbagai cara untuk menjalaninya, ada beragam solusi untuk setiap masalahnya.

            Kini, setelah beberapa waktu denganmu akan kutuliskan kisah yang telah kita lalui. Kisah ini kuharap sebagai awal kisah kita selanjutnya dan sebagai pengingat betapa rumitnya memulai hubungan ini. Tolong beritahu aku jika ada yang keliru, dan maafkan aku jika aku tak sesempurna yang engkau mau.

            Kita, sebenarnya bukan orang asing yang baru pertama kali bertemu. Di sekolah menengah ataslah kita pertama kali dipertemukan. Di sekolah itu kita sama – sama mengambil jurusan ilmu pengetahuan alam. Aku masuk disitu karena nilaiku mencukupi dan dianggap mampu oleh sekolah di jurusan itu, walau sesungguhnya aku lebih tertarik dengan ilmu sosials. Kalau alasanmu, entahlah aku belum tau, mungkin nanti akan kutanya. Yang jelas kini aku bersyukur sekelas denganmu.

            Sewaktu sekolah kita hanya berkawan biasa, tidak pernah terpikirkan olehku saat ini kita berada dalam posisi sekarang. Kamu juga mungkin memikirkan hal yang sama. Karena ketika sekolah dulu kamu sudah menjalin hubungan dengan seorang pria, sebut saja A. Sedangkan aku juga menyukai seorang wanita incaranku yang kemudian hanya sekedar mengagumi tanpa bisa memiliki.

            Kemudian, berlanjut ketika memasuki bangku perkuliahan. Kita masuk dan menjadi mahasiswa di perguruan tinggi yang sama, walaupun beda jurusan kita satu almamater. Aku tak begitu ingat kapan kita mulai dekat dan intens berkomunikasi. Yang jelas kita dulu sering menghabiskan waktu bersama, walaupun belum berdua saja. Kita sering bermain bertiga dengn si S ataupun dengan teman – teman sekolah yang lain. Dengan si S juga kita sempat dua kali mencoba menjadi penjual alat – alat ospek dadakan. Begitu banyak kisah dan cerita yang telah kita lalui sebagai seorang sahabat.

            Kemudian sekitar setahun atau dua tahun terakhir kita jarang bertemu. Katamu, kamu dan teman – teman ingin menjaga jarak denganku karena suatu hal. Hingga, kemarin ketika sebelum KKN kita sempat bertemu dan pergi ke pantai bersama teman yang lain juga. Intensitas komunikasi kita juga meningkat ketika KKN. Berawal dari kamu yang ingin video call (vc) di grup chat kita, dan pada akhirnya berlanjut pada personal chat (pc) antara kita saja. Kita bercerita tentang kegiatan kita dan hal – hal apa saja di KKN kita masing – masing.  Aku bercerita tentang kesukaanku pada teman KKN sedangkan kamu bercerita tentang KKNmu yang penuh dengan ‘drama’.

            Mungkin sudah sering kita dengar bahwa KKN adalah ajang pencarian jodoh. Suka – duka dialami bersama hingga komunikasi yang intens, bagaimana tidak ? Tinggal bersama dalam satu rumah atau bahkan satu ruangan selama satu bulan atau bahkan dua bulan hingga tau kelebihan kekurangan satu sama lain menjadikan bibit –bibit kasih saying itu tumbuh dan mekar. Banyak juga pasangan suami – istri yang dipertemukan ketika KKN. Hal itu berlaku karena mereka dalam satu lokasi yang sama. Aku dan kamu berbeda lokasi, istilah kerennya orang – orang long distance relationship (LDR).

            Kemajuan teknologi benar – benar membantu mendekatkan kita,  seperti aplikasi chatting whatsapp atau line dengan fitur video callnya yang buat kita bisa ngobrol  face – to – face seakan tak ada jarak. Dan obrolan kita mengalir begitu saja. Aku mulai nyaman dan ketagihan dengan itu, tak kulewatkan sehari saja tanpa mengobrol denganmu walau hanya lewat dunia maya. Kucoba iseng untuk menggodamu tentang aku menyukaimu dan kamu menolaknya, kamu menyuruhku untuk mencari wanita lain. Tentu saja aku menolaknya!

