SMA KHATOLIK FRATERAN MALANG

Papa Anggrainy
Karya Papa Anggrainy Kategori Lainnya
dipublikasikan 24 Desember 2017
SMA KHATOLIK FRATERAN MALANG

In Fraternitatis, Discimus, Docemus Et Amamus adalah semboyan SMAK Frateran Malang yang bermakna ”dalam persaudaraan, kita belajar, mengajar dan mencintai” adalah sebuah diktum yang benar untuk direnungkan. Moto ini harus menjiwai setiap civitas SMAK Frateran serta alumni dalam kiprah menggapai masa depan. Dari sinilah masa depan harus dimulai, dan dari sini pula peserta didik menatap dan melemparkan sauh harapan ke depan. Berhasil atau tidaknya mewujudkan mimpi-mimpi itu tergantung bagaimana peserta didik bisa me-manage diri, me-manage waktu dengan baik, untuk menangkap peluang atau kesempatan yang terbentang luas di depan peserta didik. Peluang/kesempatan yang baik itu hanya sekali datang setelah itu dia pergi, menghilang meninggalkan peserta didik. Jika peserta didik tidak selalu siap menangkap peluang yang demikian itu, maka peserta didik akan kehilangan kesempatan atau peluang yang berarti GAGAL. Untuk menangkap sebuah peluang atau kesempatan dibutuhkan kompetensi, life skill, kepribadian yang tangguh bak seorang pejuang, sebab peserta didik harus siap untuk berkompetisi atau bertarung dengan yang lain. Jika peserta didik tidak memiliki strategi dan perlengkapan “senjata” pengetahuan, maka bersiap-siaplah untuk kalah.

Oleh karena itu, sebagai seorang “laskar” pelajar peserta didik harus mempersiapkan dirimu dengan baik, mulai dari saat ini dan sekarang ini, jangan sampai terlambat. Sebuah adagium jangan menunda sampai besok apa yang bisa peserta didik kerjakan hari ini. Perlu disadari pula bahwa keberhasilan atau kesuksesan itu 1 % nya adalah hasil inspirasi (ide), tetapi 99 % nya adalah hasil perspirasi (keringat) peserta didik sendiri, demikian yang diucapkan oleh Thomas Alva Edison. Dalam konteks peserta didik sebagai seorang pencari mutiara pengetahuan yang dituntut adalah ketekunan (assiduity), semangat juang (fighting spirit) dalam menemukan harta yang terpendam itu. Tanpa kerja keras niscaya pencarian harta terpendam “mutiara pengetahuan” itu dapat terwujud. Di sisi lain keberhasilan atau kesuksesan itu tidak mungkin tercapai tanpa bantuan sesama. Dalam hal ini sesama yang dimaksud adalah para guru, pegawai, orangtua, sahabat seperjuanganmu. Mereka-lah yang memiliki andil terbesar yang membuatmu berhasil sehingga patut dikenang sepanjang masa. Dalam persaudaraan itulah mereka telah menanamkan serta memberikan yang terbaik bagimu berupa bekal nilai kehidupan, pengetahuan, ketrampilan, dan peserta didikpun telah menerimanya melalui interaksi belajar mengajar, kegiatan pengembangan diri, berbagai pengalaman yang di alami selama belajar di SMAK Frateran. Mereka tidak hanya membentuk kepala (otak) peserta didik, tetapi juga membentuk hati (afeksi), dan kepribadianmu (personality), sehingga peserta didik tumbuh dan berkembang sebagai sosok pribadi yang utuh.


 

  • view 114