Baginda Raja,

andra alfauziah
Karya andra alfauziah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Februari 2016
Baginda Raja,

Ini sebuah kisah tentang derita dalam sekat, yang begitu mengerat dalam hati. Alkisah, ada seorang rakyat jelata yang sangat ingin menubah kehidupan dalam selatnya, sirakyat memberanikan diri menulis sebuah surat untuk sang baginda raja,

?

untuk Yang mulia Baginda Raja, di negri yang kaya namun terasa menjerat, di alam yang indah namun kerap murka, di alam yang begitu luas namun terasa disekat.

?? Baginda raja, yang Tahtanya diturunkan dari ayahmu, hamba tak tahu apakah coretan lengan hamba akan terhantar pada tangan paduka, hamba tak tahu, namun hamba akan menuliskan apa yang tengah terjadi pada kerajaan yang paduka pimpin ini, oh ia, kepada penasehat kerajaan maaf akan kelancangan lengan hamba ini. Bilalah sampai tulisan ini pada paduka.

?Sebelumnya, perkenalkan hamba rakyat, yang tak ingin sedikitpun menghamba pada tuan, Karna hamba Merupakan adalah Hamba NYa, Yang Maha Manunggal. perkenankan juga di baris sekalanjutnya hamba? akan sebut paduka Raja, "anda" karna betapa miskinya hamba bila menghamba pada anda. dan sebutan hamba menyebut diri sebagai "saya'.

saya merupakan pekrja dalam ladang peberia Nya, namun merasa adanya ketidak adilan,rasa prihatin, rasa ketakutan yang begitu mendalam? dengan semua ini, ya dengan sebuah tanah yang mana anda menjadi pembentuk aturan.?

?

apakah anda telah santap siang hari ini? waahhh, senangnya mendengar anda telah kenyang dengan nasi panas mengepul, lauk yang sehat, sayur yang sehat, buah yang sehat. Semoga Alloh memberikan kesehata pada jasad dan Ruh anda. oh ia, saya di kagetkan dengan adanya beras plastik (katanya), mengapa bisa begitu? apakah anda tidak khawtir, beras saja sudah ada imitasinya apalagi yang lainya. he, atau jelaskan saja pada kami bagaimana pembuatan plastik dapat menjasi beras, agar nanti bila kantong kami tak mampu membeli beras dan beras menjadi barang mewah, kami bisa membuatnya sendiri di dapur penuh jelaga kami.

?

Apakah anda terhibur degan tontonan yang tiap kali, tiap detik menyuguhkan kekonyolan yang amat teramat membodohkan. saya tahu bahwa manusia adalah homo ludens, bahwa manusia adalah mahluk yang suka bermai main, bersenang-senang, tertawa terbahak bahak. pikir dangkal saya atas dasr itulah sikotak sihir itu dipenuhi dengan yaa, sebuah bunga bangkai indah, namun tak sedap. apakah anak anda, saudara anda, sepupu anda, tergila gila dengan drama picisan itu? atau ini semua sudah anda perhitungkan dikejauhan hari, sebagai "racun" pembunuh agar merka besar nanti hidupnya penuh drama tanpa karya?. oh rupanya anda tahu betapa "racun" ini sangat jitu, lebih mengerikan dari sianida. Karna dengan "racun" ini mereka ada namun tiada, mereka hidup namun ahhhh saya tak rela meneruskan ini.

?

sudah, kali ini saya haya menuliskannya sampai sini. Namun, apa yang sebenarnya terjadi lebih menyeramkan dari apa yang sampaikan pada anda.

?

?

hormat saya,

#sumber gambar http://hallobogor.com/10-langkah-menulis-surat-pembaca-untuk-media

?

  • view 138