            Komunikasi kita berlanjut hingga setelah selesai KKN. Kamu bilang kedekatan kita hanya sementara, hanya karena KKN. Rasa sukaku juga sementara, “paling bentar lagi juga hilang” katamu. Tapi aku tidak menyerah. Hingga ketika kamu pergi ke negeri tetangga, Malaysia untuk studi banding dan liburan pastinya.  Komunikasi kita malah tambah intens. Hampir setiap malam kita vc-an. Melihat keelokan wajahmu dan mendengar merdunya serta hangatnya sikapmu membuatku yang tadinya hanya menyukaimu jadi menyayangimu. Kukatakan itu padamu, tapi kamu bilang jangan dan bertanya sejak kapan?

            Tapi pada akhirnya kamu luluh juga. Hatimu yang terkunci rapat dan kunci itu dipegang oleh pria lain perlahan terbuka. Aku memegang duplikatnya.

“Ibarat batu, hati  yang sekeras dan sepadat apapun itu akan terkikis juga oleh air yang cair dan tak padat, besi sekeras apapun juga akan leleh oleh api yang panas walau dibutuhkan waktu yang tak sebentar”

            Namun kusadari sayangku padamu belum sepenuhnya, mungkin jika dikira – kira dalam bentuk persen baru sekitar tujuh puluh lima persen. Hingga kemudian kita memutuskan bertemu. Aku mengajakmu pergi ke sebuah pantai di ujung selatan sana. Di sebuah gazebo di pinggir pantai dengan cemara yang membuat rindang kugenggam tanganmu, dan kukatakan aku saying kamu !

            Memang pada awalnya kita sama – sama ragu tapi kumantapkan hati dan kubulatkan tekadku walau pada akhirnya dengan hati yang berdebar – debar kukatakan 'mantra' itu. Kunikmati momen yang bagiku bersejarah itu.

             Kini sayangku padamu ibarat tangki bensin motor yang diisi fulltank. Aku tak sanggup melihatmu dengan yang lain, walau kusadari kamu masih menjalin hubungan yang apalah itu sebutannya komitmen/ ta’aruf/ atau pacaran dengan seorang pria yang kamu sudah tujuh tahun bersamanya. Aku benar – benar tak sanggup. Tapi, apalah dayaku sebagai orang ‘baru’ yang tiba – tiba masuk kedalam hidupmu. Masuk dan kemudian meminta segenggam cinta dan kasih sayangmu padaku.

Cinta adalah tentang komunikasi yang terjalin antar kedua belah pihak.  Cinta adalah tentang penerimaan segala kekurangan dan kelebihan. Cinta adalah tentang memilih bertahan ketika datang permsalahan, bukan pergi dan meninggalkan. Cinta adalah tentang kenyamanan dan keterbukaan. Cinta itu aku dan kamu. Cinta yang kurasakan ketika aku denganmu”

            Kita masih saling belajar dan saling mengerti satu sama lain. Kamu orang yang tau jika banyak ‘kecacatan’ dalam diriku tapi masih mau bertahan. Denganmu aku bisa menjadi diriku sendiri, tidak ada kepura – puraan  dan hanya ada kenyamanan. Kamu tahu, aku suka ketika kamu mengingatkanku tentang berbagai hal, aku suka ketika kamu bilang curang atau jahat atau isshh  dengan suaramu yang manja.

Sayang,

Yang perlu kamu tahu aku benar – benar menyayangimu.
Tapi tolonglah jangan buat aku dalam posisi ini, jangan buat aku seperti pria nomor duamu, kasih.
Hatiku benar – benar tak sanggup, walau kutahu kamu juga dalam posisi yang lebih berat lagi dalam memutuskan untuk tetap bertahan dengannya atau berpaling kepadaku dengan segala pertimbangan dan resikonya.

Kuharap kamu segera membuat keputusan dan segera hatiku dan hubungan kita tidak terombang – ambingkan seperti sekarang.

Nb: Lagu Kekasih Gelapku dari Ungu dan Lucky dari Jason Mraz ft Colbie Cailiat lumayanlah buat soundtrack hatiku saat ini haha

10/11/2017

 

             

  • view 118