Maha Cinta Alisha

Angga Priyadi
Karya Angga Priyadi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 Februari 2016
Maha Cinta Alisha

?Kau telah dapatkan semuanya. Kesuksesan, kemewahan dan nama besar, semuanya sudah di bawah kakimu. Mengapa kau masih ingin menemuiku??

Pawana menghempas ombak di pesisir Ngurbload. Pasir putih mencumbu setiap telapak sejauh langkah empunya berpijak. Bekas kaki hanya bertahan sesaat hingga riak menyeret. Sepanjang mata memandang nampak biru tanpa bercak yang menodainya. Lambaian daun nyiur bak penari hula-hula setengah telanjang, menyambut pelancong yang singgah di Pesisir pasir putih terhalus di dunia ini. Menjelajah setiap hasta bumi adalah cara Alisha untuk membuat jeda antara denyut kemacetan ibukota dan setumpuk rutinitasnya sebagai desainer grafis.

Wanita karier 37 tahun, memiliki hobby traveling ini nyaris sempurna. Ia memiliki semua alasan bagi setiap lelaki untuk mengulangi pandangan pertamanya menjadi pandangan kedua, ketiga dan pandangan yang tidak ingin dipalingkan darinya. Berperawakan ideal, tinggi 1,75 meter yang dikombinasikan dengan 57 kilogram bobot pada tubuh yang menyerupai gitar spanyol. Sang gitar yang berselimut kulit putih kemerah-merahan bermahkota pirang blonde bob bak Shailene Woodley saat berperan dalam film The Fault in Our Stars. Nilai sembilan untuk skala satu ke sepuluh bukan angka yang berlebihan untuk Alisha.

Ngurbload adalah persinggahannya yang entah keberapa, dari sekian banyak destinasi yang pernah Ia kunjungi. Melepaskan lelah dari hiruk pikuk pekerjaaan dan kepenatan pikiran, bersafari adalah hal yang paling membuatnya bisa melupakan semua beban, meski hanya sementara. Karier yang terus menanjak seiring dengan gaya hidupnya yang kekinian, justru menjadi tembok besar bagi lelaki yang mencoba mendekatinya. Hidup melajang di dunia yang tidak peduli dengan hal semacam itu membuatnya larut dalam kesendirian hingga hampir kepala empat. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, kesendirian itu semakin terasa baginya. Meskipun semua kemewahan dapat ia beli, tapi Ia tetap tidak bisa membeli kehadiran Firman untuk menikmati semua kesuksesan yang kini Ia punya.

Tuhan selalu memiliki skenario kisah cinta yang menarik dan tidak mudah ditebak. Empat belas tahun tidak pernah bersua, sepasang kekasih yang pernah merajut mimpi bersama dipertemukan jua. Destinasi Alisha ke pantai Ngurbload menjadi wisata yang begitu istimewa karena Tuhan berkenan mempertemukannya dengan Firman. Mantan kekasih yang menikah sebelum Ia menyelesaikan program Magister of Graphic Design di University of Lincoln UK.

Peristiwa dua belas tahun silam itu masih membekas di benaknya, tidak pernah hilang dalam ingatannya, betapa teganya kekasih yang begitu Ia cintai menyerah menantinya dan memilih menikah dengan wanita lain. Pernikahan Firman sontak membuatnya terhuyung jatuh. Harapan, impian dan cita-cita yang Ia bangun bersama Firman ambruk seketika. Pernikahan Firman membuatnya memutuskan untuk menetap lama di London sebelum dua tahun terakhir ini Ia kembali ke Jakarta.

???? ?Firman!?

???? ?Hmm ? Lihatlah bocah laki-laki yang berlari di bibir pantai itu!?

???? ?Iya, Aku melihatnya.?

???? ?Betapa riangnya bocah itu menikmati deburan ombak yang sesekali membahasi kakinya. Ia adalah putraku, di sampingnya seorang perempuan yang berbalut kerudung merah muda, dialah ibu dari anak itu. Aku bahagia memiliki mereka saat ini, permitaanmu agar aku mengkhianati istriku tidak mungkin kulakukan. Aku mencintai keluargaku, apapun alasannya tidak akan pernah kukhianati mereka.?

???? ?Tapi mengapa kau tega mengkhianatiku dulu? Aku masih ingat janji-janjimu sebelum aku pergi ke UK. Kau akan menungguku dan akan menikah denganku setelah aku kembali ke tanah air. Tapi apa, Kau pembohong!?

???? ?Kau mengungkit itu lagi, dua belas tahun silam kita sudah pernah membahas ini semua. Kita sudah selesai.?

???? ?Selasai? Itukan inginmu, aku tak pernah mengiyakannya, bahkan hingga kini. Aku ingin menagih janjimu Firman. Nikahi aku! Kau tak perlu ceraikan istrimu, Aku hanya inginkan dirimu hadir lagi dalam kehidupanku.?

???? Perjumpaan mantan sejoli itu meninggalkan tanda tanya yang harus diberikan jawabannya segera. Firman boleh saja mengabaikan permintaan Alisha untuk dijadikan madunya, tapi Ia tidak bisa memutuskan begitu saja. Apalagi, seminggu setelah pertemuan mereka di Ngurbload, Alisha datang ke rumah menemui Wulan dan menceritakan semua masa lalunya bersama Firman. Alisha meminta agar Wulan mau memberikan sebagian hati Firman untuknya. Ia menuturkan penantiannya bertahun-tahun menunggu Firman kembali padanya, tapi itu tidak pernah terjadi. Sepuluh tahun hidup di London melarikan diri dari kenyataan bahwa sebagian jiwanya telah pergi bersama Firman, hingga Ia memutuskan untuk kembali ke Tanah Air, dan setelah dua tahun Ia bisa mengatur pertemuannya dengan Firman di Ngurbload setelah Firman mengajukan syarat untuk membawa anak dan istrinya.

???? Berurai air mata Alisha menceritakan penantiannya kepada Wulan, tentang cinta yang tidak bisa Ia tepikan sedikit saja dan penolakan-penolakannya kepada laki-laki lain karena hatinya telah terkunci mati hanya untuk Firman. Wulan pun larut dalam drama romantis Alisha, mereka berdua menangis dalam satu pelukan. Sebagai seorang istri, Wulan tentu tidak rela bila hati suaminya dibagi untuk perempuan lain, namun sebagai perempuan Ia mengerti betapa pedihnya perasaan Alisha.

???? 12 Desember 2014, headline pada koran Kompas menyebutkan ?DESIGNER GRAFIS BERBAKAT DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI DI SEBUAH APARTEMEN.? ?Andai kuizinkan suamiku untuk berpoligami sungguh ini tak mungkin terjadi. Maafkan keegoisanku Alisha. Ampuni saya ya Allah.? Lirih wulan dalam isaknya.

***

  • view 138