CINTA TELADAN, SEHEMBUS NAFAS AYAH UNTUK IBU

Anggrini Ate
Karya Anggrini Ate Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 03 September 2016
CINTA TELADAN, SEHEMBUS NAFAS AYAH UNTUK IBU

Desember selalu penuh warna menurutku ,desember dengan aroma tanah yg disirami hujan,serta rintik-rintik hujan itu sendiri,desember dengan dentingan lonceng natal dan tawa bahagia.
Natal menjadi momen yang paling aku tunggu,dan paling aku senangi di desember,bahkan sejak aku berumur 5 tahun hingga kini, saat aku dibangku kuliah, tapi natal selalu saja menelusupkan sedikit kehampaan untuk aku, Ayah dan Melisa setelah kepergian ibu delapan tahun yang lalu.

Disetiap malam natal, ayah akan mengumpulkan kami untuk berdoa lalu menyalakan lilin sambil bercerita tentang ibu, tentang kesibukan ibu disaat desember menjemput,keahlian ibu dalam membuat kue ataupun masakan-masakan ibu yang selalu ayah sukai. Cerita yang selalu sama selama delapan tahun setelah kepergian ibu.

Rasanya ayah sangat mencintai ibu,tapi tetap saja menurutku ayah perlu pendamping untuk untuk berbagi masalah kehidupan. Aku sudah cukup dewasa untuk paham,bahwa masalah dunia butuh untuk dibagi,bahwa cinta bisa habis ditelan waktu, apa lagi dalam kasus ayah,ibu pergi menurut kehendak Yang Kuasa. logisnya, life must go on,ayah butuh wanita lain, meski ibu tetap tak akan pernah terlupakan,akan ada satu kotak  di sudut hati yang membungkus rapi kenangan tentang ibu.

Tapi ayah kelihatannya tak berniat mencari pengganti ibu. Sehingga pernah sekali  aku harus bertanya kepada ayah karena rasa ingin tahuku, ‘ ayah, ayah nggak kepengen cari mama baru?, ucapku’  dan ayah menatapku dan  menjawab sambil tersenyum ‘ ah,cinta tak gampang dihapus Leoni, tak seperti anak muda sekarang, mati satu tumbuh seribu jadi pedoman kalian’. Lalu aku ku tak pernah bertanya lagi kepada ayah setelah itu,hingga ayah juga pergi untuk selamanya sebulan yang lalu.

Sedikit lagi desember datang, ayah telah pergi menemani ibu, natal tanpa ayahpun rasanya tak sanggup aku bayangkan, ayah sangat dekat denganku, aku merasakan kehilangan terperih di dalam hati, ‘apa ini pula yang ayah rasakan setelah ibu pergi’? tapi ayah tak pernah bercerita tentang perihnya rasa bernama kehilangan,hingga aku merasakan sendiri setelah ayah yang pergi.

Rasa rinduku terhadap ayah membawaku pulang ke kampung kecilku untuk sekedar mengunjungi makam ayah,ibu dan berdoa, lalu langkah kaki membawaku menuju ruangan ayah yang berdampingan dengan kamar tidur, ayah biasanya menghabiskan waktu diruangan ini untuk membaca dan bekerja. Aku menghempaskan diri diatas kursi dan membuka laci, rupanya ruangan ini rajin dibersihkan oleh bibiku. Ketika sedang melihat tumpukan buku di laci buku ayah, aku menemukan beberapa buku agenda yang sudah lumayan usang. Aku mulai membuka satu persatu buku agenda tersebut, rupanya ayah rajin menulis, layaknya buku harian, ayah menulis tentang pendidikan ayah, ketika ayah harus tinggal jauh dari oma agar tempat sekolah ayah gampang dijangkau, ketika ayah menamatkan pendidikan dan pekerjaan pertama ayah justru sebagai guru, lalu kisah ayah bertemu ibu dan juga surat-surat cinta ayah dan ibu yang di lem dalam buku agenda. Ah, romantis memang.

Lalu pada dua halaman terakhir, ayah bercerita tentang pertanyaan yang aku ajukan pada ayah, dan membuatku paham sebesar apa cinta ayah kepada ibu.

                                                                                                                                   

23 November, 2000

Apa kabar di surga Maia?
Aku bersama anak-anak sangat baik.
Ah,hari ini rasanya aku rindu merana,doaku, kau datang sejenak menemani lewat alam mimpi.
Rasanya aku ingin memelukmu erat,

Hari ini Leoni kita bertanya, apa aku tak memiliki niat mencari penggantimu,dia sudah dewasa rupanya. aku tahu dia mengerti, bahwa masalah hidup membuat orang  membutuh pasangan untuk berbagi, tetapi lewat seuntai doa dan goresan seperti inipun aku masih bisa berbagi bukan?

Kalau kau mendengar ceritaku aku yakin kau akan cemberut manja, ya aku masih ingat bahwa kamu wanita pencemburu.
Jangan cemburu, bagaimana bisa aku menggantikan kamu dengan yang lain, aku hanya punya satu hati, lalu saat kau datang aku menjatuhkan hatiku begitu dalam, dan separuhnya kau bawa ketika pergi ke surga.
Aku juga hanya diberi satu rusuk saja oleh Yang Kuasa, dan kamu adalah wujud tulang rusukku.
bahkan hingga sekarang setelah delapan tahun kepergianmu, setiap lirik lagu entah bahagia atau sedih hanya bisa mengingatkan aku akan kamu.

Kau boleh jauh sekarang Maia,tapi Allahku adalah penyayang, aku percaya Dia akan mempertemukan kita disurga nanti.
Ingatkah kamu aku sering berkata, ‘akan kucintai kamu sehembus nafas,sehembus nafas hingga tak berhembus lagi’.
lalu kau akan tersenyum dan menjawab ‘cinta sehidup sesurga yang kau tawarkan?, aku terima!’.

Hingga kini masih kau yang kucintai disetiap hembusan nafas bahkan setelah kepergiannmu, jadi aku mohon bujuklah Tuhan,agar Ia menyatukan kita disurga, karena Ia telah merestui cinta kita didunia,biarlah Dia setujui ingin kita sehidup sesurga.

 

                                                                                                -Leonard.

 

Aku menahan nafas,ternyata cinta ayah kepada ibu sejati seperti ini, Ah Tuhan, kirim juga aku pria yang bisa menjaga cinta sehidup sesurga,layaknya cinta ayah kepada ibu.

 

           

 

  • view 310