Elegimu Bidadari

Ajo Gaara
Karya Ajo Gaara Kategori Puisi
dipublikasikan 20 Maret 2016
Elegimu Bidadari

Aku tidak tahu apakah benar ataupun salah, yang memupuk hati dan pikiran kian meresah. Doktrin hikayat dalam risalah, menjatuhkan rasa tak berbentuk padamu yang tergugah. Kasihan dirimu duhai para juwita, mengetahui takdir di akhir masa. Tiada tahu pasti gelombang apa yang ?kan mendera. Egokah maujud, atau kasih menyelubung raga.

Ironimu wahai wanita, purwarupa nyata Bunda Hawa. Sanggupkah berbagi rasa, pada sesama. Teruntuk satu penerus Yanda Adam bernama pria. Dilema yang menjerat hasratmu wahai para jelita, menyudutkanmu pada separuh rasa. Yang mengekang nurani dengan egonya logika, meski terlihat diam tanpa bicara.

Dilema yang mengungkungmu duhai penerus ibu dunia, membersitkan kasih nurani di atas logika. Separuh rasa lain bernama iba, secuil harap berbagi rasa utuh pada lain jelita.

Teruntukmu wahai para juwita. Aku menaruh empati ke atas takdirmu yang menunggu untuk menyiksa. Yang akan menderamu dengan selaksa rasa, memaksamu terisak di keheningan buta.

Aku mengagumimu wahai para jelita, sumber dari semua cipta rasa. Yang mampu berbagi meski perih tiada tara, sanggup memetikan ego yang membara? meski mata berkaca-kaca, sebab di hati terbaginya cinta.

Teruntukmu wahai para peneduh, yang menampung segala gejolak yang merusuh, menunggu datangnya akhir masa dengan jenuh. Pasrah hadapi kenyatan satu berbanding lima puluh.

Bagimu duhai para pemilik kata cantik, dengarkanlah ketulusan dari hati ini yang berbisik. Tiadakan pernah habis rasa kupetik, pada anggun tubuhmu yang mengusik.

Teruntukmu duhai pemilik kata pesona. Penyandang rupa bidadari bernama Bunda Hawa, yang karenanya indahlah seisi jagat raya, hingga terpatri jelas di surga.

?

Aku yang bertalikan Ayahanda Adam, memberikanmu selaksa rasa yang mendalam. Kekaguman, kecintaan, keharuan, dan segala kasih yang tak lagi terpendam. Keteguhanmu duhai para ibu alam, yang sempatkan tersenyum meski elegi siap merajam.

Teruntukmu wahai penerus Bunda Hawa, yang selalu memikat dengan semua pesona. Berharap bertemu di taman surga.

Terimalah salam?

Dariku yang meneruskan jejak Yanda Adam.

?

---o0o---

Sumber ilustrasi.

Terima Kasih Admin Inspirasi^^

?

  • view 150