ANDA BOROS? PIKIRKAN KEMBALI

Angga Dunia Saputra
Karya Angga Dunia Saputra Kategori Motivasi
dipublikasikan 04 Juli 2016
ANDA BOROS? PIKIRKAN KEMBALI

Mungkin dari kita sangat mudah dalam membeli barang dan makanan mewah hasil jerih payah kedua orang tua. Wajar sih karena kita sebagai anak mendapatkan hak finansial (uang saku) yang tentu dapat kita pergunakan sesuka hati untuk berbelanja, berkumpul dan/ nonton bioskop bersama teman-teman. Tidak ada yang salah, hanya saja pertanyaan kritis saya adalah anda yakin akan terus bertahan dengan kondisi ini? Coba pikirkan kembali.

Menariknya jika kita break down, terdapat macam-macam nominal uang jajan yang diterima mahasiswa/i, ada yang nominal'a menyerupai gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga Karyawan Bank Swasta, segala fasilitas dan akses finansial memadai, namun tak jarang ada yang sama sekali tidak mendapatkan uang saku dari orang tua, alasannya macam-macam, ada yang karena kurang secara finansial dan/ karena memang mau belajar mandiri.

Nah, sekarang bergantung kepada kita, bijak atau tidak dalam menggunakan uang tersebut.

Sayangnya masih banyak mahasiswa/i yang cenderung berperilaku boros dan kurang bijak dalam memanfaatkan uang. Khawatirnya, mereka akan sulit bertahan hidup dalam kondisi kekurangan, karena secara tidak langsung mereka sudah dilatih oleh keluarga atas kemanjaan dan fasilitas finansial yang sangat luas, orang tua lupa mengajarkan meaning dan values dari uang saku yang diberikan.

Wajar saja, karena semenjak lahir hingga tumbuh dewasa mendapatkan kemudahan fasilitas dan akses dari orang tua. Orang tua cenderung lupa mengajarkan arti perjuangan dan kesederhanaan dalam menggunakan uang, tentang bagaimana letih dan susahnya bekerja untuk mendapatkan uang. Nilai-nilai ini yang cenderung luput diajarkan orang tua kepada anak. Anak seharusnya jangan dimanja. Tapi ajarkan arti perjuangan dan kesusahan.

Kondisi dimana Anda sebagai (calon) orang tua susah untuk bekerja hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan, tidak memiliki rumah, hingga akhirnya memiliki rumah, dan segala resources yang anda miliki hingga saatnya bisa struggle dan sesukses ini. Ajarkan nilai-nilai itu pada anak Anda..

Padahal, kemudahan itu secara tidak langsung telah menumbuhkan sifat ketergantungan dan kemanjaan anak kedepannya di usia dewasa. Anak jadi manja dan tergantung terhadap bantuan finansial orang tua.

Beda halnya dengan anak-anak yang dilatih untuk dapat bertahan hidup, menghargai kekurangan dan berjuang untuk mencari penghasilan. Mereka akan tumbuh menjadi sosok yang rendah hati dan memahami bagaimana sulitnya mencari uang.

 

ANGGA DUNIA SAPUTRA


*Gambar diambil dari sini.

  • view 217