Untuk Satu Titik Rasa yang Betah Menetap

Anggrini Ate
Karya Anggrini Ate Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Oktober 2016
Untuk Satu Titik Rasa yang Betah Menetap

Hahahah :)

Aku tertawakan saja diri sendiri, mengolok rasa sendiri nyatanya lebih mudah dibanding mengusirnya.

Aku  seperti tak punya kuasa atas diri untuk kata rasa,

Entah mengapa, ada satu titik dalam hati yang entah mengapa tak pernah hilang, setelah malam-malam menyayat  rasa,hari-hari dengan usaha, dan bulan-bulan pahit dengan perjuangan.

Sekarang aku berdiri dipuncak kata bisa,

Bisa merelakan tanpa harus menarik napas,

Bisa tersenyum bukan dalam bentuk kepura-puraan,

Bisa bertemu tanpa terselip sedikitpun getar gila dalam dada seperti di waktu lampau,

Tapi tak perlu munafik, terkadang rindu menyerang hanya karena sepenggal lirik  lagu, atau satu sudut yang pernah kita maknai,

Maafkan,

Kau tahu, rindu memang seperti itu, hinggap dengan tak ada malunya,

Tak perduli sedang sendiri atau ditengah kerumunan,

Pada orang yang tepat atau bukan.

Namun bisa apa, rindu tak salah,namun rasa setelah rindu yang terkadang menyiksa hati,

Ternyata benar ungkapan si abang Boy Candra, bahwa ‘Rindu bisa membunuhmu dengan ingatan’.

Sakit itu biasa buat seorang pencinta, jadi tak ada sama sekali yang salah bukan dengan semua kegilaan?

Tak ada yang salah memang, tak mudah menghapus semua kisah lalu yang pernah begitu kita banggakan semudah itu,

Wajar saja masih tersisa satu titik dalam kotak yang berisi tumpukan kenangan, hanya satu titik kecil dari sekian banyak tulisan panjang yang tersisa.

Jangan gagal paham dulu penulis kisah, ini hanya satu titik kecil

Bukan kumpulan titik yang bisa disambung membentuk garis panjang berujung.

 

  • view 153