Rindu

Anggi Yusika Ayuni
Karya Anggi Yusika Ayuni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Juni 2016
Rindu

Aku merindukan setiap kenangan yang pernah kita lewati..
Aku tau, kau tak akan pernah kembali hingga kapan pun. Mungkin ini adalah jalan terbaik yang Allah berikan untuk kita.
 
Krisniyani, aku pernah salah ketika menafsirkan tentang kepercayaan dari nama mu itu.
dan ternyata aku tau, kau adalah seorang muslim yang baik. Meskipun kau tidak berhijab panggilan lima waktu dari Nya tak pernah kau tinggalkan. Aku bangga telah mengenalmu.
 
Kris, panggilan itu adalah panggilan kesayangan Manager kita untuk mu bukan?
 
Yansen, nama kesukaan mu bukan?
hatiku sangat bergetar ketika ada yang menyebut namamu lagi dihadapan ku. Aku tak bisa menahan rindu ini padamu.
 
Yani, itu adalah panggilan aku dan beberapa teman untuk mu.
 

Sungguh, aku merindukanmu teman. Ukhuwah ini telah terukir dengan indah .

 

aku tau, kau memang orang yang teramat cuek dengan siapa pun termasuk dirimu sendiri. Dan kau adalah orang yang paling tidak mau merepotkan orang lain apalagi orang tua mu. Banyak pelajaran yang aku ambil dari mu. Belajar bersabar, tidak mengeluh, tidak berfikiran negatif terhadap orang lain, aaah begitu banyaknya yang kau ajarkan padaku.
 
Yang aku sesalkan, tahun depan adalah tahun yang engkau tunggu untuk wisuda. Sayang, kerja keras mu tidak mengantarkan mu untuk mendapatkan toga yang kau impikan. Namun, semoga mengantarkanmu ke Syurga-Nya. Aamiin
Aku ingat perujuangan mu yang sangat melelahkan.
Senin sampai sabtu sore kau bekerja, lalu dihari yang sama kau pergi menempuh perjalanan yang tidak sebentar untuk menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi di jakarta. Aku tak pernah mendengar mu mengeluh. Kecuali seminggu sebelum kau meninggalkan kita. Kau bilang "aku ingin cuti yang lama, ingin istirahat". Dan Allah kabulkan itu dengan mengistirahatkan mu selamanya.
 
Dua hari itu engkau terbaring sakit, maaf saat itu aku tidak terlalu mengkhawatirkan mu karena yang aku tau kau adalah wanita tangguh. Sehingga aku pun tidak merasakan khawatir yang berlebihan. Pagi itu, sebelum kau menghembuskan nafas terakhir kita masih saling mengirim kabar dan kau bilang sudah mulai membaik. Tapi sore dihari yang sama aku mendengar berita kau telah tiada, aku berharap itu hanya kabar burung. aku segera menghubungi keluarga mu, ternyata semua itu bukan kabar tanpa tuan. semua itu benar. begitu menyakitkan rasanya kehilangan teman terbaik seperti mu.
 
 

Kami menyayangi mu Teh Yani..

 

Semoga Allah tempatkan engkau di sisi -Nya. Sisi yang paling baik.
Dan Allah jaga engkau disana. Karena kau adalah orang yang pantang menyerah untuk berjihad dijalan pendidikan.
 
Aamiin
 
 
 
 
Pungkook, 151218

  • view 148