Hanya Sebuah Kisah Usang

Angelina VT Isdiansyah
Karya Angelina VT Isdiansyah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Mei 2016
Hanya Sebuah Kisah Usang

 “Tenanglah… semua pasti berubah… terkikis oleh waktu-waktu yang dilewati. Masa itu akan usang. Seperti kursi kayu yang sudah tak terawat, seperti pakaian yang sudah kusam. Ia akan hilang dengan sendirinya”.

Bertahun lamanya, kalimat itu terus menetap dibenakku. Berusaha menyusuri hati, agar tetap teguh berdiri di atas kaki sendiri. Hiruk pikuk perkembangan masa terus dilewati. Menanti semuanya yang katanya “pasti berubah”. Menunggu waktu benar mengikisnya. Berharap ia memang akan hilang dengan sendirinya.

Lama ku menatap sosok tinggi tegap di sudut jalan. Sosok dengan mata layaknya elang mengintai mangsa. Terus menatap tanpa henti, takut sang mangsa berlari. Ah, betapa sosok itu sulit untuk ku selami. Semakin lama semakin dekat dan tepat berdiri menatap dihadapanku.

Bahkan ketika mata terpaut, hening tetap bersama. Tak perlu lagi seperti ini… jangan lagi, karena hati akan kembali terluka. Sakit ini akan terus menganga. Kita bukan lagi orang yang sama, berdiri menatap pelangi bersama. Kita bukan lagi kau dan aku yang mengejar hujan agar mampu masuk ke dalamnya. Kita bukan lagi insan yang memiliki mimpi yang sejalan, yang berharap mempunyai rumah dengan pekarangan yang indah, mempunyai anak, cucu, bahkan cicit yang banyak. Kita sudah menjadi aku adalah aku, dan kau adalah kau. Kita adalah dua orang yang berbeda. Kita menatap langit ditempat yang berbeda. Kita melangkah ke pantai yang berbeda.

“aku hanya ingin meminta maaf… bertahun tanpa kata membuat hatiku semakin terluka” rangkaian kata yang keluar dari suaramu, sungguh menjadi alunan lagu yang lama tak pernah lagi ku dengar. Haruskah ada kata maaf? Dimana letak kesalahannya? Aku hanya berfikir ini adalah takdir untuk kita. Tak seharusnya ada maaf. Tak perlu. Tapi, saling menyapa, bukankah tak mengapa walau hanya sejenak?

Tidak bisa… meski waktu melewatinya, ia tak pernah berubah. Punggung yang meninggalkanku tanpa kata… sekali lagi ia pergi… dan waktu tak sanggup mengikisnya. Karena hati kita tetap sama meski kita bukan lagi kau dan aku…

Tidak akan ada yang mampu mengerti, bagaimana cara kita saling mencintai…

Note: foto diambil dari pantai kota Tarakan saat nyaris senja... [foto amatir :)]

  • view 211

  • Dani Kaizen
    Dani Kaizen
    1 tahun yang lalu.
    Kisah usang yang sangat bagus dan inspiratif.....
    .
    Saya suka kalimat yg ini => ?Tenanglah? semua pasti berubah? terkikis oleh waktu-waktu yang dilewati. Masa itu akan usang. Seperti kursi kayu yang sudah tak terawat, seperti pakaian yang sudah kusam. Ia akan hilang dengan sendirinya?.