Pengunjung Pantai Wisata Malaka (Mota Dikin) Berkelakuan Tak Sopan.

Papa Anggrainy
Karya Papa Anggrainy Kategori Motivasi
dipublikasikan 04 Februari 2018
Pengunjung Pantai Wisata Malaka (Mota Dikin) Berkelakuan Tak Sopan.

Pantauan media ini.Malaka (4/02/2018) Gusty Halek menuturkan Secara Pribadi Merasa Senang sebagai Masyarakat dirinya Mengucapkan Terimakasih Kepada Pemerintah Malaka Melalui Dinas Pariwisata yang Telah perlahan lahan Menata dan Memunculkan Fasilitas Rekreasi  Sebagai Bentuk Kepedulian serta Promosi Obyek Wisata di Pantai Motadikin tersebut. 
 
"Dari Kejauhan Kita Memandang sungguh Indah Sekali Rumah Panggung serta Gasebo/lopo yang Indah dipandang mata dan juga Indah Jika digunakan oleh Para Pengunjung untuk Menikmati Keindahan  Pantai sesuai cara masing - masing wisatawan. 
 
"Sayangnya Saya Melihat Meja Meja pada Bangunan Lopo/gasebo tersebut sudah Retak/pecah, Awalnya Saya Berpikir Ini pasti Kelalaian Pengelola atau Kontraktor yang Menangani Proyek Ini, Sambil Berjalan saya Memantau Ternyata ada banyak Pengunjung yang duduk di atas Meja yg disediakan akibat kurangnya tenaga pengelola tempat wisata ini akibatnya akan merusak infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah terkait. 
"Dalam Benak terlintas Namanya Meja Berarti Tempat Untuk Menyimpan Bekal, Barang bawaan pengunjung alat tulis menulis ini kok orang orang bisa duduk di atas hingga 4 - 5 orang bahkan ada yg tdr di atas meja apakah ini kurangnya tenaga pengelolah wisata pantai motadikin ataukah wisatawan ingin merusak infrastruktur yang ada. 
 
Hendra Ung Luis Selaku Kontaktor yang Mengerjakan Bangunan Lopo/gasebo tersebut saat dikonfirmasi melalui WA membenarkan adanya Retakan pada Meja bundar yang ada dilopo/gasebo.
 
"Ya Memang Meja retak itu sebab Banyak Pengunjung yang Duduk di atas meja. Kami tetap bertanggung jawab Untuk memperbaiki apa Rusak meskipun sudah PHO namun masih dalam Waktu Pemeliharaan. Namun saya Mau Sampaikan Bahwa Bangunan meja di lopo/gasebo tersebut ini Rusak (Retak - Retak) sebab disalah fungsikan. Kita harus tahu bahwa namanya meja berarti bukan untuk duduk ini malah ada yang tidur di atas. Semua telah kami kerjakan sesuai Juknis dan berdasarkan Gambar yg ada. Beberapa kali Tukang kami Menegur para pengunjung yang duduk di atas meja tp mereka tdk Menghiraukan.tegasnya
 
"Sebagai Masyarakat malaka saya Menghimbau Kepada Bapak/i Saudara/i yang yang hendak Berkunjung pantai wisata motadikin harus menjaga Kebersihan (Buang Sampah pada Tempatnya) dan Memilihara Bangunan yang sudah dibangun oleh pihak terkait,sebab dari oleh dan Untuk Kita.
 
"Sehingga Keadaan Bangunan ini Tetap baik dan Nyaman bagi Kita saat Berkunjung Serta Untuk Menjaga Situasi yg Kondusif  maka Melalui Media ini saya Juga Menyampaikan Kepada Dinas Pariwisata Kab. Malaka Segera Menugaskan Orang / Staf untuk Menjaga di Sekitar Lokasi Pantai Motadikin Sehingga Hal hal seperti ini tidaklah Terjadi lagi.
 "Diinformasikan bagi para pengujung pantai wisata mota dikin diharapkan jangan duduk diatas meja lopo/gasebo"
 
"Tambahnya Dinas Pariwisata Harus Menunjuk Pengelola Supaya dapat Mengelola Secara Maximal.  Bukan Hanya menempatkan Petugas untuk Tagihan Retribusi Saja tetapi Harus Bertanggu jawab atas Kebersihan, Keamanan dan Kenyamanan serta pemeliharaan infrastruktur. 
 
"Boleh sebagai Contoh misalkan di Pantai wisata Lo,odik dimana pengelolanya Hanya diKelola oleh Pemuda tiga Dusun ( Nularan, Oburo dan Loodik ) namun Penataannya Sangat Bagus dan Menyenangkan wisatawan. Apa salah.?ungkapnya. 
(Anggrainy) 

 

  • view 312